Kisah Nabi Hud

Menurut riwayat, Nabi Hud masih keturunan Nabi Nuh, lengkapnya, Hud bin Syalikh bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh, dari golongan terpandang di kalangan bangsa Ad. Bangsa Ad adalah salah satu kabilah Arab yg tinggal di Yaman, Ahqaf sebelah utara Hadramaut. Mereka diberi kelebihan fisik yang tinggi, kekuatan badan, tinggal di bumi yang banyak kebaikan dari tanaman dan hewan ternak. Kronologis Nabi Hud dlm menyampaikan risalah Allah mirip dg Nabi Nuh:

  • Hud menyerukan ketauhidan, sama dg Nuh dan juga para rasul yg lain (65)
  • Kaumnya menganggap Nuh hilang akal (gila) dan berbohong (66)
  • Hud menegaskan bhw dia tidaklah gila, dan dia adalah utusan Allah yang menyampaikan amanah Allah (67-68)
  • Hud kemudian mengingatkan bencana banjir besar yang menimpa kaum Nabi Nuh (yang beritanya sampai juga kpd kaum Ad) (69)
  • Kaum Ad meminta disegerakan ancaman datangnya azab Allah sbg bukti bahwa Hud adalah benar utusan Tuhan (70)
  • Nabi Hud mengatakan, ancaman Allah pasti datang (71)
  • Azab yang dimintakan akhirnya diturunkan Allah kpd kaum Ad, berupa angin yang sangat kencang selama 7 malam 8 hari berturut2, sedangkan Nabi Hud dan pengikutnya diselamatkan Allah (72)

Ingkarnya kaum Ad ini diceritakan dlm bbrp ayat lain spt:

Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main, dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kamu kekal (di dunia)? Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis. (Asy Syu’araa’ 26:128-130)

Kaum Ad berkata, “Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu. Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu.” Hud menjawab, “Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selain-Nya, sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. (Huud 11:53-55)

Sedangkan azab yang diturunkan kpd kaum Ad ini juga digambarkan dlm bbrp ayat spt:

Kaum Ad pun mendustakan (pula). Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus menerus, yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka pokok korma yang tumbang. (Al Qamar 54:18-20)

Dan juga pada (kisah) Ad ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan, angin itu tidak membiarkan satupun yang dilaluinya, melainkan dijadikannya seperti serbuk. (Adz Dzaariyaat 51:41-41)

Adapun kaum Ad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka (Al Haaqqah 69:6-8)

Kisah Nabi Shalih

Kaum Tsamud juga merupakan salah satu kabilah Arab. Mereka tinggal di daerah yang sekarang dikenal sbg Fajjun-Naqah di antara Hijaz dan Syam. Mereka diberi kelebihan membangun rumah spt istana yang dengan memahat gunung.

Rasulullah pernah singgah di daerah ini. Para sahabat saat itu menimba sumur yang dulu ditimba oleh kaum Tsamud dan memasak menggunakan air tsb. Nabi SAW saat itu memerintahkan utk membuang air tsb dan memberikan makanan yg dimasak tsb kepada unta yang ada, dan bersabda,

Janganlah kamu masuk ke tempat masyarakat yang di azab itu, kecuali dengan menangis. Jika kalian tdk menangis jangan masuk ke sana. Aku takut akan menimpa kalian (azab) spt yang menimpa mereka (HR Imam Ahmad)

  • Nabi Shalih menyerukan ketauhidan, sama dg para rasul yg lain (73)
  • Allah kemudian memberikan mukjizat berupa unta betina yang air susunya tdk pernah habis ttp bila unta tsb diganggu maka mereka semua akan mendapatkan musibah (73). Ini sbg cobaan bagi kaum Tsamud yang sangat sombong utk menaati dan takut kpd Allah, sbgmn disebutkan di ayat lain:

Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah. Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu); tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran). Maka mereka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya. (Al Qamar 54:27-29)

  • Mereka yang menentang Nabi Shalih adalah dari kalangan pembesar (76)
  • Kaum Tsamud kemudian sengaja menyembelih unta betina, dan spt kaum Ad, mereka minta disegerakan datangnya azab Allah sbg bukti bahwa Nabi Shalih adalah benar utusan Tuhan (77)
  • Azab yang dimintakan akhirnya diturunkan Allah kpd kaum Tsamud, berupa gempa dan suara yang sangat keras (78), sedangkan Nabi Shalih diselamatkan Allah (79)

Ingkarnya kaum Tsamud ini diceritakan dlm bbrp ayat lain spt:

Maka mereka berkata: “Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita?” Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila.” Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong. Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong. (Al Qamar 54:24-26)

Mereka membunuh unta itu, maka berkata Shalih, “Bersukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.” (Huud 11:65)

Sedangkan azab yang diturunkan kpd kaum Tsamud ini juga digambarkan dlm ayat lain:

Alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang. (Al Qamar 54:30-31)

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bishawab.