Setiap Makhluk Memiliki Batas Usia

Allah menyatakan bhw setiap makhluk, siapa pun dia, termasuk para Rasul dan Muhammad SAW tdk akan hidup selamanya (abadi) (34). Setiap makhlukNya pasti akan mengalami kematian. Mati ini adalah batas akhir makhluk utk beramal, yang kemudian dilihat amal baik-buruk yang dilakukannya selama hidup (35).

Sikap Orang Kafir dan Diturunkannya Azab kpd Mereka

Allah menjelaskan bbrp sifat orang kafir thd rasul:

  1. Mengolok2an dan mencemooh para Rasul krn menganggap Rasul sudah mencela tuhan2 mereka (36)
  2. Menginginkan disegerakannya azab Allah yang diancamkan kpd mereka. Disebutkan, bhw mereka spt itu krn manusia memiliki sifat tergesa2. Allah menerangkan, naifnya sikap mereka ini krn sebenarnya kalau azab itu benar datang, niscaya mereka akan panik dan putus asa krn tdk ada yang bisa dimintakan pertolongan (37-39, 46). Allah menerangkan perasaan mereka ketika menyaksikan azab tsb di depan mata sbb:

Dan kalau setiap diri yang zalim (musyrik) itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka membunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya. (Yunus 10:54)

Allah menjelaskan bbrp sifat turunnya azab Allah kpd mereka yg ingkar dan mencemooh para rasul sbb:

  1. Kedatangannya mendadak (tiba-tiba). Hal ini dijelaskan di ayat lain:

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (Al An’aam 6:44)
2. Kedatangannya bisa kapan saja ketika sedang lengah (40-42) sbgmn dijelaskan di ayat2 lain sbb:

Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari ketika mereka sedang tidur?
Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?
Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (Al A’raaf 7:97-99)

Allah kemudian menegaskan, tdk ada satu pun yang bisa menolong mereka lolos dari azab Allah, termasuk tuhan2 yg mereka sembah (42-43).

Di ayat selanjutnya, Allah menerangkan keadilanNya dalam menilai amal perbuatan kita kelak di hari Akhir. Sekecil apa pun amal kita (walaupun sebesar biji sawi sekalipun) pasti akan diperhitungkan (47).

Beberapa Kisah Para Rasul dan Orang Saleh

Ayat2 selanjutnya Allah mengisahkan fragmen kisah bbrp Rasul dan orang2 saleh pilihan sbb:

Kitab Suci Taurat yang Diturunkan kpd Musa as dan Harun as

Allah menjelaskan Musa as dan Harun as yang diberikan kpd mereka kitab Taurat yang disebut Al Furqan (kitab yang memberikan kepastian hukum, membedakan yang benar dan yang salah), sbg penerangan dan pengajaran bagi orang yang bertakwa (48). Mereka yang bertakwa ini dikatakan memliki ciri sbb:

  1. Mereka percaya dan takut kpd Tuhan yang tdk tampak
  2. Mereka meyakini akan datangnya hari Kiamat

Menarik di sini, Allah menggunakan istilah Tuhan yang tidak tampak sebagai penekanan atas karakter umat Musa, Bani Israil yang cenderung thd paganisme. Di ayat lain, dijelaskan bagaimana mereka cepat sekali berpaling ke penyembahan berhala, tdk lama setelah mereka lepas dari kejaran Fir’aun:

dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu, Maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka, Bani lsrail berkata, “Hai Musa, buatlah untuk Kami sebuah Tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa Tuhan (berhala)”. Musa menjawab, “Sesungguhnya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)” (Al A’raaf 7:138).

Di ayat lain diterangkan juga Bani Israil yang menuntut kpd Musa as agar bisa melihat Tuhan:

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya”. Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur. (Al Baqarah 2:55-56)

Kemudian di ayat berikutnya, Allah menegaskan bhw kitab Taurat (dan kitab2 Allah yang lain) adalah kitab yang penuh keberkahan namun banyak diingkari oleh umat2 para Rasul. (50)

Sbg catatan, di dalam Al Quran, kitab Taurat, Injil dan Al Quran sering disebut dg istilah yang sama dan saling dipertukarkan, krn kesamaan pokok2 isinya, spt dijelaskan di ayat berikut:

Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil, sebelum (Al Quran), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan… (Ali Imran 3:3-4)

Dialog Ibrahim as dengan Kaumnya mengenai Ketuhanan

Dialog Ibrahim dg kaumnya ini digambarkan secara bebas sbb:

Ibrahim: “Apa sebenarnya patung yang mereka buat dan mereka sembah?” (52)

Kaum Ibrahim: “Kami hanya melanjutkan dan mengikuti apa yang sudah dilakukan oleh bapak, kakek nenek kami” (53)

Ibrahim: “Sesungguhnya kalian dan nenek moyang kalian benar2 sudah sesat (54). Sebenarnya Tuhan kalian adalah Dzat yang juga menjadi Tuhan bagi seluruh yang ada di langit dan bumi – Dzat yang menciptakan langit dan bumi” (56).

Diam-diam Ibrahim menghancurkan seluruh berhala tsb dan menyisakan berhala yang paling besar (58). Kaumnya kemudian marah dan menangkap Ibrahim.

Kaum Ibrahim: “Apakah kamu yang menghancurkan tuhan2 kami?” (62)

Ibrahim: “Sebenarnya patung yang besar itulah pelakunya. Tanyakan saja kpdnya kalau dia memang dapat berbicara” (63).

Kaum Ibrahim: “Sesungguhnya kamu sudah tahu bhw berhala2 tsb tdk dapat berbicara” (65)

Ibrahim: “Kalau sdh tahu spt itu, mengapa kalian masih menyembahnya? Padahal dia tuhan-tuhan tsb jelas2 tdk bisa membawa manfaat ataupun mudharat kpd kalian. Mengapa kalian sulit sekali memahami logika yg sederhana ini?” (66-67).

Tidak terima dg ucapan Ibrahim, mereka pun membakar Ibrahim (68). Allah kemudian menyelamatkan Ibrahim dg menjadikan api tsb menjadi dingin (69). Di dlm salah satu hadits, Nabi SAW bersabda,

Ketika tubuh Nabi Ibrahim as dilempar ke dalam api, maka ia berdoa, “Ya Allah, Engkau lah yang Maha Esa di langit, dan hamba sendirian di bumi menyembah Engkau” (HR Abu Ya’la dari Abu Hurairah r.a)

Kemudian Allah memerintahkan Ibrahim pergi ke negeri yang makmur penuh berkah dg ditemani oleh saudaranya (Luth) (71). Menurut Jalalayn, Ibrahim dan Luth menuju ke Syam (Irak), kemudian Ibrahim menetap di Palestina, sedangkan Luth di Mu’tafikah (di wilayah Sodom).

Nabi Ishak as dan Ya’qub as

Salah satu nikmat Allah kpd Ibrahim as adalah dikaruniai anak, Ishak dan Ya’qub, yang keduanya menjadi orang saleh dan diangkat menjadi rasul (72). Disebutkan, bhw Allah memberikan syariat kpd mereka sbb (73):

  1. Mendirikan sholat
  2. Menunaikan zakat
  3. Memurnikan ketaatan dan penghambaan hanya kpd Allah SWT

Nabi Luth as

Kepada saudara Ibrahim, Luth, Allah memberi karunia berupa hikmah, ilmu dan diselamatkan dari azab yang menimpa kaumnya (Kaum Sodom) (74), serta diangkat sbg RasulNya dan dimasukkan ke dalam kelompok hamba2Nya yang saleh (75).

Nabi Nuh as

Nabi Nuh as diceritakan sbg hambaNya yang berdoa hingga akhirnya Allah memperkenankan permohonan Nuh as. Menurut riwayat, diceritakan kesabaran dan istiqamah Nabi Nuh as, yang berdakwah sampai ratusan tahun namun hanya berhasil mengajak beriman 13 atau 40 org saja.

Allah kemudian menyebut karuniaNya kpd Nuh as, yakni diselamatkannya beliau dan keluarganya (kecuali istri dan anaknya) dari azab Allah berupa banjir besar (76-77).

Nabi Daud as dan Sulaiman as

Allah menceritakan kisah Daud as dan Sulaiman as ketika keduanya diminta memutuskan satu perkara. Allah kemudian mengilhamkan kpd Sulaiman as keputusan perkara yang lebih tepat daripada yang diputuskan oleh ayahnya, Daud as sebelumnya (78-79). Di dalam salah satu hadits, diceritakan bijaksananya Sulaiman dlm mengambil keputusan sbb:

Ada dua orang perempuan, masing-masing memiliki seorang anak. Lalu ada serigala memangsa salah satu dari dua anak tersebut. Lalu kedua perempuan tsb saling mengklaim bhw anak yang selamat adalah anaknya. Lalu mereka berdua pun mengadukan perjara kpd Nabi Daud as. Lalu beliau memberikan putusan bhw si anak yang selamat adalah anak si perempuan yang lebih tua.
Kemudian Nabi Sulaiman as memanggil mereka, dan berkata, “Ambilkan aku pisau, biar anak ini aku sembelih menjadi dua bagian, supaya masing2 dari kalian mendapat separuh.” Lalu si perempuan yang lebih muda berkata, “Semoga Allah SWT merahmatimu. Baiklah anak ini adalah miliknya, dan jangan engkau sembelih anak ini menjadi dua.”
Akhirnya Nabi Sulaiman as memutuskan bhw anak tersebut adalah milik perempuan yang lebih muda. (HR Bukhari, Muslim dan an-Nasa’i)

Allah kemudian menyebutkan Daud as dan Sulaiman as dikaruniai:

  1. Hikmah dan Ilmu (79)
  2. (Daud) Gunung-gunung dan burung semua bertasbih bersama2 dg Daud as ketika beliau membaca kitab Zabur (79).
  3. (Daud) Melunakkan besi dan membuat baju besi utk berperang (80). Di ayat lain disebutkan:

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami. (Kami berfirman), “Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud”, dan Kami telah melunakkan besi untuknya.” (Saba’ 34:10)
4. (Sulaiman) Mengendalikan angin yang kencang (81), sbgmn disebutkan juga di ayat lain:

Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya (Shaad 38:36)

Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya… (Saba’ 34:12)
5. (Sulaiman) Mengendalikan segolongan syetan / jin yang bisa menyelam ke dalam laut dan membantu Sulaiman as dlm pekerjaan2 lainnya (82), sbgmn diterangkan juga di bbrp ayat lain:

dan (Kami tundukkan pula kepadanya) syaitan-syaitan semuanya ahli bangunan dan penyelam, dan syaitan yang lain yang terikat dalam belenggu. (Shaad 38:37-38)

Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih. (Shaad 34:13)

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bish-shawab