Setelah pembahasan hukum talaq di 231-232 maka dilanjutkan dg himbauan kpd ibu untuk menyusui selama 2 tahun penuh dan ayah memenuhi kebutuhan sandang pangan. Di sini Allah menenangkan kita dg “Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya”, krn besarnya kesulitan yg akan dihadapi oleh orangtua dlm mengasuh anaknya. Ditegaskan pula, utk tetap adil akan hak anak dan dan juga hak pasangan, jangan sampai kehadiran anak mengabaikan hak istri/suami. Dibolehkan juga alternatif utk menyusui < 2 th atau menitipkan anak utk disusui org lain bila kondisi darurat (selama kedua pihak ridho) (233).

Ayat selanjutnya membahas mengenai Iddah (234), menerima pinangan (235), mahar (236-237).

Menarik sebenarnya kenapa Allah menjelaskan sangat detail dari proses pernikahan, talak, cerai, pengasuhan anak, termasuk nanti warisan? Sementara tema lain spt Iptek, bermasyarakat, bisnis (muamalah), termasuk bbrp ibadah pokok spt sholat dan haji hanya dibahas high level saja.

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a’lam.