Petunjuk Tuntunan dalam Berperang (2)

Melanjutkan ayat sebelumnya, yang berisi rangkaian tuntunan dlm berperang melawan org kafir yang memusuhi org beriman.

  1. Menjaga Ketauhidan dlm Peperangan

    Allah menegaskan bhw semua yg terjadi di dalam peperangan hanyalah atas izin dan kehendak Allah. Segala tindakan penyerangan thd musuh haruslah kita kembalikan kpd Allah, bhw semuanya itu bisa terjadi semata krn adanya izin Allah dan ketetapan hukumNya (sunnatullah) (17). Dan salah satu ketetapanNya adalah Allah berada di sisi pasukan org beriman, sedangkan tipu daya pasukan musuh kafir pasti akan dikalahkan (18).

  2. Menjaga Ketaatan kpd Allah dan RasulNya

    Allah kemudian memerintahkan kita utk tetap menjaga ketaatan kpdNya dan RasulNya selama dlm peperangan (20). Jangan spt sebagian org beriman yang munafik yang hanya mendengar ttp tdk melaksanakan apa yang diperintahkan/dilarang Allah SWT (21). Dikatakan, org Munafik yang tdk bisa mendengar ini adalah seburuk-buruknya makhluk (22). Di ayat lain pun diterangkan, org Munafik ini menempati neraka paling bawah, lebih bawah daripada org kafir.

    Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. (An Nisaa 4:145)

    Kemudian dijelaskan, orang Munafik sebenarnya bisa ‘mendengar’ seruan Allah kalau mereka mau, ttp nyatanya mereka menutup ‘telinga’ nya dari ‘mendengar’, menerima seruan Allah, shg mereka tetap dlm kesesatan (23).

  3. Memenuhi Seruan Allah dan RasulNya

    Selanjutnya Allah memerintahkan kita utk tetap menjaga kelurusan dan keikhlasan hati dalam melaksanakan seruan Allah dan RasulNya – yang salah satunya perintah berperang ini. Tidak ada gunanya menyembunyikan sesuatu di dalam hati, krn Allah yang Maha Halus, Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati kita (24).

    Kemudian, kita juga diperintahkan utk memenuhi seruanNya dan RasulNya secara kaffah, totalitas. Jangan sampai kita spt Bani Israil yang dihukum krn enggan berperang, atau krn enggan mengingatkan sesama kaumnya ketika mereka terpengaruh oleh Samiri menyembah patung anak sapi (25).

  4. Mensyukuri Nikmat Allah

    Ayat selanjutnya, Allah memerintahkan kita utk bersyukur, mengingat2 nikmat Allah. Dalam konteks perang Badar ini, Allah memerintahkan pasukan org beriman utk mengingat nikmat Allah yang telah menguatkan kedudukan mereka (dari sebelumnya kecil, tertindas dan lemah), memberi mereka tempat tinggal di Madinah yang subur serta memudahkan rezeki bagi mereka dan seluruh orang beriman di Madinah (26).

  5. Larangan Berkhianat

    Ayat 27 menerangkan larangan mengkhianati Allah dan RasulNya, yakni spt orang Munafik yang membantu pasukan kafir (secara diam-diam). Juga di ayat 28 kita diingatkan jangan sampai kita menjadi lemah, menjadi tdk bernyali krn mengkhawatirkan nasib anak keturunan dan harta kita. Dijelaskan, bahwa semua itu hanyalah cobaan bagi kita di dunia sbg jalan ketaatan kita kpd Allah (28). Di ayat lain disebutkan juga, agar jangan sampai kita tdk melaksanakan ketaatan kpd Allah krn terlena dg perhiasan dunia sbb:

    Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (Al Kahfi 18:46)

    Implisit di ayat 27-28 Allah juga memerintahkan kita agar tdk berkhianat thd anak keluarga dan harta yang telah diamanahkan kpd kita, membiarkan anak keluarga kita jauh dari ketaatan kpd Allah atau menggunakan harta kita di jalan2 selain jalan Allah SWT, sbgmn disebutkan di ayat lain:

    Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu… (At-Tahrim 66:6)

  6. Balasan Bagi Yang Beriman dan Bertakwa

    Masih dlm konteks peperangan, Allah menerangkan balasan bagi mereka yang menjaga keteguhan imannya dan bertakwa, taat memenuhi seruan Allah dan RasulNya, yakni berupa: (29)

    • Furqaan. Hati yang bisa membedakan mana yang benar dan mana yang batil. Hati yang peka thd hidayah Allah.
    • Dijauhkan dari kesalahan. Dilindungi Allah shg tdk mudah utk berbuat dosa.
    • Diampuni dosa-dosa yang lalu

    Kemudian Allah menegeaskan di akhir ayat 29, bahwa Dia memiliki karunia yang luas, tdk berat bagiNya memberikan karunia yang besar kpd hambaNya.

  7. Waspada terhadap Orang Kafir yang Memusuhi dan Memerangi

    Allah kemudian mengingatkan kita utk waspada thd orang Kafir yang memerangi dan memusuhi kita. Mereka tdk akan berhenti berusaha menangkap kita, membunuh dan mengusir kita. Tetapi dijelaskan bhw Allah akan menolong kita dari segala rencana jahat mereka (30)

    Selanjutnya, dlm konteks pasukan Kafir dari org Musyrik di Mekkah, Allah menjelaskan sikap mereka sbb:

    • Mereka menganggap Al Quran sebagai dongeng nenek moyang zaman dulu (31)
    • Mereka minta diturunkan siksa Allah sbg bukti kebenaran Al Quran (32). Terhadap permintaan ini, Allah menegaskan, siksaNya tdk akan turun selama masih ada Nabi SAW di antara mereka dan selama masih ada orang2 yang bertaubat dan meminta ampun kpd Allah, yakni orang yang beribadah di Masjidil Haram (33-34).
    • Walaupun mereka beribadah di sekeliling ka’bah ttp krn sebenarnya yang mereka lakukan jauh sekali dari ibadah, tdk lebih dari siulan dan tepukan tangan saja (35)
    • Mereka menyumbang harta sbg support thd perang melawan pasukan org beriman (36).
    • Kalau saja mereka mau bertaubat, maka Allah akan menerima taubatnya. Tetapi kalau tetap ingkar, maka Allah akan memberlakukan ketetapanNya yang berlaku pada umat2 terdahulu, yakni memberi peringatan dan kemudian menurunkan azab yang membinasakan mereka semua (38)
  8. Perintah Menyelesaikan Peperangan sampai Tuntas

    Ayat 39 menerangkan perintah Allah untuk tdk menghentikan peperangan sampai pasukan Kafir yang memusuhi org beriman tsb menyerah atau mereka meninggalkan kekafiran dan permusuhannya dan menerima Islam. Kemudian Allah memerintahkan kita agar tdk gentar dlm memerangi mereka krn Allah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong akan melindungi kita (40).

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a’lam bish-shawab