Beberapa Peristiwa pada Hari Kiamat

Allah menjelaskan bbrp peristiwa di hari kiamat sbb:

  • Gunung2 seakan berjalan, bergeser horizontal dari tempatnya. Di ayat lain, bahkan disebutkan, gunung2 tsb bukan hanya berjalan, ttp dihancurkan menjadi debu yang beterbangan:

Dan gunung-gunung dihancur-luluhkan sehancur-hancurnya; maka jadilah ia debu yang beterbangan (Al Waaqi’ah 56:5-6)

Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak, dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan) (Al Ma’aarij 70:8-9)

  • Permukaan bumi saat itu tampak terhampar datar, krn gunung2 sdh tdk ada, sbgmn dijelaskan di ayat lain:

maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali, tidak ada sedikitpun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi. (Thaahaa 20:106-107)

  • Dikumpulkannya seluruh manusia yang pernah hidup (dari seluruh generasi) tanpa tertinggal satu orang pun (47), sbgmn juga disebutkan di ayat berikut:

Katakanlah, “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian, benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal.” (Al Waaqi’ah 56:49-50)

  • Seluruh manusia berbaris dibawa menghadap Allah sbgmn keadaan mereka ketika baru lahir (sendiri2, tanpa busana, tanpa harta dan tanpa anak dan istri) (48). Hal ini dinyatakan juga di ayat lain sbb:

Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya… (Al An’aam 6:94)

Di dalam satu hadits, Nabi SAW bersabda,

”Pada hari kiamat nanti semua manusia dikumpulkan dalam keadaan tdk berbusana dan tidak dikhitan.” Aku pun bertanya, “Jika demikian, apakah para pria dan perempuan akan saling melihat satu sama lain?” Rasulullah menjawab, “Kondisi saat itu lebih berat daripada melihat satu sama lain.” (HR Muslim)

  • Setiap manusia diberikan buku berisi catatan amalnya yang sangat detail dan lengkap (49). Di ayat lain disebutkan bhw manusia pada saat itu dibagi menjadi 3 kelompok:

Dan kamu menjadi tiga golongan. Yaitu (1) golongan kanan (mereka yg menerima catatan amal dg tangan kanan). Alangkah mulianya golongan kanan itu. Dan (2) golongan kiri (mereka yg menerima catatan amal dg tangan kiri). Alangkah sengsaranya golongan kiri itu. Dan (3) orang-orang yang beriman paling dahulu, mereka itulah yang didekatkan kepada Allah. (Al Waaqi’ah 56:7-12)

Peringatan Allah agar Memusuhi Iblis (Syetan)

Allah kemudian mengingatkan agar kita tdk mengikuti Iblis dengan segala godaannya, krn sejak awal penciptaan manusia, Iblis lah satu2nya makhluk yang menolak bersujud kpd Adam shg dikeluarkan dari surga (50). Dikatakan Iblis sangat membenci manusia. Dia sengaja memohon agar dipanjangkan usianya hingga hari kiamat dan bersumpah mendedikasikan hidupnya utk menggoda manusia dari segala penjuru arah, sbgmn disebutkan di ayat berikut:

Iblis berkata, “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan”.
Allah berfirman, “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat)”. (Shaad 38:79-80)

Iblis menjawab, “Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (Al A’raaf 7:16-17)

Allah mengingatkan kita juga utk menjadikan Iblis sbg musuh yang nyata, bukan hanya sbg ilusi pikiran belaka (51), sbgmn diterangkan di banyak ayat lain sbb:

Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan; sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Az Zukhruf 43:62)

Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu” (Yaasiin 36:60)

Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. (Al Israa’ 17:53)

Paradigma ini dicontohkan oleh perkataan Nabi Yusuf AS ketika berkumpul kembali dengan saudara2nya dan orangtuanya:

…Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antara aku dan saudara-saudaraku… (Yusuf 12:100)

Juga perkataan Nabi Musa AS ketika menyesal krn tdk sengaja membunuh orang yang berkelahi dg kaum Bani Israil:

…Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Musa berkata, “Ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya).”

Allah kemudian menerangkan bbrp hal yg kalau dipikirkan dg jernih maka seharusnya tdk pantas manusia menuhankan Iblis, atau lebih mengutamakan pesan2 Iblis daripada pesan2 Allah melalui para rasul dan ayat2Nya, yakni (51):

  1. Iblis tdk ada ketika langit dan bumi diciptakan, tdk tahu sama sekali bagaimana proses penciptaan langit dan bumi
  2. Iblis tdk tahu apa2 bagaimana dia sendiri diciptakan Allah
  3. Iblis tidak spt malaikat, tdk pernah diberikan tugas apa pun oleh Allah sbg pasukan Allah dlm mengatur alam semesta

Peran Al Quran dan Diutusnya Para Rasul

Allah secara eksplist menerangkan bhw Al Quran mengandung berbagai macam perumpamaan dg jelas sbg peringatan bagi manusia, ttp anehnya kebanyakan mereka tdk mau mengikutinya (54).

Dikatakan, salah satu bentuk bantahan org kafir adalah mereka baru mau beriman dan bertaubat kpd Allah kalau sdh melihat langsung azab di depan mata, azab yg sama yg pernah diturunkan kpd umat2 terdahulu (55) Sikap membangkang ini digambarkan di ayat lain sbb:

Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, “Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.” (Al Anfaal 8:32)

Allah kemudian menegaskan misi diutusnya para rasul, yakni (1) pembawa berita gembira dan (2) pemberi peringatan, ttp kebanyakan manusia hanya menjadikan Rasul dan ayat2 Allah sbg bahan cemoohan (56).

Menarik kalau diperhatikan, ternyata Rasul dan kitab Allah (Al Quran) memiliki tujuan yang sama spt di atas. Seakan Allah hendak berpesan kpd kita utk memperlakukan Al Quran sbg living prophet, utusan Allah setelah Rasulullah tdk ada. Kesamaan ini disebutkan dlm banyak ayat, diantaranya sbb:

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. (Saba’ 34:28)

Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui, yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling, tidak mau mendengarkan. (Fushshilat 41:3-4)

Ayat selanjutnya, Allah menyebut mereka yang ingkar ini sbg orang yang paling zalim, bodoh krn menganiaya diri sendiri, yang secara logika tdk akan bisa mendapat hidayah selama2nya, dg ciri2 sbb (57):

  • Mereka melupakan, tdk aware dg segala perbuatan buruk yang dikerjakan
  • Mereka menutup hatinya dari segala hal yang berkaitan dg kebenaran, shg dikatakan telinga mereka tersumbat, seakan tuli, tdk bisa mendengar kebenaran. Hati spt ini dijelaskan di ayat lain sbb:

maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (Al Hajj 22:46)

Terakhir, Allah menjelaskan, bhw walaupun mereka ini secara akal rasio tdk mungkin mendapatkan hidayah selama2nya, namun Allah dg rahmat dan ampunanNya tetap membuka jalan2 hidayah bagi mereka yang ingkar ini (58) dan memberi waktu bagi mereka utk bertaubat sebelum turun azab dan siksaNya (59), sbgmn digambarkan di ayat lain sbb:

Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. (Al Baqarah 2:74)

Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu makhluk yang melata pun akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu; maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya. (Faathir 35:45)

Di sini tampak jelas betapa rahmat Allah jauh lebih luas dan lebih mendahului daripada siksaNya, yg juga dikuatkan dlm hadits Nabi SAW berikut:

Ketika Allah telah menciptakan makhluk-Nya, Allah menulis dalam kitab-Nya, dan kitab itu ada di atas ‘Arasy-Nya (yg isinya) “Sesungguhnya kasih sayang-Ku mengalahkan kemurkaan-Ku” (HR Muslim No. 2751)

Mudah2an kita termasuk ke dalam hamba2Nya yang bertaubat. Aamiin.

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bishawab