Hukum Membunuh dan Qishash bagi Bani Israil

Allah menjelaskan syariat larangan membunuh dan hukum qishash bagi Bani Israil sbb:

  • Membunuh dan menyelamatkan 1 jiwa sama dg membunuh dan menyelamatkan manusia seluruhnya (32)
  • Mereka yg memerangi Allah dan RasulNya dihukum mati, atau disalib atau dipotong kaki tangan mereka atau diasingkan ke negeri lain (33), kecuali kalau mereka sudah bertaubat lebih dulu sebelum ditangkap (34)

Menurut para mufasir, Bani Israil disebut di sini krn mereka adalah umat pertama yg menerima larangan membunuh dan qishash secara tertulis.

Mencari Jalan Mendekatkan Diri kpd Allah

Allah memerintahkan kpd org beriman di ayat 35 untuk:

  1. Bertakwa kpd Allah. Melaksanakan ketaatan dlm beribadah kpd Allah dg sebaik2nya
  2. Mencari amal2 yg dapat mendekatkan diri kpd Allah. Maksudnya, kita diperintahkan utk mencari dan mengamalkan berbagai bentuk amal ibadah yang dicontohkan Nabi yg sesuai dg kondisi kita masing2 – sbg jalan (wasilah) utk mendekatkan diri kpd Allah SWT. Misalnya, yg kuat bangun malam, perkuatlah dzikir dan sholat malam. Yang kuat Shaum sunnah, perbanyaklah melaksanakan berbagai macam Shaum sunnah yg dicontohkan Nabi. Juga yg kuat dlm harta, perbanyaklah dlm berinfaq dan sedekah – semua ini sbg jalan utk mendapatkan ridho Allah dan mendekatkan diri kpd allah.

Di ayat lain dicontohkan amalnya suku Badui sbb:

Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan untuk mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukan mereka kedalam rahmat (surga)Nya; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (At Taubah 9:99)

Di ayat lain, Allah melarang kita utk memilih amal yg dilarang oleh Allah walaupun tujuannya utk mendekatkan diri kpdNya.

Maka mengapa yang mereka sembah selain Allah sebagai Tuhan untuk mendekatkan diri (kepada Allah) tidak dapat menolong mereka. Bahkan tuhan-tuhan itu telah lenyap dari mereka? Itulah akibat kebohongan mereka dan apa yang dahulu mereka ada-adakan. (Al Ahqaaf 46:28)
3. Berjihadlah, bersungguh-sungguh dan menjaga konsistensi dlm mengerjakan amal2 tsb. Dalam salah satu hadits diriwayatkan:

Rasulullah SAW bersabda, “Wahai sekalian manusia, hendaklah kalian beramal menurut kemampuan kalian, sebab Allah tidak akan pernah bosan hingga kalian bosan sendiri. Sesungguhnya amalan yang paling disukai Allah, adalah amalan yang dikerjakan secara terus menerus meskipun sedikit. Dan bila keluarga Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan suatu amalan, maka mereka akan menekuninya. (HR Muslim 1302)

Allah kemudian mengkontraskan keberuntungan org beriman yg disebut di akhir ayat 35 ini dg kerugian dan penyesalan org kafir di ayat 36. Digambarkan betapa besarnya penyesalan org kafir ini shg kalau saja boleh memilih, mereka rela menebus diri mereka agar bebas dari siksa neraka dg 2x bumi beserta segala kekayaan dan kesenangannya (36).

Hukum Haad bagi Pelaku Pencurian

Ayat 38-39 menjelaskan hukum potong tangan (haad) bagi tindak kriminal pencurian. Di dlm tafsir Al Manar disebutkan 5 syarat potong tangan sbb:

  • Baligh
  • Berakal
  • Atas kemauan sendiri
  • Tidak berstatus sbg pemilik
  • Tidak memiliki otoritas atas korbannya (misal, tdk berlaku haad utk pencurian orangtua thd anak, atau sebaliknya)

Sikap Orang Munafik dan Yahudi

Di ayat 41, Allah menenangkan Nabi SAW dan kaum muslim utk tdk bersedih melihat:

  • Sikap org munafik (mereka yg hanya menampakkan iman dlm ucapan mereka) yg mudah sekali mencemooh dan menolak taat kpd Allah
  • Sikap org Yahudi yg lebih suka mendengar berita bohong (spt mengenai isi Taurat dari para pendeta) dan berita yg mengada-ada sesuatu padahal tdk pernah terjadi (gosip), serta kebiasaan mereka mengubah2 Taurat.

Mereka ini dikatakan sbg orang-orang yang Allah tdk hendak mensucikan hati mereka. Yakni mereka dg sengaja menutup diri dari segala bentuk kebenaran shg tertutup dari mereka jalan2 utk membersihkan hati menerima dg ridho risalah Allah (41).

Kaum Munafik ini dijelaskan di ayat berikut, dimana disebutkan mereka mendengar ttp tdk ada niat keinginan sedikitpun utk benar2 mendengar dan menaati Allah dan rasulNya:

Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik) yang berkata “Kami mendengarkan, padahal mereka tidak mendengarkan.”
Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun. (Al Anfaal 8:21-22)

Sedangkan kaum Yahudi dijelaskan di ayat lain, mereka mendengar tetapi menolak mengikuti Allah dan rasulNya.

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!” Mereka menjawab: “Kami mendengar tetapi tidak mentaati”. (Al Baqarah 2:93)

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam