Setelah memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi dan menjadikan bumi tempat tinggal mereka, Allah menjelaskan hal2 yang mereka butuhkan dlm urusan agama dan dunia.

Pertama, adalah pakaian, yang memiliki 2 fungsi: 1) menutup aurat, 2) agar tampak indah, sbg perhiasan. Di sini Allah menjelaskan agar kita fokus melengkapi pakaian takwa kita krn itulah pakaian yang terbaik di sisi Allah (26).

Kemudian Allah mengingatkan kita dari tipu daya Iblis dan tentaranya, sembari menjelaskan permusuhan lama Iblis yg sangat kuat thd nenek moyang manusia (Adam) dalam usahanya utk mengeluarkan Adam-Hawa dari surga. Jangan sampai kita lupa memohon perlindungan kpd Allah dari godaan Iblis dan tentaranya, krn kita tdk bisa melihat mereka (sedangkan mereka bisa) (27). Di ayat lain, dijelaskan:

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim. (Al Kahfi 18:50)

Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. (Ibrahim 14:22)

Ibadah Org Musyrik dan Orang Beriman

Allah kemudian mengulangi sikap kaum musyrik dalam beribadah, yakni taqlid mengikuti apa yang sudah dikerjakan oleh nenek moyang mereka, padahal yang mereka lakukan adalah mengada-ada hukum yang tdk ada dasar perintahnya di ayat2 Allah (28). Di dalam tafsir Al Munir, disebutkan contohnya, adalah thawaf org Musyrik Mekkah saat itu dg cara bertelanjang (krn menganggap pakaian adalah kotor krn dipakai ketika mereka berbuat dosa).

Kemudian kita dikontraskan dg ibadahnya kaum beriman, yang berpegang pada 3 prinsip (29):

  1. Bersikap adil, tdk berlebih-lebihan
  2. Istiqamah dalam beribadah
  3. Mengikhlaskan ketaatan, beribadah semata krn Allah

Selanjutnya Allah menekankan pentingnya crosscheck thd ayat2 Allah dan contoh Nabi SAW atas ibadah apa pun yang kita kerjakan. Dalam kaitannya dg ini, Allah menjelaskan di akhirat nanti, akan ada 2 golongan (30):

  1. Mereka yang beribadah sesuai dg petunjuk ayat2 Allah dan contoh Nabi SAW. Mereka ini dikatakan sbg masih mengikuti fitrah sbgmn ketika dilahirkan, sbgmn disebutkan di dalam hadits qudsi berikut:

Aku menciptakan hamba-hambaKu dalam keadaan lurus. Lalu setan mendatangi mereka, merampas mereka dari agama mereka (HR Muslim)

  1. Mereka yang menjadikan bisikan setan sbg guidance selain ayat2 Allah, mengira bisikan setan ini sbg petunjuk Allah, shg beribadah mengikuti ‘petunjuk’ ini tanpa cross-check thd ayat2 Allah dan contoh Nabi SAW (spt contoh org Musyrik Mekkah di atas). Hal ini diterangkan pula di ayat berikut:

Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”
Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. (Al Kahfi 18:103-104)

Hal yang Dihalalkan dan Diharamkan Allah

Ayat 31 -32 menjelaskan contoh hal yang dibolehkan oleh Allah:

  • Mengenakan pakaian yang bagus untuk ke masjid
  • Makan minum selama tdk berlebih-lebihan

Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam makanan yang bisa menegakkan tulang rusuknya. Jika melakukan maka 1/3 utk makanannya, 1/3 utk minumannya, dan 1/3 utk nafasnya. (HR at Tarmidzi)

  • Dibolehkan memakai perhiasan, kecuali emas dan sutra bagi laki-laki

Bumi dan segala isinya diciptakan Allah untuk manusia, dipersilahkan utk kita manfaatkan selama tetap menjaga amanah sbg khalifah (wakil) Allah – yakni memeliharanya dan tdk untuk kezaliman. Di ayat lain dijelaskan sbb:

Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (Al Baqarah 2:29)

Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin (Luqman 31:20)

Ayat 33 menerangkan bbrp hal yang diharamkan Allah, yakni:

  • Perbuatan keji yang dilakukan terang2an maupun yg dilakukan diam-diam
  • Maksiat2 kecil yang menyebabkan dosa
  • Melanggar hak manusia tanpa alasan yg benar, yakni kezaliman, melampaui batas kerusakan, dan mengambil hak org lain
  • Menyekutukan Allah
  • Mengada2kan perkara atas nama Allah tanpa dasar ilmu dan ayat2 Allah

Ajal Manusia dan Generasi Masyarakat

Ayat 34 menjelaskan adanya ajal, batas waktu hidup bagi setiap manusia dan generasi umat, dimana ajal tsb bersifat presisi, tdk bisa dimajukan atau dimundurkan sedikit pun.

Penerimaan Manusia thd Ayat Allah

Allah kemudian menjelaskan 2 respon manusia ketika mereka disampaikan ayat Allah kpd mereka:

  1. Menerima ayat2 Allah, bertakwa, dan segera introspeksi diri (mengadakan perbaikan). Mereka ini dikatakan tdk merasa khawatir dan tidak bersedih (35)
  2. Mendustakan dan menyombongkan diri, menganggap dirinya lebih tahu daripada apa yang diterangkan dlm ayat2 Allah. Mereka ini oleh Allah diancam masuk neraka (36). Kita kemudian dijelaskan 2 dialog orang kafir ini:
  3. Dialog mereka dg malaikat maut pada saat menjelang ajal. Akhirnya mereka akan mengakui bhw berhala2 tsb bukanlah Tuhan dan mereka sdh terjerumus kpd kekafiran (37)
  4. Dialog dg sesama penghuni neraka ketika mereka dimasukkan ke dalam neraka. Mereka saling mengutuk temannya krn sudah menyesatkan dia dan berdoa agar Allah menimpakan azab yang lebih berat kpd temannya. Allah kemudian menjawab, “Masing2 (sdh) mendapat siksa yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tdk mengetahuinya” (38-39). Hal ini dijelaskan juga di ayat lain:

Dan berkata Ibrahim, “Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini kemudian di hari kiamat sebagian kamu mengingkari sebagian (yang lain) dan sebagian kamu mengutuk sebagian (yang lain); dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali-kali tak ada bagimu para penolongpun.” (Al ‘Ankabuut 29:25)

Dan mereka berkata, ”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar.” (Al Ahzab 33:67-68)

Na’udzubillahi min dzalik…

Maha Benar Allah dg Segala FirmanNya.

Wallahu a’lam