Karakter Bani Israil (4)

Masih lanjutan karakter Bani Israil:

  • Allah menantang kalau memang mereka yakin masuk surga maka harusnya mereka tdk takut mati, padahal kenyataannya mereka sangat takut mati (spt menolak ikut jihad perang bersama Nabi) – (94-95)
  • Allah menjelaskan secara eksplisit bhw Bani Israil merupakan manusia yg paling serakah, melebihi kaum musyrik, yg tdk akan cukup walaupun diberi usia 1000 tahun.
  • Ayat 97 menjelaskan hal menarik, ternyata kaum Yahudi di masa Rasulullah membenci malaikat Jibril. Mereka menganggap Jibril salah mengirimkan wahyu, seharusnya kpd keturunan Bani Israil sbgmn nabi2 sebelumnya.
  • Disebutkan juga sebenarnya Bani Israil itu tahu bahwa yg disampaikan Rasulullah itu benar, juga didukung oleh tanda2 yg ada di Taurat (dan Injil). Tetapi mereka menolaknya seakan2 tdk tahu bhw yg disampaikan adalah benar risalah Allah. (101)

Kaum Yahudi mengetahui kebenaran Rasulullah ini bisa dilihat dari pengakuan bbrp pendeta mereka, spt pendeta dari Bukhara (ketika nabi kecil), juga dari Waraqah bin Naufal (masih saudara dari Siti Khadijah). Di hadits juga diceritakan bgmn nabi kedatangan 60 pendeta Yahudi dari Yaman utk ber mubahalah (spt sumpah pocong) dg Rasulullah yang akhirnya mereka tdk berani hadir di hari yg ditentukan.

  • Di ayat 102 disebutkan bhw Bani Israil juga mempelajari ilmu terlarang, ilmu sihir yg diturunkan dari Nabi Sulaiman dan malaikat Harut Marut. Mengenai ini ada banyak diceritakan di Injil (book of Enoch) – ttp tdk tahu kebenaran detailnya krn tdk banyak dibahas di Al Quran dan hadits. Wallahu a’lam
  • Di ayat berikutnya (103), dijelaskan sebenarnya cukup saja Bani Israil itu bertakwa, tdk usah belajar2 klenik sihir spt di atas, maka mereka sdh mendapatkan pahala – balasan yg lebih baik daripada yg didapatkan dari sihir tsb
  • Ciri berikutnya adalah mereka senang merendahkan / mengejek dg permainan bahasa. Contoh di sini (104) adalah jika mereka hendak mengatakan: “Dengarlah kami,” maka mereka mengatakan “raa’ina, padahal yang dimaksudkan adalah ru’unah (sangat bodoh). Juga, dalam hadits diceritakan bahwa jika mereka mengucapkan salam, sebenarnya yg mereka ucapkan adalah: “as-saamu ‘alaikum” (semoga kematian menimpa kalian)
  • Kemudian dijelaskan, sebenarnya besar sekali kebencian mereka (kaum Yahudi Madinah dan musyrik Mekah pada masa itu) kpd Nabi dan pengikutnya shg dikatakan mereka tdk rela ada satu wahyu atau karunia apa pun dari Allah diturunkan kpd kaum muslim. Padahal dijawab di akhir ayat 105, bhw Allah lah yg memiliki hak prerogratif menurunkan wahyu dan karuniaNya sangatlah luas.

Hal menarik di sini adalah Nabi dulu ditentang itu bukan krn tidak dipercaya. Bahkan para pendeta Yahudi dan org2 alim mereka pun mengakui bhw Rasulullah ini sebenarnya yg disebut di dalam Taurat (dan Injil) sbg utusan Tuhan terakhir. Awal penolakan mereka thd rasul adalah krn kedengkian yang berlanjut menjadi kebencian yang teramat sangat krn Muhammad SAW bukan dari keturunan Bani Israil.

Sebagai informasi, dalam tulisan ini disebutkan juga sebenarnya perseteruan ini sudah turun temurun, bahkan Yahudi pun menganggap bhw peristiwa penyembelihan qurban itu bukan Ibrahim dan Ismail melainkan Ibrahim dan Ishak.

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a’lam