Akhir surat Al Maaidah mengisahkan peristiwa di akhirat dimana Nabi Isa as menyampaikan narasi pertanggungjawaban kpd Allah atas apa yg disampaikan dan diajarkan kpd kaum beliau, yakni:

  • Beliau tdk pernah mengajarkan utk menjadikan dirinya dan ibunya sbg tuhan utk disembah di samping Allah (116)
  • Beliau tdk pernah mengajarkan selain dari apa yg diperintahkan: menyembah Allah – Tuhannya dan Tuhan umatnya (117)
  • Beliau tdk tahu dan berlepas diri atas apa yg dilakukan umatnya setelah dia meninggal (117)
  • Beliau menyerahkan umatnya yg ingkar kepada Allah – apakah mereka disiksa atau diampuni dosanya adalah sepenuhnya hak Allah SWT (118)

Kemudian dijelaskan bhw mereka yg mengikuti pesan asli Isa as akan mendapat balasan amalnya, yakni surga yg kekal dan diridhoi Allah SWT (119).

Terakhir ditegaskan bhw kerajaan langit dan bumi berikut semua isinya adalah milik Allah. Dia lah satu2nya Tuhan, Yang Maha Esa, yg kekuasaanNya meliputi segala sesuatu.

Surah Al An’aam

Allah Mengenalkan DiriNya

Keberadaan dan Kekuasaan Allah diceritakan dg struktur urutan yg menarik:

  1. Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi : menggambarkan segala yg jauh dari kita, di angkasa dan di bumi yg terbentang luas (ayat 1)
  2. … mengadakan gelap dan terang : menggambarkan segala yang dialami oleh kita melalui indera (ayat 1)
  3. Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu)… : menggambarkan keterbatasan hidup kita yg memiliki awal dan akhir (ayat 2)
  4. Dialah Allah yg disembah di langit dan di bumi : menggambarkan tugas pertama kita, yakni beriman dan menyembah Dia di mana pun kita berada (ayat 3)
  5. Dia mengetahui apa yg kamu rahasiakan dan apa yg dilahirkan juga apa yg kamu usahakan : menggambarkan tugas kedua kita, yakni menjaga keikhlasan, beramal soleh dan melakukan kebajikan (ayat 3)

Sebab Kekufuran

Allah kemudian menerangkan dua penyebab manusia menjadi kufur adalah:

  1. Mengingkari, tdk mau mengikuti isi ayat2 Allah yg disampaikan melalui Rasul (4). Mereka juga tdk percaya dg berita kebenaran yg ada di dalam kitab suci, spt kepastian azab Allah, kepastian kiamat dan neraka surga (5).
  2. Tertutupi akalnya dan logika pikirannya. Mereka tertutup, tdk mampu mengambil pelajaran berapa banyak bangsa yg dulunya besar, berkuasa dan makmur sejahtera yang akhirnya hancur dan musnah krn ingkarnya mereka kpd Allah dan diganti oleh bangsa yang lain (6).

Sikap Ingkar Kaum Kafir

Dalam satu riwayat, diceritakan org musyrik Mekah berkata, “Wahai Muhammad, demi Allah kami tdk akan mengikutimu sampai engkau datangkan kpd kami kitab dari sisi Allah disertai dg 4 malaikat yang menyaksikan bhw ia berasal dari Allah dan kamu adalah Rasulullah”. Maka turunlah ayat 7 ini.

Allah menjelaskan sikap bebal, tdk mau percaya kpd rasul krn menganggap rasul tsb adalah krn para rasul itu manusia biasa spt mereka, shg mereka mengajukan permintaan yg mengada2 spt:

  1. Minta diturunkan kitab berupa lembaran2 kertas langsung dari langit (7). Di ayat lain disebutkan juga:

Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata: “Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang orang yang kena sihir”. (Al Hijr 15:14-15)
2. Minta didatangkan malaikat bersama rasul utk menerangkan risalah Allah. Di ayat lain pun disebutkan:

Dan mereka berkata: “Mengapa rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?
atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya perbendaharaan, atau (mengapa tidak) ada kebun baginya, yang dia dapat makan dari (hasil)nya?” Dan orang-orang yang zalim itu berkata, “Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir”
(Al Furqaan 25:7-8)

Pada akhirnya diterangkan bhw itu semua hanya akal2an mereka saja, pembenaran atas ingkar, kafir, tertutupnya hati dan akal pikiran mereka dari menerima dakwah para rasul. Disebutkan di akhir ayat 7 dan 8, bahwa kalau pun itu dikabulkan Allah, tdk lain mereka hanya akan menganggapnya sbg fenomena sihir saja.

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam