Informasi mengenai Hari Kiamat

Ayat 187 menerangkan bbrp hal terkait dg hari kiamat:

  1. Waktu terjadinya hari kiamat tdk ada yang tahu, bahkan rasul sekali pun. Di ayat lain pun ditegaskan:

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat… (Luqman 31:34)
2. Saat terjadinya kiamat disebut sbg hari yang sangat berat, mengurasi habis energi fisik, mental, emosional makhluk dan segala yang ada di langit dan di bumi
3. Kiamat datang dengan tiba-tiba. Ini typical dg siksa Allah yang selalu datang dg tiba-tiba.

Kemudian diulang kembali, bhw pengetahuan mengenai kiamat hanya Allah yang mengetahui. Tidak seorang pun yang mengetahuinya, termasuk juga para rasul.

Ayat 188 kemudian menegaskan bhw Rasul hanya mengetahui sebatas apa yang diberitahu oleh Allah SWT. Rasul juga manusia yang mengalami susah-senang, kalah-menang, dan rasul (spt yang dijelaskan di banyak ayat lain) memiliki 2 misi:

  1. Memberi peringatan akan azab Allah, akan sunnatullah – siapa yang ingkar mendapat siksa di dunia dan neraka;
  2. Membawa kabar gembira akan hari pengadilan di akhirat, akan balasan kebaikan di dunia dan akhirat, dan mengenai cara2 beribadah yang diterima Allah SWT.

Dua Jenis Kemusyrikan

Ayat 189-198 menjelaskan dua jenis kemusyrikan:

1. Musyrik akibat kufur nikmat

Dicontohkan kronologis kufur nikmat yang akhirnya berubah menjadi menyekutukan Allah sbb:

  1. (Sang calon Suami) dilahirkan, berasal dari jiwa yang satu, yakni Adam
  2. Dipertemukan dg perempuan calon Istri yang dicintainya, yang juga berasal dari Hawa yang diciptakan dari Adam
  3. Mereka menikah, menjadi suami istri
  4. Sang Istri hamil mengandung. Mereka pun berharap, berdoa agar segala kebaikan tercurah bagi anaknya di kandungan. “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang soleh, tentulah kami termasuk orang2 yang bersyukur” (189)
  5. Anaknya pun lahir dg sempurna tanpa cacat
  6. Pasangan suami-istri ini kemudian (tdk sadar) menyekutukan Allah krn menjadikan anaknya sbg urusan yang paling utama, sehingga mengabaikan kewajiban mereka menjalankan ketaatan kpd Allah (190)

2. Musyrik dlm bentuk Menyembah Berhala

Allah menerangkan kebodohan praktek menyembah berhala dan mengajak kita berpikir rasional thd praktek ini:

  • Berhala tdk bisa menciptakan apa pun, bahkan mereka diciptakan oleh manusia (191). Di ayat lain disebutkan juga:

Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apapun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) dibuat orang. (An Nahl 16:20)

  • Berhala tdk mampu memberi pertolongan, bahkan mereka pun tdk bisa menolong dirinya sendiri (192)
  • Berhala tdk mampu memberi petunjuk apa pun. Sama saja menyembah berdoa kpd mereka ataupun tidak (193)
  • Berhala adalah ciptaan (makhluk) Allah yang sama dg manusia yg menyembahnya. Mereka semuanya mengikuti sunnatullah (ketetapan Allah) sesuai tabiat ciptaan mereka. Bagaimana mungkin mereka yang sama2 lemah dan terbatasnya dg manusia bisa mengabulkan permintaan mereka yang berdoa kpdnya? (194)
  • Berhala walaupun memiliki kaki, tangan, mata dan telinga, ttp semuanya itu tdk fungsional. Bagaimana bisa berhala itu melindungi atau menurunkan siksaan kpd manusia (yg memiliki kaki, tangan dan telinga yang semuanya fungsional)? (195). Bagaimana mungkin berhala ini disamakan dg Dzat yang menurunkan Al Quran yang penuh hikmah, mukjizat dan petunjuk bagi org bertakwa? Atau disamakan dg Dzat yang melindungi orang2 yang saleh? (196)
  • Berhala tdk bisa mendengar doa permohonan manusia. Berhala juga tdk bisa melihat apa yang diperbuat manusia (198). Di ayat lain, disebutkan juga:

Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyirikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui (Faathir 35:14)

Bahkan di ayat di atas, disebutkan, berhala tsb nanti di hari akhir akan bersaksi bhw bukan mereka yg menjadikan manusia musyrik, tetapi manusia itu sendiri yang menyembah mereka sbg tuhan.

Akhlak Mulia dan Perintah kpd Orang Beriman

Allah menjelaskan bbrp sifat mulia sbg fondasi kedua setelah fondasi pertama akidah (keimanan, ketauhidan) sbb:

  1. Jadilah orang yang pemaaf, mudah memaafkan kesalahan org lain (199). Di ayat lain pun disebutkan:

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (Ali Imran 3:134)
2. Laksanakanlah amar ma’ruf (mengajak org mengerjakan kebaikan) (199). Di ayat lain, disebutkan perintah utk mengajak kebaikan haruslah dengan cara dan teknik yang tepat:

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (An Nahl 16:125)
3. Jauhi, tinggalkan orang yg zalim, yang tidak/jarang menggunakan akal rasionya shg berlaku zalim kpd dirinya (199)
4. Berlindunglah kpd Allah kalau (takut) terjerumus oleh godaan syetan (200). Bagi org bertakwa, diperintahkan mengingat Allah (dzikrullah) agar selamat dari godaan syetan, segera disadarkan akan dari kesalahan2nya (201). Sebaliknya, bagi org yang fasik, mereka akan semakin jauh sesatnya dan saling menyesatkan satu sama lain (202).
5. Mengakui ayat2 Allah di dalam Al Quran sbg bukti kebenaran (mukjizat) Allah. Menjadikannya petunjuk hidup dan rahmat pembawa kebaikan (203)
6. Bila ada yang membaca Al Quran, mendengarkan baik-baik, memperhatikan kandungan ayat2nya agar diturunkan rahmat (204). Di dalam satu hadits disebutkan:

Barangsiapa mendengar satu ayat Al Quran yang dibacakan, ia akan mendapat pahala berlipat ganda. Barangsiapa membacanya, ia akan mendapatkan cahaya di hari kiamat kelak. (HR Imam Ahmad)
7. Berdzikirlah di dalam hati diiringi sikap merendahkan diri dan rasa takut, serta tdk dengan suara keras. Jangan pernah lupa (lengah) memperbanyak berdzikir di waktu pagi dan sore (205). Contohlah malaikat yang tdk pernah merasa malas menyembah Allah, berdzikir dan bersujud kpd Allah SWT (206). Perintah mengingat Allah, berdzikir ini disebut di dalam bbrp ayat dan hadits berikut:

Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam. (Qaaf 50:39)

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar Ra’d 13:28)

Di ayat lain, juga disebutkan perintah utk berdzikir, mengingat Allah sebanyak-banyaknya:

Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. (Al Ahzab 33:41)

Surat Al A’raaf selesai. Sebagai penutup mgkn kita bisa renungkan bersama ayat berikut ini. Semoga kita tetap dibimbing, diberi petunjuk melalui kitabNya Al Quran yg mulia ini. Aamiin YRA.

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun. (Az Zumar 39:23)

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a’lam bish-shawab