Adab di dalam Ibadah Haji dan Umrah

Allah menjelaskan bbrp adab terkait ibadah haji dan umrah:

  • Menjaga lisan ternyata sangat ditekankan dlm haji/umrah. Bahkan disebutkan khusus: tdk boleh rafats (berkata tdk senonoh), berbuat fasik (caci maki) dan berbantah2an. Kemudian ditegaskan juga, bhw Allah perbuatan baik sekecil apa pun termasuk sengaja mengalah, bersabar dan menahan diri dari rafats, caci maki dan berbantah2an
  • Mempersiapkan bekal, dg bekal utama adalah sikap hati yg bertakwa. Bekal ini ditutup dengan “orang2 yang berakal”. Maksudnya dari takwa lah muncul kepasrahan dan daya tahan sabar menghadapi situasi yg mgkn tdk terduga, shg disebutkan bekal sikap hati ini sbg “sebaik2nya bekal” (198)
  • Dibolehkannya berdagang selama tdk mengganggu rukun2 haji/umrah (199)
  • Dianjurkan memperbanyak berdzikir dan doa sapu jagat ketika selesai melaksanakan haji/umrah (200-201)

Orang Munafik dan Orang Beriman

Ayat 204 dst menjelaskan mengenai bbrp ciri org munafik yg dikatakan sbg penantang (Allah) yg paling keras:

  1. “ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu”. Ucapan dunia yg menarik ini bisa berbentuk kisah keberhasilannya dlm ekonomi, posisi/kekuasaan, atau kefasihan dia dlm menggunakan logika dan ilmu yg dikuasainya (204)
  2. Pekerjaan atau bisnisnya justru membuat kerusakan (205). Di ayat lain, disebutkan bahkan mereka meng-klaim diri mereka sedang melakukan perbaikan walaupun kenyataannya justru sebenarnya merusak
  3. Dan apabila dikatakan kepadanya: “Bertakwalah kepada Allah”, bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. (206)

Tiga ciri ini dikontraskan dg ciri org beriman di ayat 207: mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah, yang dilanjutkan dg perintah Allah kpd mereka utk menerima Islam secara kaffah, menyeluruh.

Mahabenar Allah dengan segala firmanNya….

Wallahu a’lam.