Melanjutkan penjelasan Allah mengenai org Yahudi, bukan hanya senang menyebarkan berita yg tdk jelas kebenarannya, ttp mereka pun juga mengkonsumsi, mendengar berita2 tsb. Mgkn ini mirip dg banyaknya berita di media2 yg lebih banyak sifatnya opini & gosip daripada fakta (42).

Perintah untuk Menjaga Keadilan

Allah memerintahkan kita utk tetap menjaga keadilan dlm hubungan sosial dan muamalah dg mereka (kaum Yahudi) (42). Di ayat lain dijelaskan bhw ini berlaku umum kpd siapa saja, dg syarat mereka tdk merendahkan agama kita, memusuhi kita krn agama dan tdk mengusir kita sbgmana disebutkan di ayat berikut:

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (Al Mumtahina 60:8)

Ayat selanjutnya Allah menerangkan bahwa walaupun Nabi SAW (org beriman) akan bersikap adil ttp sebenarnya kecil kemungkinan kaum Yahudi ini mau mengangkat beliau atau org beriman sbg hakim dan mematuhi keputusannya. Hal ini krn mereka tdk nyaman dg Al Quran yang menjadi pegangan Nabi (org beriman) krn Al Quran membenarkan (menyebutkan) ayat2 Taurat yg mereka sembunyikan/ubah (43), sbgmana dijelaskan di ayat lain:

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah… (At Taubah 9:34)

Perintah Memutuskan Perkara berdasarkan Ayat Allah (Taurat Yahudi)

Di ayat selanjutnya Allah menegaskan, bhw Taurat sebenarnya berisi petunjuk (cara2 dlm melaksanakan ketaatan, spt syariat) dan cahaya yg menerangi (pedoman2 dlm menetapkan hukum perkara2 shg jelas benar-salahnya). Juga disebutkan bhw banyak di antara kaum Yahudi ini yg menyembunyikan dan mengganti ayat2 Allah di dalam Taurat hanya demi utk kepentingan dunia, harga yg sangat murah dibandingkan keselamatan dunia dan balasan amal akhirat yg abadi (44).

Selanjutnya Allah menerangkan salah satu hukum yg ditetapkan di dalam Taurat, yakni qishash. Jiwa dibalas jiwa, mata dg mata, hidung dg hidung dst. Dijelaskan juga, korban/keluarga korban) dibolehkan memaafkan dan melepaskan hak qishash ini dg balasan ampunan dosa dari Allah SWT (45).

Kalau melihat kitab Taurat dan Injil saat ini, tampak kesamaan hukum qishash sbb:

Tetapi jika perempuan itu mendapat kecelakaan yang membawa maut, maka engkau harus memberikan nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, lecur ganti lecur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak. (Keluaran 21 : 23-25)

Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. (Matius 5 : 38-39)

Perintah Memutuskan Perkara berdasarkan ayat Allah (Injil – Nasrani)

Berikutnya Allah menjelaskan diutusnya Nabi Isa as yg membawa Injil yg membenarkan isi Taurat (46).

Sama dg perintah sebelumnya terhadap Taurat di ayat sebelumnya, Allah memerintahkan kpd kaum Nasrani utk memutuskan perkara dg mengikuti Injil (47).

Perintah Memutuskan Perkara berdasarkan ayat Allah (Al Quran – Muslim)

Allah juga memerintahkan kpd org beriman utk memutuskan perkara berdasarkan Al Quran dan tdk mengikuti hawa nafsu. Ditegaskan kembali, Al Quran membenarkan isi kitab2 sebelumnya (termasuk Taurat dan Injil) (48).

Di akhir ayat 48, dijelaskan bhw sebenarnya tujuan Allah menjadikan banyak umat dg syariat dan kitab suci yg berbeda2, spt Yahudi, Nasrani dan Muslim adalah bagian dari rule of the game yg ditetapkan-Nya, utk:

  • Menguji ketaatan kita semua atas risalahNya
  • Mendorong agar kita semua berlomba2 mengerjakan kebaikan hingga semua amal kita diperhitungkan pada hari akhir kelak.

Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan. (An Nahl 17:93)

Di ayat 49 Allah menegaskan kembali kpd Rasulullah utk memutuskan perkara berdasarkan wahyu dan Al Quran. Juga utk berhati2 thd argumen mereka shg lengah tdk mengikuti wahyu dan Al Quran.

Akhirnya di ayat 50, ditegaskan bhw hukum Allah, yg dibawa oleh Rasulullah dan ayat2 yg tertulis di dlm Al Quran inilah yg lebih baik daripada hukum Jahiliah.

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam