Surah Al Furqan terdiri dari 77 ayat dan termasuk dalam kelompok surah Makkiyah.

Penolakan Manusia terhadap Misi Kerasulan

Ayat pertama menerangkan Al-Qur'an yang diturunkan kepada Rasulullah SAW dalam rangka misi beliau pemberi peringatan kepada seluruh alam (1). Alam di sini maksudnya adalah Rasulullah SAW diutus kepada seluruh manusia dan jin, sebagaimana diterangkan di ayat berikut:

Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat), hampir saja jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya. (Al-Jinn 72:19)

Sedangkan peringatan yang dimaksud, dijelaskan di ayat berikutnya (2):

  1. Peringatan bahwa Allah SWT adalah Pemilik kerajaan langit dan bumi

  2. Peringatan bahwa Allah SWT adalah Esa, tidak memiliki anak dan tidak juga membutuhkan bantuan pihak lain (sekutu) dalam segala urusan. Allah memiliki anak ini seperti yang dipercayai oleh kaum Yahudi dan Nasrani:

    Orang-orang Yahudi berkata, "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata, "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling? (At-Taubah 9:30)

  3. Peringatan bahwa Allah SWT adalah Pencipta segala sesuatunya dengan ukuran tertentu dengan sebaik-baiknya, sebagaimana disebutkan di ayat berikut:

    Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. (Al-Hijr 15:19)

Kemudian dijelaskan berbagai bentuk penolakan manusia terhadap peringatan Allah ini sbb:

  1. Sebagian manusia tetap mengambil tuhan-tuhan lain selain Allah untuk disembah, padahal tuhan-tuhan tersebut tidak bisa berbuat apa-apa: tidak bisa menciptakan apa pun, tidak bisa melindungi dirinya, tidak bisa memberikan manfaat kepada mereka, tidak bisa mematikan, tidak bisa menghidupkan, bahkan tuhan-tuhan itulah yang justru dibuatkan oleh mereka (3).

  2. Sebagian manusia lain menganggap bahwa peringatan yang ada di dalam Al-Qur'an sebagai informasi fiktif, kisah dongeng yang sengaja dibuat oleh Muhammad dengan kaum Ahli Kitab dengan mengatasnamakan Allah SWT (4), dengan mengutip kisah-kisah dari Taurat dan Injil (5). Padahal di ayat lain Allah menyatakan:

    Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (An-Nisa' 4:82)

    Allah kemudian membantah penolakan mereka ini dengan menyatakan, Al-Qur'an mengandung informasi yang tidak diketahui oleh masyarakat saat itu (seperti proses embrio dan turunnya hujan) yang bahkan baru dibuktikan kebenarannya ratusan tahun setelahnya. Ini tidak mungkin terjadi, kecuali ada intervensi dari Dzat yang menjadi Pencipta alam semesta ini dan sekaligus Dia Maha Mengetahui segala rahasia di langit dan bumi (6)

  3. Sebagian lain juga mengatakan, tidak ada keistimewaan bagi Nabi yang mengaku membawa risalah ini. Dia tetap makan dan minum dan belanja ke pasar seperti manusia biasa. Padahal Allah memang sengaja mengutus para Rasul (termasuk seluruh Rasul sebelum Rasulullah) berasal dari kaumnya dan tetap memiliki kebutuhan seperti manusia biasa agar menjadi contoh nyata figure manusia yang ideal:

    Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu maha Melihat. (Al-Furqan 25:20)

    Katakanlah, "Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku, 'Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa'. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".

  4. Sebagian yang lain pun mengatakan, mengapa tidak diturunkan Malaikat untuk mendampingi beliau berdakwah sehingga orang akan cepat percaya setelah mereka menyaksikan kehadiran malaikat

  5. Sebagian yang lain mengatakan, mengapa Nabi SAW tidak dibekali dengan harta yang banyak sehingga beliau tidak perlu lagi bekerja susah payah.

  6. Sebagian lain menganggap Nabi SAW sedang dalam pengaruh sihir karena tiba-tiba mengaku dirinya menerima wahyu Tuhan

    Allah membantah kembali alasan-alasan mereka ini dengan menyatakan kalaulah Dia menghendaki maka teramat mudah Dia memberikan kenikmatan yang jauh lebih agung, yakni surga dengan sungai yang mengalir di dalamnya, serta istana yang khusus dibuatkan untuk beliau (10).

  7. Mereka mempertanyakan kepastian datangnya hari Kiamat (11).

    Allah membantah mereka dengan menerangkan proses dimasukkannya manusia yang zalim ke dalam neraka.

    • Pertama, neraka memperdengarkan geramannya dan suara keras dari api yang menyala di dalamnya begitu orang-orang mendekatinya (12)
    • Kemudian, mereka dilemparkan ke dalam tempat yang sempit di dalam neraka, dalam keadaan terikat.
    • Pada saat itu, mereka berteriak minta agar segera dibinasakan agar cepat terbebas dari siksaan yang menyakitkan (13). Permintaan ini dijawab oleh Malaikat Penjaga Neraka, "Janganlah kamu mengharapkan satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak dan berulang-ulang." (14). Siksaan yang berulang-ulang ini dinyatakan di ayat lain:

    Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (An-Nisa' 4:56)

    Allah kemudian mempertanyakan, mana yang akan mereka pilih sebagai persinggahan akhir kelak di hari Kiamat? Apakah tinggal di neraka dengan siksa yang pedih dan kebinasaan yang banyak (15); atau tinggal di surga dengan semua yang mereka inginkan dan kekal di dalamnya? Allah pun menyatakan, inilah yang seharusnya dimintakan dalam doa-doa mereka semasa hidup, dan bukan malah mempertanyakan kepastian hari Akhir (16).

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Referensi tafsir klik di sini.