Petunjuk Tuntunan dalam Berperang (5)

  1. Mengobarkan Semangat dan Optimisme

    Allah memerintahkan kita utk mengobarkan semangat dan optimisme dg menegaskan di ayat 64, bahwa cukuplah Dia sebagai pelindung kita dan seluruh pasukan org beriman. Kemudian diterangkan pula, bhw seorang mukmin yang kuat teguh iman dan kesabarannya dapat mengalahkan musuh yang berjumlah 10x lipatnya (65). Bila ternyata iman dan sabarnya ada sedikit kurang2, maka seorang mukmin akan dapat mengalahkan musuh 2x lipatnya (66).

  2. Hukum Tawanan dan Rampasan Perang

    Tawanan perang diperbolehkan dibebaskan dg tebusan atau dibunuh, kecuali pada kondisi tertentu. Hal ini dijelaskan di ayat 67-68 dimana Allah menegur keras Nabi SAW dan org beriman saat itu krn meminta tebusan atas tawanan Perang Badar yg berjumlah 70 orang. Namun akhirnya Allah memaafkan Nabi SAW dan org beriman krn pahala mereka ikut berperang di dalam perang pertama umat Islam saat itu. Sebagian besar mufasir, spt Ibnu Katsir, Thabari dan Qurthubi berpendapat Allah sengaja memerintahkan hal ini kpd Nabi SAW saat itu utk memberikan efek takut dan gentar pada musuh2 Islam dan menunjukkan kekuatan umat Islam yang baru saja menang pada pertempuran pertamanya.

    Sedangkan terkait dg rampasan perang, dijelaskan harus langsung dibagikan sesuai ketentuan yang dijelaskan sebelumnya di ayat 1 surah Al Anfaal ini dan tdk ada kekhususan hukum spt pada kasus tawanan perang di atas (69)

    Kemudian Allah memerintahkan kpd kita utk menerima para tawanan perang yang bersungguh-sungguh mau beriman, dan mereka yang beriman ini dijanjikan ampunan atas kesalahan2nya yang lalu (70) Selain itu, Allah juga mengingatkan thd tawanan hanya pura2 mengatakan mau beriman hanya agar mereka bebas dari tawanan. Terhadap mereka ini, maka kita diperintahkan memberikan sanksi atas perbuatannya (71).

  3. Kewajiban Saling Melindungi dan Menolong Sesama Muslim

    Ayat 72 berisi seruan Allah agar orang beriman (Kaum Anshar dan Muhajirin) saling melindungi dan menolong satu sama lain, terkecuali mereka yg menolak perintah Nabi SAW utk hijrah ke Madinah. Implisit sebenarnya Allah memerintahkan kita utk saling melindungi dan menolong thd sesama org beriman selama mereka tdk munafik, tdk membenci atau merendahkan perintah Allah dan RasulNya.

    Kemudian Allah menerangkan, bhw sebenarnya org kafir itu saling tolong menolong antara mereka, shg org beriman akan lemah dan dikalahkan di dunia kalau mereka tdk bersatu dan tdk saling tolong menolong sesamanya (73).

    Di akhir surah Al Anfaal, Allah menegaskan kembali, bhw siapa yang bisa kita jadikan contoh, role model orang yang beriman dengan sebenar-benarnya, yakni:

    • Kaum Muhajirin, yang berhijrah (hijrah pertama) bersama Nabi SAW dari Mekkah ke Madinah
    • Kaum Anshar, yang memberi tempat tinggal dan menolong kaum Muhajirin di Madinah
    • Mereka yang beriman belakangan dan menyusul hijrah (hijrah kedua – setelah perjanjian Hudaibiyah) serta ikut berjihad dlm peperangan

    Di ayat lain ditegaskan juga:

    Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. (At Taubah 9:100)

    Terakhir, Allah menjelaskan bhw walaupun kaum Muhajirin dan Anshar itu sdh sedemikian dekatnya, ttp mereka tetap tdk boleh saling mewarisi, krn hukum warisan hanya bagi mereka yang memiliki hubungan darah dan pernikahan dg yang meninggal. Di sini tampak ketegasan dan keadilan syariat Islam atas masalah warisan.

In summary, berikut Petunjuk Tuntunan dalam Berperang sbgmn yang dibahas di surah Al Anfaal ini dari ayat 5 sampai selesai:

  1. Segera menyambut dg sami’na wa atho’na bila sudah diwajibkan berperang
  2. Menaati perintah Rasul walaupun secara perhitungan akal tdk menguntungkan
  3. Berdoa, memohon kpd Allah agar dimenangkan dlm peperangan.
  4. Larangan lari dari medan perang, kecuali sebagai bagian taktik perang
  5. Menjaga Ketauhidan dlm Peperangan
  6. Menjaga Ketaatan kpd Allah dan RasulNya
  7. Memenuhi Seruan Allah dan RasulNya
  8. Mensyukuri Nikmat Allah
  9. Larangan Berkhianat
  10. Balasan Bagi Yang Beriman dan Bertakwa
  11. Waspada terhadap Orang Kafir yang Memusuhi dan Memerangi
  12. Perintah Menyelesaikan Peperangan sampai Tuntas
  13. Pembagian Harta Rampasan Perang
  14. Percaya kpd Pertolongan Allah
  15. Sikap Hati ketika Berlangsung Perang
  16. Bersikap Tegas thd Pengkhianat (Kisah Bani Quraizhah)
  17. Melakukan Persiapan Perang Sebaik-baiknya
  18. Mengedepankan Perdamaian
  19. Menjaga Persatuan
  20. Mengobarkan Semangat dan Optimisme
  21. Hukum Tawanan dan Rampasan Perang
  22. Kewajiban Saling Melindungi dan Menolong Sesama Muslim

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a’lam bish-shawab