Ayat 91 menerangkan sikap Bani Israil yg menganggap dibiarkan sesat oleh Allah, padahal kpd mereka sdh diutus para Nabi dan diturunkan kitab Taurat. Kemudian ditegaskan lagi, bhw bukanlah mereka yg tdk diberi petunjuk oleh Allah ttp mereka sendiri (termasuk oleh pendeta2nya) yg menyembunyikan sebagian besar ayat2 Allah sbgmn disebut juga di ayat berikut:

…Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya.. (Al Maaidah 5:113)

Allah kemudian menjelaskan bhw kalau pun sebelumnya banyak ayat2 yg tdk sampai kpd Bani Israil (kaum Yahudi), maka Allah menurunkan penggantinya, yakni Al Quran yang membenarkan kitab2 sebelumnya (termasuk Taurat tsb). Kemudian diterangkan juga, bagi mereka yang mempercayai adanya hari kiamat akan mudah menerima Al Quran yg akan membawa mereka menjadi bertakwa, konsisten dlm melaksanakan ketaatan kpd Allah (92).

Ancaman thd Org yg Membuat2 Ayat Allah

Di ayat 94, Allah menjelaskan zalimnya org yang membuat2 ayat Allah, mengaku menjadi rasul. Ayat ini diturunkan terkait dg peristiwa Musailamah yg mengaku sbg nabi dan menerima wahyu. Mereka yg zalim ini diancam menerima siksa dunia pada saat sakaratul maut.

Orang Musyrik di Akhirat

Di ayat 94 dijelaskan bhw mereka yg musyrik ini akan diadili sendiri-sendiri dan polos tanpa amal sedikit pun. Tdk ada yg menolong mereka termasuk tuhan2 yg mereka sembah (selain Allah) dan juga harta serta amal mereka mereka di dunia (yg sia2 menjadi spt abu).

Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh. (Ibrahim 14:18)

Di ayat lain dijelaskan juga:

Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata: “Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu katakan?” (Al Qashash 28:62)

Dijelaskan juga di ayat lain, bhw kaum musyrik dimasukkan ke dalam neraka bersama dg berhala2 yg mereka sembah dahulu:

dan dikatakan kepada mereka: “Dimanakah berhala-berhala yang dahulu kamu selalu menyembah(nya) selain dari Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?”
Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat, dan bala tentara iblis semuanya. (Asy Syu’araa 26:92-94)

Kebesaran dan Kekuasaan Allah

Dikontraskan dg tuhan-tuhan tandingan yg tdk bisa menolong apa pun thd kaum yg menyembahnya, maka Allah menggambarkan secara detail kekuasanNya di alam semesta, sebagai Tuhan yg sebenarnya di ayat 95-99 sbb:

  • Dia yg menumbuhkan tanaman
  • Dia yg mengeluarkan yg hidup dari yg mati dan sebaliknya
  • Dia yg membuat matahari, bulan berotasi shg ada siang dan malam
  • Dia yg menciptakan bintang dan benda2 langit
  • Dia yg menjadikan manusia berkembang memiliki keturunan
  • Dia yg menurunkan hujan
  • Dia yg menumbuhkan tanaman melalui air hujan dan menghasilkan berbagai macam buah

Di akhir ayat 97 dan 98 Allah menegaskan bhw sebenarnya tanda2 adanya Dzat yg menciptakan alam semesta dan isinya di atas akan tampak jelas bagi mereka yg merenungkan (ya’lamuun) dan org yang memahami, expert dlm bidang ilmunya, fakih (yafqahun).

Kemudian Allah menegaskan bhw bagaimana mungkin alam semesta di atas tercipta dan terpelihara apabila ada tuhan tandingan selain Dia (spt anggapan org musyrik) atau Dia memiliki anak (spt anggapan kaum Yahudi dan Nasrani) (100-102). Ayat 101 menggunakan kata badi’u yang berarti menciptakan (alam semesta) dari yang sebelumnya tdk ada, Allah sbg prima causa bagi segala yg ada di alam semesta.

Ayat 103 menutup bukti2 kebesaran Allah dg menegaskan bhw Dia Maha Melihat walaupun tdk terjangkau oleh penglihatan hambaNya, Maha Halus – Meliputi Segala Sesuatu, dan Maha Mengetahui keadaan hambaNya (103).

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam