Larangan Memakan Harta dg Batil

Terkait hal ini, Allah melarang kita dg 2 cara (188):

  1. Mengambil dg cara yg batil secara langsung (penipuan jual/beli, mengambil harta anak yatim, merampas dll)
  2. Mengambil dg cara yg batil melalui (manipulasi) proses hukum (tidak langsung) – sengketa perdata/pidana di pengadilan dg menyuap

Larangan ini disebutkan juga di ayat lain berikut:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (An Nisaa 4:29)

Sedangkan harta anak yatim disebut secara khusus:

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (An Nisaa 4:10)

Ayat 189 menjelaskan mengenai hikmah penanggalan menggunakan bulan sbg penanda musim haji. Juga dibahas kebiasaan penduduk Mekkah waktu itu yg setelah haji/umrah mereka masuk rumah lewat belakang rumah (tdk lewat pintu depan). Ditegaskan bhw itu sia2.

Prinsip Perang di Jalan Allah

Ayat 190-195 membahas mengenai prinsip2 berperang (menurut tafsir Al Munir):

  • Perang di jalan Allah disyariatkan utk menahan serangan dan melindungi dakwah dan kebebasan agama Tuhan (191-193)
  • Pensyariatan perang bercirikan keadilan dan kebenaran. Tidak melampaui batas (190), tdk menganiaya. Tujuan perang bukan menghancurkan, merusak, dan bukan semata2 utk menteror. Org yg tdk ikut berperang (spt anak2, orangtua, dan wanita) tdk boleh dibunuh. Pohon dan tanaman tdk boleh ditebang. Hewan tdk boleh dibunuh kecuali utk makan.
  • Perang tdk boleh dilakukan di masjidil haram (191)
  • Perang bukan utk memaksa orang menerima Islam. Ini dilarang di bbrp ayat spt:

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al Baqarah 2:256)

Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? (Yunus 10:99)

Topik perang ini ditutup dg perintah utk menjunjung tinggi perhitungan strategi (jangan menjatuhkan diri ke dlm kebinasaan), moral dan kebaikan (195).

Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (195)

Sbg tambahan, perintah perang baru turunkan di Madinah dimana kekuatan Islam saat itu sdh cukup besar. Jadi sesuai dg ayat 195 di atas kita diminta utk menimbang strategi dan kekuatan dulu sebelum maju perang.

Mahabenar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a’lam