Penurunan Taurat dan Al Quran

Di dalam tafsir Al Munir, disebutkan banyaknya kemiripan kandungan antara Taurat dan Al Quran, yang sama2 mengandung mengandung hukum syariat lengkap selain tema pokok lainnya, spt ketauhidan, akhlak mulia, dan menjauhi perbuatan keji dan kemungkaran. Berbeda dg Injil yang banyak berisi nasihat, sedangkan Zabur banyak berisi kidung pujian dan munajat.

Taurat dijelaskan diturunkan kpd Bani Israil sebagai (154):

  1. Penyempurna/penggenap nikmatNya bagi orang-orang yang senang berbuat kebaikan, krn menjelaskan pedoman cara2 utk beribadah dan beramal agar diterima oleh Allah (hukum syariat)
  2. Menjelaskan segala sesuatu, krn mengandung prinsip2 yang lengkap dan juga detail2 syariat yang pokok
  3. Petunjuk dan rahmat, sbg guidance utk beriman yang menyelamatkan mereka di hari pertemuan dg Allah SWT.

Kemudian Allah beralih dg menerangkan sifat Al Quran yang penuh berkah, kitab yang agung, yang mengandung banyak kebaikan dan bersifat tetap. Kita kemudian diperintahkan utk mengikuti ayat2 Allah di dalam Al Quran ini, konsisten dlm mengerjakannya (bertakwa) – agar kita dirahmati Allah SWT (155).

Selanjutnya Allah menceritakan kejadian dimana kaum Musyrik Mekkah beralasan, bhw mereka tdk beriman krn mereka tdk mengerti membaca Injil dan Taurat (karena dlm bahasa Ibrani). Sehingga diturunkanlah ayat 157 sbg penegasan, “Agar kamu tdk mengatakan, sesungguhnya kalau ada kitab yang diturunkan kpd kami tentu kami lebih beriman daripada mereka (kaum Yahudi dan Nasrani)”. Di ayat lain, ditegaskan juga bahwa:

Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, yang dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. (Asy Syu’araa’ 192-195)

Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya). (Az Zukhruf 43:3)

Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan, “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab?… (Fushshilat 41:44)

Kerasnya Hati Orang Kafir dlm Menentang risalah Allah

Allah kemudian menjelaskan keadaan jiwa org yang ingkar thd Allah dan RasulNya – walaupun sdh ada bukti kerasulan berupa Al Quran, dimana mereka antipati, menolak keras tdk akan pernah mau beriman selamanya, sampai kapan pun. Ini digambarkan di ayat 158, bhw mereka sebenarnya hanya menunggu terjadinya 3 hal ini:

  1. Datangnya malaikat, yakni kedatangan malaikan maut utk mencabut nyawa. Mereka tdk akan beriman sampai mati.
  2. Datangnya Tuhan, yakni kedatangan kemenangan yang dijanjikan Allah dan siksa bagi musuh2Nya. Mereka tdk akan beriman sampai dikalahkan oleh org mukmin.
  3. Datangnya tanda2 kekuasaan Allah yang tdk bisa ditolak, spt kejadian turunnya azab atau datangnya hari kiamat. Mereka tdk akan beriman sampai azab turun atau hari kiamat datang.

Perpecahan Agama dan Balasan Amal

Ayat selanjutnya (159) menerangkan, perpecahan di dalam agama yg disebabkan krn sikap yang mendustakan ayat2 Allah, memilih2 ayat mana yang diikuti (disesuaikan dg kepentingannya). Allah menyatakan, bhw mereka ini bukanlah tanggung jawab Nabi SAW, melainkan urusannya langsung dg Allah SWT.

Fenomena ini dikuatkan dlm ayat berikut:

Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku. Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing). Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu. (Al Mu’minuun 23:53)

Allah memerintahkan kita utk menghindari perpecahan dlm beragama ini sbgmn disebutkan di ayat berikut:

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (Ali Imran 3:103)

Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat (Ali Imran 3:105)

Kemudian di ayat 160, Allah menerangkan balasan bagi amal kebaikan sebesar 10x lipat, dan balasan bagi amal keburukan hanya sebesar keburukan tsb saja.

Agama Ibrahim sbg Jalan yang Lurus

Menyambung kisah Ibrahim as dalam mencari Tuhan dan akhirnya diangkatnya beliau (dan sebagian keturunannya) menjadi nabi dan rasul di ayat 74-90 sebelumnya, Allah menerangkan jalan yang lurus (sirothol mustaqim) – yang juga disebutkan di dalam Surah Al Fatihah ayat 6, adalah agama Ibrahim (161) dg prinsip2 sbb sbb:

  1. Prinsip kehidupan. Mempersembahkan seluruh amal ibadah kita, kehidupan kita (waktu, tenaga, dan segala kebanggaan kita di dunia) hingga akhir hayat hanya kpd Allah Tuhan semesta alam. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya utk Allah Tuhan semesta alam (162)
  2. Prinsip ketuhanan. Mengesakan Allah SWT. Tiada sekutu bagiNya (163)
  3. Prinsip ketaatan. Ketaatan kpd Allah secara kaffah. Demikianlah yg diperintahkan kpdku (163)
  4. Prinsip menerima kebenaran. Bersegera dalam menerima kebenaran. Dan aku adalah org yg pertama2 menyerahkan diri kpd Allah (163)
  5. Prinsip penyerahan diri. Menyerahkan diri kpd Allah. Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu (164)
  6. Prinsip balasan amal perbuatan. Setiap manusia bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Tidaklah seorang berbuat dosa melainkan keburukannya kembali kpd dirinya sendiri, dan seorg yg berdosa tdk akan memikul dosa org lain (164)
  7. Prinsip kematian. Setiap manusia akan kembali kpd Allah. Kepada Tuhanmu lah kamu kembali (164)
  8. Prinsip hari akhir. Mengakui adanya hari akhir sbg pengadilan terakhir atas semua amal perbuatan. Dan akan diberitakanNya kpdmu apa yg selama ini kamu perselisihkan (164)
  9. Prinsip takdir, ketentuan Allah. Mengakui segala ketentuan Allah, adanya tingkat2 dlm penciptaan, rezeki, kekuatan, kelemahan, kelapangan dan kesempitan sbg ujian atas ketaatan dan rasa syukur kita. Dan Dialah yg menjadikan kamu khalifah di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas yg lain bbrp derajat utk mengujimu (165)
  10. Prinsip siksa dan ampuan Allah. Adanya ancaman siksaan Allah bagi ingkar serta ampunan dan kasih sayang Allah bagi yang taat dan bertaubat. Tuhanmu amat cepat siksaNya dan Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (165)

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam. Silahkan ditambahkan kekurangannya.