Bentuk Kebajikan yang Sesungguhnya

Dalam satu hadits diceritakan, suatu hari Nabi ditanya, “Bukankah menghadapkan wajah ke arah timur dan barat itu adalah kebajikan (Al-Birr)?”

Al-Birr (kebajikan) di sini artinya segala sesuatu yg menjadi sarana utk mendekatkan diri kpd Allah.

Kaum Nasrani saat itu beribadah menghadap ke timur, sedangkan Yahudi berkiblat ke barat.

Maka turunlah ayat 2:177 yang menerangkan, bahwa sebenarnya yg disebut sbg Kebajikan (“Al Birr”) itu adalah:

  1. Beriman kpd Allah
  2. Beriman kpd hari akhir
  3. Beriman kpd malaikat
  4. Beriman kpd kitab Allah
  5. Beriman kpd para nabi dan rasul
  6. Memberikan harta yg dicintai kpd kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta;
  7. (memerdekakan) hamba sahaya
  8. mendirikan shalat
  9. menunaikan zakat
  10. menepati janjinya
  11. sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan.

Melihat dari urutannya, ternyata iman diletakkan di awal (1-5), kemudian lanjut ke ibadah sosial (6-7) baru kemudian ibadah ritual sholat, zakat dan terakhir integritas dan sabar (10-11).

Hal lain yg menarik adalah bagaimana di point 6, Allah menjelaskan prioritas dlm ibadah sosial kita, yakni mendahulukan kerabat (saudara), baru kemudian yatim, miskin, musafir dan peminta2.

Hukum Qisash

Dulu sebelum Islam hukuman pembunuh bermacam2. Kaum Yahudi dg qishash, sedangkan Nasrani dg denda, sedangkan di kalangan bangsa Arab Jahiliah berkembang kebiasaan balas dendam, yang dibunuh adalah selain si pembunuh dan bisa jadi 10 org dibunuh krn 1 pembunuhan.

Maka di ayat ini Allah menetapkan bhw qisash ttp harus yg sepadan. Kemudian kalau keluarga korban memaafkan maka dibolehkan si pembunuh hanya membayar denda dg penekanan tetap berlaku baik, adil dan tdk melampaui batas. (178)

Ayat 179 menutup topik qisash dg penegasan bahwa kalau dipikirkan dalam2 maka di dalam qisash ada jaminan kehidupan.

Kewajiban Berwasiat

Ayat 180-182 membahas mengenai kewajiban meninggalkan wasiat bagi mereka yang sudah kritis, mengkhawatirkan wafat dalam waktu dekat. Detail ayat ini dijelaskan di Surah An Nisaa 4:11-12).

Kewajiban Puasa dan Keutamaan Berdoa

Ayat 183 dst membahas kewajiban puasa bagi org beriman dg final KPI menjadi orang yang bertakwa.

Menarik di sini, bhw di tengah2 pembahasan mengenai puasa tiba2 terselip ayat mengenai kedekatan Allah dan doa.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (186)

Dekat di sini dijelaskan juga di ayat lain:

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya (Qaaf 50:16)

Implisit di sini Allah memerintahkan kpd kita orang beriman yang sedang menjalankan Shaum utk memperbanyak berdoa kpd Dia yang Maha Mendengar, yang sangat dekat, bahkan lebih dekat daripada urat leher kita.

Mahabenar Allah dengan segala firmanNya….

Wallahu a’lam.