Ayat 38 masih melanjutkan kronologis penciptaan Adam. Allah menjelaskan guideline agar Adam dan keturunannya selamat di dunia, yakni:

  1. Kabar gembira. Ikuti petunjuk Allah yg disampaikan lewat Rasul. Balasan bagi mereka yang melaksanakan ini adalah diangkatnya kekhawatiran dan kesedihan dari hati mereka (38)
  2. Peringatan. Bagi mereka yang menolak dan mendustakan petunjuk Allah (kafir) maka akan diberi balasan neraka yang kekal (39)

Perintah dan Peringatan Allah kepada Bani Israil

Allah memberikan perintah dan peringatan kepada Bani Israil (keturunan Yaqub) untuk mengikuti kebenaran:

  • Mensyukuri atas nikmat yang sudah Allah karuniakan kepada bangsa mereka dahulu. Allah memberikan banyak nikmat selama pengembaraan Bani Israil pada masa Musa as, spt diselamatkan dari Fir’aun, manna (roti manis) yang diturunkan dari langit spt hujan, salwa (burung puyuh) yang berjatuhan dari langit juga, air bersih utk minum, dan awan yang menaungi mereka sepanjang perjalanan. Hal ini disebutkan dlm ayat berikut:

Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya: “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!”. Maka memancarlah dari padanya duabelas mata air. Sesungguhnya tiap-tiap suku mengetahui tempat minum masing-masing. Dan Kami naungkan awan di atas mereka dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa. (Kami berfirman), “Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezekikan kepadamu”. Mereka tidak menganiaya Kami, tapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri. (Al A’raaf 7:160)

  • Memenuhi janji yg sdh mereka ikrarkan, yakni bertakwa hanya kpd Allah (40). Di ayat lain disebutkan bagaimana Bani Israil ini melanggar salah satu janji mereka kepada Allah:

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu) kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya. Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. (Al Baqarah 2:85)

  • Beriman kepada Al Quran, menerima Al Quran yang membenarkan isi Taurat (41)
  • Jangan menukar ayat dengan harga yang murah (41) – menutup-nutupi ayat yg tidak menguntungkan dan mencari-cari ayat utk pembenaran atas perbuatan para pendeta mereka (41)
  • Jangan mencampur adukkan yang benar dengan yang batil (42)
  • Jangan menyembunyikan yang benar dengan sengaja (42)
  • Ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’. Teladanilah para pendahulu mereka – orang-orang yang saleh dari Bani Israil. Terimalah ajakan untuk beriman lalu dirikanlah sholat dan tunaikan zakat bersama-sama dengan kaum muslim (43)
  • Jangan memerintahkan org lain melaksanakan kewajiban – yang diri mereka sendiri pun tidak/belum mengerjakannya (44)
  • Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolong. Allah kemudian menegaskan, bahwa walaupun sabar dan sholat adalah senjata dlm menghadapi masalah, tetapi teramat sulit mengamalkannya kecuali bagi orang-orang yang khusyu’ (45).

Dijelaskan kemudian, bahwa formula khusyu’ adalah (46):

  1. Keyakinan akan bertemu dg Allah – untuk mempertanggungjawabkan amal
  2. Keyakinan diri dan jiwa ini akan kembali kepada Allah – bhw semua yg dimiliki hakikatnya akan kembali kpd yg Maha Memiliki
  • Bersyukur akan nikmat Allah kpd Bani Israil yg dilebihkan daripada umat lain (47)
  • Menjaga diri selamat di hari akhir (48)

Catatan Mengenai Janji Bani Israil kepada Allah

Di dalam Al Quran disebutkan beberapa kali mengenai Bani Israil yang melanggar janji kepada Allah.

Pada masa Musa as, karena sangat ingkarnya, Bani Israil pernah dihukum dengan diangkatnya bukit ke langit di atas mereka. Langit menjadi gelap sampai-sampai mereka takut bukit tsb akan menimpa mereka. Akhirnya saat itu mereka mau bertaubat dan berjanji kpd Allah utk berpegang teguh, tdk pernah ragu pada Taurat dan risalah yg dibawa Musa as, serta melaksanakannya dg sungguh2 (bertakwa). Ini diceritakan di ayat berikut:

Dan (ingatlah), ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka), ”Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa”. (Al A’raaf 7:171)

Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka… (An Nisaa’ 4:154)

Diceritakan akhirnya perjanjian ini mereka langgar berkali-kali, sebagaimana disebutkan di ayat berikut:

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman), “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!” Mereka menjawab: ”Kami mendengar tetapi tidak mentaati”. (Al Baqarah 2:93)

10 Nikmat Allah kepada Bani Israil

Kemudian dijelaskan nikmat istimewa apa saja yg pernah diberikan kpd Bani Israil ini:

  1. Selamat dari Fir’aun dan para pengikutnya, yang melakukan penyiksaan dan pembunuhan massal anak laki-laki Bani Israil (50)
  2. Penyeberangan Bani Israil di Laut Merah dalam keadaan selamat setelah disediakannya jalanan yang kering untuk mereka lalui serta penenggelaman Fir’aun dan pasukannya (50)
  3. Penerimaan taubat kesalahan dan dosa besar Bani Israil, seperti ketika mereka berbuat syirik menyembah patung anak sapi (52)
  4. Diturunkan Taurat yang mengandung ayat-ayat hukum – berfungsi sebagai tools pemilah benar/salah dalam memutuskan perkara (53)
  5. Selamatnya Bani Israil dari bahaya kemusyrikan setelah sebelumnya mereka kembali musyrik menyembah patung anak sapi ketika Musa as pergi ke gunung Thursina menerima perintah Allah (54).

Menurut riwayat, mereka yang ikut menjadi musyrik ini sangat banyak. Musa as memerintahkan taubat dengan cara orang yang tidak bersalah membunuh mereka yang bersalah. Allah kemudian menurunkan awan hitam ke atas mereka supaya pada saat pembunuhan nanti mereka tidak saling melihat satu sama lain. Para penyembah patung sapi ini kemudian bertempur dengan pihak mukmin, saling tikam dengan pedang dan belati sejak matahari terbit hingga waktu Dhuha. Jumlah korban yang terbunuh mencapai 70 ribu orang. Sesudah itu Musa as dan Harun as bermunajat kepada Allah, memohonkan ampunan bagi kaumnya, sehingga Allah menerima taubat Bani Israil, baik yang telah terbunuh maupun yang masih hidup.
6. Allah memperbanyak keturunan Bani Israil setelah berbagai musibah dan kematian yang menimpa mereka (56)
7. Allah menaungi Bani Israil dari terik matahari dengan awan putih yang tipis pada waktu mereka berada di lembah Tih (antara Syams dan Mesir) – selama 40 tahun dalam keadaan bingung dan tersesat setelah mereka menyeberangi Laut Merah selamat dari Fir’aun (57)
8. Diturunkannya makanan dari langit berupa manna (roti manis) dan salwa (sejenis burung) (57)
9. Diberikan negeri yg makmur utk mereka tinggal (58). Menurut para Mufassir negeri ini adalah Baitul Maqdis, tetapi ada juga yang berpendapat ini adalah Jericho. Allah memerintahkan mereka memasuki kota tersebut dengan membungkuk, merendahkan diri kepada Allah sambil berdoa sebagai ungkapan rasa syukur kpd Allah. Tetapi banyak dari Bani Israil yang menolak. Allah kemudian menurunkan wabah yang menewaskan 70 ribu orang Bani Israil (59)
10. Dipancarkannya 12 sumber mata air bagi 12 suku besar Bani Israil (keturunan dari 12 putera Yaqub) dari batu pada saat mereka kehausan (60)

Dari kisah Bani Israil di atas, seakan Allah itu ingin memperlihatkan bahwa walaupun satu umat itu tampak diberi banyak keistimewaan namun tetap saja tidak menjadi jaminan mereka akan teguh dalam keimanan dan tidak ingkar terhadap Allah. Jadi jangan pesimis walaupun kita tampak luar tidak diberi keistimewaan sebanyak yg diberikan kpd Bani Israil.

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a’lam bish-shawwab.