Azab Allah terhadap Kaum yang Mengingkari Rasul

Kita diperintahkan untuk mentadabburi kesudahan nasib beberapa kaum yang mengingkari rasul yang diutus kepada mereka melalui sisa peninggalan dan reruntuhannya yang tersisa:

  1. Musa as dan Harun as yang membawa Taurat menyampaikan dakwah kepada Fir'aun dan para pembesar kerajaan Mesir yang akhirnya ditenggelamkan di Laut Merah (35-36)

  2. Kaum Nuh as yang musnah ditenggelamkan dalam banjir besar (37)

  3. Kaum Ad, Tsamud dan Rass serta kaum lainnya yang juga musnah karena keingkaran mereka terhadap para Rasul (38). Banyaknya kaum yang dimusnahkan ini disebutkan di ayat lain:

    Dan berapa banyak kaum setelah Nuh yang telah Kami binasakan. (Al-Isra' 17:17)

  4. Kaum Soddom yang dibinasakan dengan hebat (gempa besar, kemudian dibalikkan dan dihujani batu) karena keingkaran mereka terhadap Luth as (39-40), sebagaimana digambarkan di ayat berikut:

    Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi (Hud 11:82)

Peringatan terhadap Kaum Kafir Mekkah

Allah kemudian memperingatkan kaum Kafir Mekkah atas penentangan mereka terhadap Rasulullah. Dikatakan, seharusnya kaum Kafir Mekkah ini mengambil pelajaran dari reruntuhan kota Soddom yang selalu dilewati dalam perjalanan niaga dari Mekkah ke kota Syam, sebagaimana disebutkan di ayat lain (40):

Sesungguhnya Luth benar-benar salah seorang rasul. (Ingatlah) ketika Kami selamatkan dia dan keluarganya (pengikut-pengikutnya) semua, kecuali seorang perempuan tua (isterinya yang berada) bersama-sama orang yang tinggal. Kemudian Kami binasakan orang-orang yang lain. Dan sesungguhnya kamu (hai penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka di waktu pagi, dan di waktu malam. Maka apakah kamu tidak memikirkan? (As-Saffat 37:133-138)

Selanjutnya Allah memperingatkan kaum Kafir Mekkah bahwa penentangan mereka terhadap Rasulullah adalah sama hal yang juga dilakukan oleh umat-umat terdahulu terhadap rasulnya (seperti Musa, Nuh, Hud, Salih dan Luth):

  • Mereka mengolok-olok Rasulullah, mempertanyakan kerasulan Nabi SAW (41)
  • Mereka menolak berhenti menyembah tuhan-tuhan berhala mereka (42)
  • Mereka menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan (43)
  • Mereka menutup pintu hati dan akalnya untuk mendengar dakwah Nabi SAW. Sikap mereka ini dikatakan lebih sesat daripada binatang ternak karena tidak bisa diajari, menutup diri dari mengakui keesaan dan kebesaran Allah SWT (44)

Bukti Kekuasaan Allah

Ayat selanjutnya menerangkan bukti-bukti kebesaran pada proses-proses alam semesta yang tampak pada hal-hal yang tampak sehari-hari sebagai bantahan bagi mereka yang masih mengingkarinya:

  1. Proses terjadinya bayangan dan perubahan panjang-pendeknya dari pagi, siang hingga sore hari - yang merupakan efek proses rotasi bumi dan perputarannya mengelilingi matahari (45-46)

  2. Proses terjadinya malam dan siang, berikut dengan efek pengaruhnya yang menjadikan manusia dapat beristirahat di malam hari dan semangat bekerja di siang hari (47). Hal ini mungkin terkait dengan siklus carcadian

  3. Proses terciptanya hujan dan proses perubahan pada lingkungan (tanah, hewan dan tumbuhan) yang setelah turunnya hujan (48-50). Proses kembali subur dan hidupnya bumi ini disebutkan di ayat lain:

    ...Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. (Al-Hajj 22:5)
    Nikmat Allah berupa turunnya hujan yang menghidupkan kembali berbagai tanaman yang indah ini kemudian secara implisit dianalogikan dengan diutusnya para Rasul yang mengajarkan ketauhidan dan kebenaran, yang menghidupkan hati umatnya dari kegelapan (51-52).

  4. Adanya dua laut yang mengalir berdampingan tetapi tidak saling bercampur. Yang satu tawar dan segar, yang lain, asin dan pahit (53). Fenomena ini disebutkan di ayat lain sbb:

    Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Ar-Rahman 55:19-21)

    Belakangan diketahui fenomena ini terjadi di dekat selat Gibraltar dimana terjadi pertemuan masa air laut Mediterania dengan laut Atlantik Utara bagian Timur. Kedua air ini tidak bercampur karena perbedaan salinitas (kadar garam) keduanya (sumber: Al Quran dan Oseanografi, oleh Prof. Safwan Hadi, Ph.D).

  5. Diciptakannya manusia yang berasal dari sperma dan dijadikannya mereka berkembang memiliki keturunan (54). Allah bahkan menerangkan tahapan proses perkembangan manusia ini di ayat berikut:

    Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (Al-Mu'minun 23:13-14)

Ayat 55 kemudian menutup penjelasan tanda-tanda kebesaraan Allah di atas dengan menekankan bahwa itu semua tidak mungkin dapat dilakukan oleh tuhan-tuhan berhala yang disembah kaum Kafir; yang tidak dapat membawa manfaat sedikit pun, juga tidak dapat memberikan mudharat apa-apa kepada mereka. Maka, apakah mereka masih tidak mau membuka hatinya dan menggunakan akalnya untuk menerima kebenaran tauhid ini? Inilah yang dikatakan pada ayat 44 di atas, bahwa sikap ini membuat mereka lebih sesat daripada binatang ternak.

atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu). (44)

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Referensi tafsir klik di sini.