Di sini dikisahkan Ibrahim yang menerima perintah utk merenovasi Kabah (125). Kemudian diceritakan juga bagaimana Ibrahim sangat concern thd supporting environment bagi Kabah yg baru direnovasi tsb – doa agar Mekkah menjadi negeri yg aman dan penuh berkah (126).

Menarik bhw Ibrahim pun sangat concern dg anak keturunannya, shg dia berdoa agar mereka taat kpd Allah (128), diutus dan menjadi rasul yg mengajarkan Kitab Allah dan Hikmah (129).

Bahkan diceritakan secara khusus bgmn beliau berpesan kpd Yaqub utk taat kpd Allah yang Esa, dan mengikuti agama Islam serta bgmn Yaqub meneruskan pesan ayahnya (Ibrahim) kpd anak2nya dan mengulanginya waktu Yaqub menjelang meninggal (133).

Menarik di sini, bahwa sebenarnya pesan Nabi dan Rasul itu sama, yakni menyembah Allah yang Esa, Tauhid. Mereka semua dikatakan beragama Islam, walaupun syariat nya berbeda2.

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a’lam


Mengenai Syi’ah

Maksudnya agamanya sama ttp syariatnya beda2 sesuai zaman turunnya, sesuai nabinya.
Nah kalau Syiah kasusnya beda krn nabinya sama ttp mereka bikin tambahan imam2 baru (12 Imam) yg mereka percaya memiliki Karamah krn garis darah.

Bahkan mirip spt Yahudi, mereka menyalahkan Jibril krn menganggap Jibril itu harusnya kasih wahyu ke Ali RA bukan ke Muhammad SAW.

IMHO, Syiah itu awalnya dari politik, diawali dari kalahnya kekuasaan Persia oleh Islam (yang terjadi di masa Umar) kemudian terbunuhnya Husein dan kalah perang melawan Muawiyah. Shg mereka jadi pihak yg tertindas di masa Bani Umayah (dan lanjut sampai Bani Abbasiyah). Setelah politik kalah baru deh bikin yg aneh2 spt 12 Imam tsb dan menambah2 hadits dg perkataan Imam2 mereka (dianggap setara dg hadits)

Intinya ingin menaikkan lagi pamor bangsa Persia.

Nambah dikit. Soal garis darah, org alim krn keturunan ini dibantah di ayat ODOP kita hari ini sebenarnya.

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”. (2:124)

Jadi Allah hanya mengabulkan doa Ibrahim selama keturunannya tdk zalim.