Adab dlm Bermuamalah (2)

Ayat 283 masih menjelaskan mengenai adab bermuamalat:

  • Bila dalam perjalanan dan kita kesulitan menuliskannya maka sebaiknya ada jaminan berupa barang yg dipegang oleh yg berpiutang
  • Bagi para saksi, mereka dilarang mengingkari / menyembunyikan kesaksiannya

Allah yang Maha Meliputi

Ayat 284 menjelaskan sifat Allah yang Maha Meliputi segala sesuatu:

  • Semua yg ada di bumi adalah milikNya
  • Semua niat baik dan buruk; yg ditampakkan dan yg disembunyikan di dalam hati akan dicatat dan diperhitungkan oleh Allah
  • Dia lah satu2nya yang dapat memberi ampunan dan juga menurunkan siksa kpd kita
  • Dia lah satu2nya yang kekuasaanNya meliputi segala sesuatu

Tema ini sebenarnya banyak diulang di ayat yg lain:

Apakah (pantas) Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dialah Maha Halus lagi Maha Mengetahui? (Al Mulk 67:14)

Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit. (Ali Imran 3:5)

Katakanlah: “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu nyatakan, Allah pasti mengetahuinya”. Dia mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Ali Imran 3:29)

Ikrar Ketaatan dan Beban Sesuai Kemampuan

Ayat 285 menjelaskan mengenai ikrar ketaatan kpd risalah yang disampaikan Rasulullah melalui Al Quran. Ikrar ketaatan ini berupa sami’na wa atho’nasaya dengar dan saya ikuti dan ditujukan bagi mereka yg sudah beriman kpd Allah, malaikat2Nya, kitab Al Quran dan yg diturunkan sebelumnya, dan para rasul sebelum Rasulullah.

Ikrar ketaatan ini kemudian dijawab oleh Allah berupa penegasan bhw Dia tidak membebani sesuatu kewajiban kpd seseorang melainkan sesuai dg kemampuannya (286).

Kemudian digambarkan juga sikap hati mereka yang berikrar taat kpd Allah dan rasulNya dlm bentuk doa berikut (286):

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلَانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

  • Janganlah Engkau hukum kami krn lupa, khilaf, lalai dan tdk sengaja atau keliru dlm beramal
  • Janganlah Engkau bebankan kami syariat yang berat spt orang-orang sebelum kami (spt hukum Bani Israil yang bunuh diri sbg syarat taubat, zakat harta 25%)
  • Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya.
  • Maafkanlah kami (atas apa yg kami khilaf, lalai, lupa dan tdk sadar
  • Ampunilah kami (atas apa dosa yg disengaja atau yg tdk bisa dihindari, janganlah Engkau tampak kan aib dan perbuatan buruk kami)
  • Rahmatilah kami (bimbinglah kami dg rahmat petunjukMu dijauhkan dari berbuat dosa di masa mendatang)
  • Engkaulah penolong kami (hanya kepadaMu kami berserah diri dan bermohon pertolongan)
  • Tolonglah kami menghadapi kaum yang kafir (tolonglah kami menghadapi org yg mengabaikan dan mengingkari risalahMu)

Di dalam hadits (Muslim 1340) disebutkan pula bahwa siapa yang membaca kedua ayat terakhir surat Al Baqarah ini (285-286), maka dia akan terhindar dari bencana.


Surat Ali Imran

Ali Imran dibuka dg penegasan ketahuidan Allah dan kemuliaan serta adab membaca Al Quran.

Khusus mengenai Al Quran ini dijelaskan:

  • Al Quran diturunkan dg haq, artinya dari isi dan susunan kata2nya tampak jelas dan nyata bhw AQ adalah kitab yg istimewa dan bukan buatan manusia (3)
  • Al Quran membenarkan kitab2 sebelumnya. Di ayat lain dijelaskan juga, bahwa AQ juga menerangkan hal2 yg diperselisihkan sebelumnya di Taurat dan Injil (spt kisah Nabi Isa, ashabul kahfi, dll) (3)
  • Salah satu fungsi Al Quran adalah sbg furqan, guideline yang bisa kita pakai utk memilah mana yg benar dan yg salah (4)
  • Al Quran berisi ayat yang jelas, muhkamat, bersifat hukum; dan ayat mutasyabihat, yg maknanya abu2 (7)
  • Kita dilarang membahas terlalu banyak ayat mutasyabihat, menerka2 maknanya shg menimbulkan fitnah. Dikatakan perilaku ini adalah ciri khas orang yg hatinya condong kpd kesesatan (7)
  • Kita diperkenalkan profil Ulil Albab atau “Orang yg Mendalam Ilmunya” dan bagaimana adab mereka dlm mentadabburi Al Quran:
  • Mereka menerima apa adanya ayat mutasyabihat dan muhkamat (7)
  • Mereka memohon petunjuk dan rahmat dari Allah dlm mencari makna ayat2 Al Quran, agar jangan sampai kedalaman ilmu mereka malah menjadikan mereka menjadi sesat setelah beriman (8)
  • Mereka meyakini kepastian datangnya hari akhir dimana amal baik/buruk mereka sekecil apa pun akan dihitung dan diberikan balasannya. Keyakinan ini yg menjaga mereka dari menafsirkan AQ dg mengikuti hawa-nafsu (9)

Profile Ulil Albab ini dibahas lebih detail di ayat lain:

orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Al Imran 3:191)

Di ayat lain, mereka yg membaca / mentadabburi Al Quran disebutkan secara spesifik sbg pekerjaan yg disaksikan Allah:

Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (Yunus 10:61)

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a’lam.