Mundur sedikit ke ayat sebelumnya, Allah mengkontraskan janji kpd org beriman dan beramal soleh dg ancaman thd mereka yg kafir.

Orang beriman dan beramal soleh: mendapatkan ampunan dan pahala yg besar (9). Ampunan di sini adalah ampunan atas dosa2 kecil sbgmana yg disebut di ayat lain:

Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). (An Nisaa 4:31)

Orang kafir yang ingkar thd ayat2 Allah, mereka ini diancam dg neraka (10)

Allah Menyelamatkan Nabi SAW

At Thabari meriwayatkan dari Qatadah, bhw Rasulullah menemui Ka’b bin Asyraf dan kaum Yahudi dari Bani Nadir meminta bantuan terkait pembayaran diyat. Nabi SAW kemudian dijamu dan dipersilahkan duduk, padahal mereka sdh berencana akan menjatuhkan batu besar dari atas utk membunuh Nabi. Akhirnya rencana ini akhirnya digagalkan Allah SWT. Jibril kemudian datang memberitahu beliau utk segera meninggalkan tempat tersebut dan turunlah ayat 11 ini.

Di ayat ini Allah mengingatkan orang2 Mukmin atas nikmatNya kpd mereka dlm bentuk Allah menyelamatkan Nabi SAW dari konspirasi jahat musuh saat itu. Di akhir ayat Allah menegaskan bhw bagi org yg bertakwa, cukup hanya kpd Allah saja mereka bertawakal, memohon perlindunganNya (11).

Perjanjian Allah dg Kaum Yahudi

Istilah Perjanjian Allah ini adalah janji ketaatan kpd Allah utk membenarkan rasulNya dan melaksanakan perintah dan syariatNya. Perjanjian Allah ini disebut bbrp kali di dalam Al Quran spt:

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada didalamnya, agar kamu bertakwa”. (Al Baqarah 2:63)

…Bukankah perjanjian Taurat sudah diambil dari mereka, yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya?. Dan kampung akhirat itu lebih bagi mereka yang bertakwa. Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti? (Al A’raaf 7:169)

Dan janganlah kamu tukar perjanjianmu dengan Allah dengan harga yang sedikit (murah), sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (An Nahl 16:95)

Hai Bani Israil, sesungguhnya Kami telah menyelamatkan kamu sekalian dari musuhmu, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu sekalian (untuk munajat) di sebelah kanan gunung itu dan Kami telah menurunkan kepada kamu sekalian manna dan salwa. (Thaaha 20:80)

Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjianmu jika kamu adalah orang-orang yang beriman. (Al Hadiid 57:8)

Ayat 12 menjelaskan perjanjian Allah dg Bani Israil (kaum Yahudi) yang isinya adalah, Allah akan ridho dan menolong Bani Israil, serta akan mengampuni dosa2 mereka dan mendapat balasan surga kalau mereka:

  • Mendirikan sholat
  • Menunaikan zakat
  • Mengikuti para rasul yg diutus kpd mereka
  • Menginfakkan harta (memberi pinjaman yg baik kpd Allah)

Kemudian diceritakan sebagian besar Bani Israil ini akhirnya berkhianat atas janji mereka shg dijadikan hati mereka keras spt batu sbg laknat hukuman bagi mereka (13).

Lebih jauh, ternyata bukan hanya ingkar janji taat kpd Allah ttp mereka juga mengubah2 ayat Allah (13), spt diterangkan juga di ayat lain:

Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata: “Kami mendengar”, tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula): “Dengarlah” sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa… (An Nisaa 4:46)

Allah kemudian menjelaskan bhw tindakan khianat ini akan akan terus mereka lakukan. Kita diperintahkan utk memaafkan tindakan mereka dan memurnikan niat kita memaafkan mereka adalah krn Allah mencintai org yg pemaaf dan berbuat baik. Redaksi yg hampir sama dg ayat 13 ini ada di ayat berikut:

Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al Baqarah 2:109)

Ingkar Janjinya Kaum Nasrani

Allah menerangkan di ayat selanjutnya bentuk ingkar janji pada kaum Nasrani, yakni hanya mengakui sebagian saja ayat2 Allah dan menganggap tdk ada ayat2 lain yg tdk sesuai. Menurut Ibnu Abbas, yg dimaksud sebagian di sini adalah ayat2 Injil mengenai kedatangan Rasulullah dan perintah menerima risalahnya (Islam). Allah akhirnya menjadikan mereka terpecah hingga hari kiamat – sbg hukuman atas ingkarnya janji mereka kpd Allah. Mgkn ini dlm bentuk spt banyaknya versi Injil, banyaknya sekte di dlm Nasrani (Protestan, Katolik, Mormon, Ortodoks Syiria, dll) (14).

Kemudian dijelaskan juga bagaimana Rasulullah menjelaskan bbrp isi Al Kitab yg mereka sembunyikan (menurut Ibnu Abbas, contohnya spt kedatangan Nabi terakhir dari bangsa Arab dan hukum rajam).

Fungsi Kitab Suci

Di ayat 16, Allah menjelaskan fungsi Al Kitab (termasuk Al Quran) sbb:

  1. Sbg pedoman, howto, tata cara syariat yg diridhoi Allah agar selamat dunia akhirat
  2. Sbg penggugah jiwa, mengeluarkan mereka dari kegelapan spt budaya Jahiliah, animisme, paganisme, dll kpd cahaya Tauhid yg murni. Perhatikan juga, bhw zhulumaat menggunakan bentuk jamak utk kegelapan (yg berarti banyaknya sumber2 kegelapan), dikontraskan dg an nuur yg merupakan bentuk tunggal utk cahaya (artinya keesaan Allah).
  3. Sbg kompas arah ke jalan yg lurus, furqan, menjelaskan prinsip2 dlm pengambilan keputusan utk tetap berada di jalan yg lurus (jalan ridha Allah dan kebaikan kebaikan dunia akhirat).

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam