Balasan bagi Orang Kafir dan Orang Beriman

Allah mengkontraskan balasan yang diterima oleh orang kafir dan orang mukmin dan bertakwa di ayat 40-43.

  1. Orang yang berbuat kejahatan, disebut juga sbg orang yang zalim, dg ciri sbb:
  • Mendustakan ayat2 Allah (40), dan mengingkari ayat2 Allah (51)
  • Menyombongkan diri terhadap Allah (40)
  • Menghalang-halangi orang lain dari jalan Allah (45)
  • Mengingkari dan melupakan akan adanya kehidupan akhirat (45, 51)
  • Menjadikan agama mereka sbg main-main dan bahan guyon (51)
  • Terlena, terlupakan oleh kehidupan/kenikmatan dunia (51)

Mereka ini diberi balasan siksa berupa:

  • Ditutupkannya hidayah dari hati dan panca indera mereka (tidak akan dibukakan pintu2 langit) (40)
  • Tidak akan mungkin masuk surga (hingga unta masuk ke dalam lubang jarum) (40)
  • Di dalam neraka, mereka diberi alas tidur dan selimut api, dikepung api dari atas dan bawah mereka (41), sbgmana juga disebutkan di ayat lain:

Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah Allah mengancam hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku hai hamba-hamba-Ku. (Az Zumar 39:16)

Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka (Al Humazah 104:8)

  • Diabaikan Allah di hari akhir, sbgmana mereka mengabaikan ayat2 Allah dan kepastian datangnya hari akhirat semasa mereka hidup di dunia (51). Di ayat lain, disebutkan juga:

Allah berfirman, “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan.” (Thaahaa 20:126)
2. Orang yang menerima hidayah Allah, cirinya sbb:

  • Beriman kpd Allah (42)
  • Mengerjakan amal soleh (42)
  • Terus mengusahakan berbuat kebajikan, amal soleh semampu kesanggupannya (Kami tdk memikulkan kewajiban kpd diri seseorg melainkan sekedar kesanggupannya) (42)
  • Taat (dibimbing) kepada hidayah (ayat2 Allah) yang sampai kpd mereka (43)
  • Taat kepada para rasul yang diutus kpd mereka, yang membawa berita gembira (balasan surga atas iman dan amal mereka) (43)

Mereka ini diberi balasan kebaikan berupa:

  • Penghuni tetap surga, kekal selamanya di surga (42)
  • Diangkatnya segala bentuk kesal dan dendam yang mereka alami di dunia. Di ayat selanjutnya (49), disebutkan, mereka ini bebas dari rasa sedih dan khawatir.

Dialog antara Penghuni Surga dan Neraka

Allah menceritakan dialog yang akan terjadi antara Penghuni Surga (PS) dan Penghuni Neraka (PN).

PS: Kami sudah mendapatkan apa yang dijanjikan Tuhan kami. Apakah kalian telah menerima azab yang diancamkan kpd kalian?

PN: Betul.

Allah kemudian menceritakan dialog antara penghuni A’raaf dan penghuni surga dan neraka.

A’raaf (spt dijelaskan di dalam tafsir Al Munir) adalah tempat atau batas tertinggi antara surga dan neraka. Penghuni A’raaf adalah mereka yang kebaikan dan keburukannya sama. Mereka adalah orang-orang yang mengesakan Allah, dosa-dosa mereka menahan mereka dari surga, ttp amal kebaikan mereka menahan mereka dari masuk neraka. Mereka berada di A’raaf ini sampai Allah memutuskan keadan mereka, sbgmn dijelaskan dlm hadits Nabi yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah:

Rasulullah saw ditanya mengenai orang2 yang kebaikan dan keburukan mereka sama, beliau bersabda, “Mereka adalah para penghuni A’raaf. Tidak bisa masuk surga, walaupun mereka menginginkannya.”

Penghuni A’raaf ini mengucapkan salam ketika melihat penghuni surga sambil berharap bisa ikut masuk ke dlm surga (46). Di ayat lain disebutkan, bhw ucapan salam ini banyak sekali diucapkan di dalam surga:

Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam. (Al Waaqi’ah 56:25-26)

Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam surga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rizkinya di surga itu tiap-tiap pagi dan petang. (Maryam 19:62)

(Kepada mereka dikatakan), “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang. (Yaasin 36:58)

Ketika melihat penghuni neraka, mereka berdoa, memohon perlindungan agar tdk dimasukkan ke dalamnya, bersama2 orang2 yang zalim di sana (47). Kemudian, penghuni A’raaf ini pun mencemooh penghuni neraka mengenai harta yang yang diagung2kan ketika di dunia (yg skrg tdk bisa menolong apa2), dan juga sumpah mereka di dunia dulu yang berharap segera didatangkan siksa Allah. (48-49). Mereka ini yang keingkarannya diterangkan di ayat lain sbb:

Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatan pun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya.” Dan mereka berkata, “Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak- anak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan diazab.” (Saba’ 34:34-35)

Berikutnya, diceritakan juga, bagaimana penghuni neraka meminta sedikit air dan makanan kpd penghuni surga. Ttp permintaan mereka ini ditolak krn Allah mengharamkan kenikmatan apa pun bagi mereka penghuni neraka (50).

Na’udzubillahi min dzalik…

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bishawab