Ayat 146 menjelaskan bahwa sebenarnya kaum Yahudi & Nasrani itu sdh mengenali tanda2 kenabian yang ada pada Rasulullah. Di dalam hati, mereka mengakui bahwa beliau adalah yg menjadi Nabi penutup, Juru Selamat yg disebutkan di dalam Taurat dan Injil. Tetapi tidak mau diakui karena benci (krn Rasulullah bukan dari Bani Israil) dan ego/gengsi (krn malu akan posisi mereka sbg tokoh masyarakat atau pendeta).

Kemudian dijelaskan betapa banyak nikmat yg dikaruniakan kpd kaum muslim saat itu:

  1. Diutus rasul (Rasulullah) kpd mereka (151)
  2. Diturunkannya Al Kitab (Al Quran)
  3. Diampuni (disucikan) dosa2 mereka
  4. Diajarkan kandungan Al Kitab (Quran) dan hikmah melalui Rasulullah
  5. Memiliki kiblat sendiri (148-150)

Memiliki kiblat sendiri ini dikatakan sbg nikmat yg menggenapkan, menyempurnakan 4 nikmat sebelumnya (150) krn dengan adanya kiblat ini lengkaplah sudah Islam sbg agama, spt Yahudi dan Nasrani.

Allah kemudian memberikan beberapa perintah kpd kita:

  • Banyak2 mengingat Allah. Ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (152)
  • Banyak2 bersyukur mengingat nikmat Allah. Bersyukurlah kepada-Ku. Janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (152)

Ayat 153-158 membahas formula sabar, sholat dan cobaan. Dibahas terpisah.

Ayat 159-160 menjelaskan bhw Allah menerima taubat kaum Yahudi & Nasrani (yg menyembunyikan kebenaran kerasulan Nabi) asalkan mereka memperbaiki diri.

Tetapi kalau mereka memilih tetap kafir maka mereka mendapat laknat (161) dan kekal di neraka (162).

Ayat 153-158 membahas formula terkait mengenai sabar, sholat, khusyu’ dan cobaan.

Hal menarik di sini adalah struktur Al Quran dlm menjelaskan rangkaian sabar, sholat dan cobaan di ayat 45-46 sama dengan di ayat 153-156.

>Al Baqarah 2:45-46

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,
(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

— bandingkan dg ayat berikut —

>Al Baqarah 2:153

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

>Al Baqarah 2:155-156

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”

Maka kalau kita summary:

45-46:
PENOLONG = SABAR + SHOLAT + KHUSYU’

153-156:
PENOLONG COBAAN = SABAR + SHOLAT + “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”

KHUSYU’ = orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun = “Sungguh kami ini milik Allah dan sungguh kepada Allah kami kembali

Khusyu’ di sini ternyata ekivalen maknanya dg “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”

Jadi dua set ayat di atas sebenarnya berbicara hal yg sama, yakni howto (rumus) menghadapi cobaan:

PERTOLONGAN =

= SABAR + SHOLAT + KHUSYU’

= SABAR + SHOLAT + “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”

Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (157)

Mereka yg melaksanakan rumus di atas dikatakan menerima balasan amal sbb:

  1. Keberkahan yg sempurna dan rahmat Alllah. Yang ada semua menjadi manfaat. Yang hilang pun juga menjadi kebaikan.
  2. Mendapat petunjuk Allah. Hidup yg selalu dibimbing oleh nurani yg peka thd Nur Allah

Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber’umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui. (158)

Bahasan mengenai cobaan, sabar, sholat dan khusyu’ ini ditutup dg contoh penerapannya di kisah perjalanan Shafaa-Marwah yg dilakukan oleh Siti Hajar hingga menjadi ibadah Sa’i. Maka ditegaskan oleh Allah di akhir ayat, siapa pun yg mengerjakan kebaikan (sholat), dan diiringi oleh kerelaan hati (sabar) maka dua balasan amal tadi disegerakan oleh Allah krn Dia Maha Mensyukuri dan Maha Mengetahui.

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a’lam