Ayat 249 membahas mengenai ujian thd pasukan Thalut dlm bentuk menahan diri tdk minum air sungai. Ternyata sebagian besar gagal dan tdk sanggup ikut perang.

Menurut tafsir Al Munir, mereka (Bani Israil) ini gagal karena:

  • Sudah terbiasa melanggar perintah
  • Iman mereka yg lemah

Kita dicontohkan doa pada saat terjepit menghadapi kezaliman dg kekuatan yg minim spt doa Thalut (250):

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir”.

Akhirnya Thalut dimenangkan melawan Jalut. Dikatakan bhw Allah sengaja melindungi sebagian kaum atas kekejaman kaum yg lain (251). Yang sdh disebut sejauh ini, adalah ketika Bani Israil diserang oleh Nebukadnezar dan pasukan Jalut ini.

Di ayat selanjutnya dijelaskan bhw ada bbrp rasul yg memiliki tingkatan lebih utama daripada yg lain (Ulul ‘Azmi) – mgkn krn kesabaran dan tingkat kesulitannya yg lebih tinggi (254).

Ketauhidan kpd Allah

Allah menegaskan di ayat Kursi akan keesaanNya, kebesaran kekuasaanNya yg sama sekali tdk merasa berat mengurus makhlukNya di dunia dan memberi syafaat kpd mereka di akhirat. Yang Maha Mengetahui apa yg ada di depan dan di belakang makhlukNya dan juga yg memiliki segenap ilmu yg hanya sebagian kecil diajarkan kpd makhlukNya (255).

Ayat 256 menjelaskan, walaupun tugas rasul menyampaikan berita gembira dan ancaman sebaik mungkin ttp tidak boleh ada pemaksaan utk mereka menerima Islam. Perlu diperhatikan ini adalah konteks dakwah rasul kpd umat, dan bukan pendidikan agama orangtua kpd anak / keluarga. Utk keluarga ini jelas bhw kita harus menyelamatkan keluarga kita dari api neraka.

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (At Tahrim 66:6)

Dikatakan juga, bhw mereka yang beriman kpd Allah telah berpegang pada tali yang kokoh. Maksudnya, mereka yg beriman tdk mudah terombang-ambing krn mengembalikan segala urusan kpd Allah dan menjadikan kitabNya sbg pedoman hidup mereka.

Sedikit tambahan ilustrasi di Al Quran mengenai luasnya ilmu Allah…

Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula). (Al Kahfi 18:109)

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Luqman 31-27)

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a’lam