Karakter Bani Israil (5)

Masih menyambung perilaku Bani Israil:

  • Mereka tdk rela syariat Islam dan Al Quran menghapus dan mengganti syariat dan kitab suci mereka (106)
  • Mereka memprovokasi kaum muslim agar banyak bertanya spt yg mereka lakukan sebelumnya kpd rasul2 sebelumnya (108). Ini dilakukan agar kaum muslim kembali ragu dan kembali kpd kekafiran (109)
  • Mereka meng-klaim bhw hanya yg beragama Yahudi / Nasrani saja yg masuk surga (111-112). Padahal sebenarnya hanya yg beramal soleh (110) saja yg mendapat pahala dan mengantarkannya masuk surga.
  • Antara Yahudi dan Nasrani saling tuding kitab sucinya tdk bisa dipegang (mgkn krn menganggap tdk lengkap atau tdk otentik) (113)
  • Mereka menghalangi kaum muslim sholat di masjid bahkan mencoba merobohkannya (114). Allah kemudian menenangkan kaum muslim dg membolehkan mereka sholat dimana saja (kemana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah) (115)
  • Mereka percaya Allah punya anak (Isa -Nasrani; dan Uzair -Yahudi) (116). Di sini Allah membantah betapa tdk pantasnya hal tsb dg menegaskan Dia yg menciptakan langit dan bumi dan hanya perlu “Kun” utk menjadikannya.
    Di sini seakan Allah meminta kita utk mengkontraskan dg lamanya proses kehamilan dan berkembangnya anak dari bayi hingga dewasa, yg tdk mungkin dilakukan oleh Dzat yg Maha Mencipta dg satu ucapan “Kun” (117)
  • Mereka mempertanyakan kenapa Allah tdk berbicara langsung kpd mereka (atau pemuka agama mereka) sebagaimana Allah berbicara kpd Musa? (118)

Singkatnya sebenarnya Yahudi dan Nasrani ini sdh berusaha dg berbagai cara bagaimana bisa membantah, tdk ikut kpd risalah Rasulullah bahkan berusaha melemahkan keimanan pengikut Nabi. Mereka bahkan dikatakan tdk akan rela/tenang sampai pengikut Rasulullah ini goyah dan mengikuti agama mereka (120).

Kisah Bani Israil ini ditutup dg mengulang pernyataan Allah akan keistimewaan mereka (122) dan peringatan akan kepastian datangnya hari akhirat dimana setiap orang akan bertanggung jawab sendiri2 atas amalnya. (123).

Menarik di sini melihat struktur bahasan Bani Israil yg dibuka dan ditutup oleh 2 ayat yang identik:

Ayat 47:

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ

Ayat 122:

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ

“Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat.” (2:47 dan 2:122)

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a’lam