Setelah berbicara ke Mahabesaran-Nya, ke Mahakuasaan-Nya dan pengetahuan-Nya yg meliputi segala sesuatu yang disambung dg penegasan tdk ada paksaan dlm menerima hidayah Islam, maka di ayat 257 ditegaskan bhw Dia lah yang akan pasang badan menjadi pelindung (wali, pemimpin) bagi kita yang memilih utk beriman, yang akan membawa kita dari kegelapan menuju kepada cahaya iman. Sedangkan orang yg memilih tetap kafir maka syaithan lah yg akan menjadi pelindung yg membawa mereka terus bertambah2 kesesatannya (dari cahaya menuju kegelapan) dan akan tinggal selamanya di neraka.

Allah menekankan lagi kekuasaanNya dg menceritakan perdebatan Ibrahim dg raja Namruz yang dimenangkan oleh Ibrahim – walaupun (di ayat lain) akhirnya tetap Ibrahim dihukum bakar dan diusir (258).

Tema ketauhidan ini masih disambung dg kisah seorg hamba (menurut bbrp tafsir, adalah Uzair) yg mempertanyakan bgmn bisa Allah menghidupkan kota yang telah hancur. Akhirnya dia diwafatkan dan dihidupkan kembali setelah mati selama 100 tahun. Oleh Yahudi, Uzair ini dianggap sbg anak Tuhan (sama dg Isa oleh Nasrani) krn ajaib bisa hidup kembali (259).

Dikisahkan juga bgmn Allah menunjukkan kekuasaanNya ketika pertanyaan yg sama diajukan oleh Ibrahim, yg akhirnya ditunjukkan oleh Allah bagaimana hidup kembalinya burung dari yang sdh mati, dipotong2, diaduk dan dipisahkan ke puncak gunung yang berbeda (260).

Adab dalam Berinfaq

  1. Menafkahkan harta di jalan Allah dg imbalan 700x keutamaannya (261)
  2. Tidak mengiringi dg ucapan yang merendahkan, menjaga kesantunan ucapan ketika memberi / menafkahkan harta. Ingat2lah bahwa sebesar apa pun dan sebaik apa pun kita, tetap Allah yang Maha Kaya dan Maha Penyantun (262-263).
  3. Tidak riya, mengungkit-ungkit, pamer apalagi dg niat meninggikan kita dan merendahkan org yg menerima. Dikatakan sikap ini akan menghapus bersih pahala seperti hapusnya jejak tanah di batu yg tersiram hujan lebat. Di akhir ayat 264 ditekankan, bhw tdk pantas kita bersikap spt itu krn Allahlah yg memberi kemampuan rezeki kpd kita dan Dia pula yg memberi menurunkan rasa kasihan dan iba shg kita tergerak utk berinfak.

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam