Surah Al A’raaf termasuk surah Makkiyah dan salah satu dari 7 surat yang panjang (Assab ‘uththiwaal).

Kaum yang Ingkar thd Kitab Allah dan Pengadilan Akhirat

Surah ini dibuka dg penjelasan bhw Al Quran adalah kitab yang diturunkan kepada Rasulullah yang memiliki dua fungsi (2):

  1. Peringatan bagi orang kafir
  2. Pelajaran bagi orang yang beriman. Di ayat sebelumnya (Al An’aam 154), dijelaskan Al Kitab (termasuk Al Quran dan Taurat) diturunkan sbg penyempurna rahmat Allah, berita baik bagi orang beriman krn menjelaskan dg gamblang cara beribadah kpd Allah dan amal2 baik yang diterima Allah SWT.

Fungsi ini juga dijelaskan dlm ayat lain:

Thaa Siin. (Surat) ini adalah ayat-ayat Al Quran, dan (ayat-ayat) Kitab yang menjelaskan, untuk menjadi petunjuk dan berita gembira untuk orang-orang yang beriman (An Naml 27:1-2)

Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui, yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling, tidak mau mendengarkan. (Fushshilat 41:2-4)

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya; sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik (Al Kahfi 18:1-2)

Fungsi Al Quran ini align dg tugas misi utama diutusnya rasul:

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. (Saba’ 34:28)

Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan (Al Fath 48:8)

(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (An Nisaa 4:165)

Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul hanyalah sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyap kan yang hak, dan mereka menganggap ayat-ayat kami dan peringatan- peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan. (Al Kahfi 18:56)

Allah kemudian memerintahkan kita untuk taat mengikuti ayat2Nya di dalam kitabNya tsb dan tdk tergoda menjadikan falsafah dan prinsip hidup yang bersumber selain daripada ayat2 Allah sbg pedoman, guidance kehidupan kita (3).

Allah kemudian menerangkan betapa banyak kaum yang dimusnahkan, diturunkan azab Allah krn mereka mengingkari ayat2Nya. Disebutkan juga, azab tsb turun ketika mereka lengah (istirahat siang atau malam) (4). Hal ini juga disebutkan di ayat lain:

Yang demikian itu adalah karena Tuhanmu tidaklah membinasakan kota-kota secara aniaya, sedang penduduknya dalam keadaan lengah (Al An’aam 6:131)

Maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari, atau Allah mengazab mereka diwaktu mereka dalam perjalanan, maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak (azab itu), atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa). Maka sesungguhnya Tuhanmu adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (An Nahl 16:45-47)

Diterangkan pula, sikap kaum yang ingkar ini yang akhirnya mengakui kezalimannya ketika melihat azab di depan mata (5), sbgmn digambarkan perasaan Fir’aun ketika menghadapi maut di ayat berikut:

…hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: ”Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.
Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. (Yunus 10:90)

Terhadap mereka yang mengingkari ayat2 Allah ini, disebutkan kelak di akhirat mereka akan ditanya kesaksiannya dan di-crosscheck dg rasul yang diutus kpd mereka (6-7) sbg janji keadilan Allah dlm mengadili hamba2Nya (termasuk mereka yg ingkar) (8). Crosscheck ini dijelaskan juga di ayat lain (refer ke ODOP 5:104-115):

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia, “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”. (Al Maaidah 5:116)

Allah kemudian menjelaskan mereka yang beruntung krn berat amal kebaikannya dan yang merugi krn ringan amal kebaikannya (8-9), dan menerangkan betapa menyesalnya mereka ini krn sebenarnya tidak bersyukur, melakukan amal2 investasi akhirat sbg bekal selama hidup di dunia (10).

Kisah Nabi Adam as di Surga

Kisah Adam diceritakan dg kronologis sbb:

  1. Allah menciptakan dan membentuk tubuh Adam as (11). Di ayat lain dijelaskan bhw dari awal tujuan penciptaan Adam adalah sbg khalifah di bumi.

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (Al Baqarah 2:30)
2. Allah memerintahkan malaikat utk bersujud kpd Adam as sbg tanda hormat kpd Adam dan ketaatan kpd Allah (11)
3. Malaikat semua bersujud, kecuali Iblis, yang menolak krn sombong, merasa dirinya (tercipta dari api) lebih baik daripada Adam (tercipta dari tanah) (12).
4. Allah memerintahkan Iblis keluar dari surga dg hina krn kesombonganya (13)
5. Iblis memohon ditangguhkan kematiannya sampai hari akhir (14)
6. Allah memperkenankan permohonan Iblis (15)
7. Iblis berjanji akan menghalangi manusia dari jalan yang lurus (16) dan mendatanginya dari depan, belakang, kanan, dan kiri manusia (17).
8. Allah mengancam dg neraka bagi manusia yang mengikuti ajakan Iblis (18)
9. Adam dan istrinya tinggal di surga, dibebaskan makan semua buah yg ada, kecuali buah khuldi, sbgmn diceritakan di banyak ayat lain, di antaranya:

Kemudian syaitan membisikkan fikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?” (Thaahaa 20:120)

Istri Adam (Hawa) menurut banyak mufasir diciptakan dari tubuh Adam berdasarkan ayat berikut:

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak… (An Nisaa 4:1)
10. Iblis membujuk Adam dan istrinya agar mendekati pohon khuldi tsb dg mengatakan bahwa larangan tsb tdk lain agar mereka tdk menjadi malaikat dan tdk kekal di dlm surga (krn sbg calon khalifah di bumi, Adam suatu saat akan keluar dari surga dan melaksanakan tugasnya di bumi). Bahkan syetan pun berani bersumpah bhw tujuan dia semata hanya menasehati demi kebaikan Adam dan istrinya (20-21)
11. Adam dan istrinya akhirnya mengikuti ‘saran’ syetan, memakan buah tsb dan mereka dipermalukan dg dibukakannya aurat mereka (22)
12. Allah kemudian menegur mereka atas 2 kesalahan: 1) melanggar perintahNya utk menjauhi pohon khuldi tsb; 2) tdk menjadikan syetan sbg musuh yang nyata (22)
13. Mereka menyesal atas perbuatan dosa tsb serta bertaubat dlm doa yang sering kita baca (23)

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.”
14. Allah kemudian menurunkan Adam dan istrinya ke bumi. Mereka tinggal selamanya di bumi (24-25).
15. Di ayat lain, dijelaskan bhw taubat Adam dan istrinya di atas akhirnya diterima Allah setelah mereka turun ke bumi dan Adam diangkat sbg Rasul:

Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman, “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.” Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (Al Baqarah 2:36-37)

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam