Kisah Bani Israil

Ayat 159-171 mengisahkan Bani Israil sbg bangsa yang diistimewakan Allah, diutus banyak rasul ttp terus mengingkari Allah SWT.

  • Di antara Bani Israil ada orang2 yang taat (159) – walaupun jumlahnya minoritas, spt dinyatakan juga di ayat lain:

Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (Al Maaidah 5:13)

  • Mereka diberi kelebihan keturunan / suku yang berjumlah besar. Terdiri dari 12 suku (160)
  • Allah menurunkan mukjizat berupa 12 mata air bagi masing2 12 suku. Juga mukjizat lain, berupa diturunkannya makanan berupa manna dan salwa (160)

Di ayat 160, Allah menyindir mereka, dg menyatakan, “Mereka tidak menganiaya Kami, ttp merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri”, artinya ingkarnya mereka tdk akan mengurangi sesuatu apa pun dari Allah. Mereka yg akan menerima akibatnya krn menentang ketetapan Allah bhw siapa yang ingkar akan diberi kehinaan dan siksa di dunia dan akhirat.

  • Allah memberikan daerah yang subur (sebagian mufasir menyebut, Yerussalem, Palestina, juga ada Syiria), tetapi mereka menolak memasukinya krn tdk mau mengikuti perintah Allah utk memerangi penguasa zalim di daerah tsb (161). Ini disebutkan juga di ayat lain sbb:

Mereka berkata, “Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka ke luar daripadanya, pasti kami akan memasukinya.”
Mereka berkata, “Hai Musa, kami sekali sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.” (Al Maa’idah 5:22,24)

  • Mereka senang mengubah2 ayat2 Allah (162). Perilaku Bani Israil mengubah2 ayat Allah ini banyak disebutkan di dalam Al Quran, di antaranya ayat 5:13 di atas dan ayat berikut:

Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang membuat-buat suatu kedustaan terhadap Allah, atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang aniaya itu tidak mendapat keberuntungan. (Al An’aam 6:21)

Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata: “Kami mendengar”, tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula): “Dengarlah” sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa… (An Nisaa 4:46)

  • Mereka melanggar perjanjian dg Allah, utk tdk mencari ikan (bekerja) di hari Sabtu (163)
  • Mereka tdk mau dinasehati dan tdk mau juga menasehati (amar ma’ruf nahi munkar). Diceritakan bagaimana jawaban orang2 saleh dari mereka yang mengingatkan kaumnya ttp malah dipertanyakan utk apa. Orang2 yang saleh ini menjawab, “Kami melakukan ini agar kami tdk dianggap _ignorance (masabodo) oleh Tuhan kalian”_ sudah mengingatkan (164). Sikap enggan melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar ini dijelaskan juga di ayat lain:

Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. (Al Maa’idah 5:79)

Menarik di sini, Allah menjelaskan tahapan treatment bagi orang yang fasik – yafsuqun (mereka yg tdk mau mengikuti ayat Allah, walaupun sudah beriman) sbb:

Tahap 1: Diberi peringatan dlm bentuk ujian/cobaan
Ini diterangkan di akhir ayat 163, yakni Allah sengaja membuat banyak ikan tampak terapung dg jinaknyadi permukaan laut setiap hari Sabtu, sedangkan di hari lain harus dicari ke tengah laut.
Di ayat 168 juga dijelaskan bhw cobaan bisa berupa hal yang baik2 atau pun musibah. Tujuannya agar mereka kembali kpd kebenaran.

Tahap 2: Diturunkan siksa yang keras (bila tetap tdk berubah setelah diberi ujian/cobaan)
Ini dijelaskan di ayat 165-166, dimana sebagian kaum Yahudi yang melanggar peraturan hari Sabtu tsb akhirnya diubah menjadi kera yang hina.

Allah kemudian menjelaskan, ancaman bagi mereka yang terus menerus berbuat fasik, akan terus mendapatkan azab hingga hari kiamat (167).

Lanjut kembali kisah Bani Israil:

  • Ada sekolompok di Bani Israil yang mengklaim, bhw mereka pasti akan diampuni, pasti akan masuk surga, padahal mereka sangat senang dan serakah thd harta kenikmatan dunia (169). Hal ini pun banyak disebut di ayat lain sbb:

Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan, “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.” Katakanlah, “Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia(biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu) (Al Maa’idah 5:18)

Kemudian ditegaskan oleh Allah, bhw surga tdk akan dicapai kecuali melalui iman dan amal soleh, yakni berpegang teguh pada ayat Allah, dan melaksanakan ketaatan kpd Allah (spt mendirikan sholat) secara tekun (170). Di ayat lain disebutkan juga:

Dan mereka berkata, “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani.” Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah, “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar.” _
_(Tidak demikian) melainkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
(Al Baqarah 2:111-112_

  • Mereka pernah diancam dg diangkatnya bukit ke udara shg mereka ketakutan krn langit gelap dan takut bukit tsb jatuh menimpa mereka, shg mereka akhirnya saat itu mau bertaubat dg berjanji kpd Allah utk berpegang teguh, tdk pernah ragu pada Taurat dan risalah yg dibawa Musa as, dan melaksanakannya dg sungguh2 (bertakwa) (171). Akhirnya perjanjian ini pun mereka langgar kembali. Peristiwa ini disebutkan juga di ayat lain:

Dan (ingatlah), ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka), ”Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa”. (Al A’raaf 7:171)

Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka… (An Nisaa’ 4:154)

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman), “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!” Mereka menjawab: ”Kami mendengar tetapi tidak mentaati”. (Al Baqarah 2:93)

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a’lam bish-shawab