Ahli Kitab yang Moderat/Pertengahan

Allah menjelaskan sebagian kecil kaum Yahudi dan Nasrani yg disebut sbg moderat/pertengahan, yg tetap berpegang pada ajaran asli Nabi Musa dan Nabi Isa (menurut Ar Razi, mereka tdk mengakui Isa sbg Tuhan, ttp juga tdk memusuhi Nabi SAW).

Mereka ini dikatakan beriman dan bertakwa selama:

  1. Sungguh2 mengamalkan hukum Taurat dan Injil yg asli (yang di dalamnya dikabarkan akan kedatangan Muhammad SAW)
  2. Mengimani Al Quran

Maka mereka ini (bersama dg kaum Shabiin) dijanjikan balasan kebaikan di akhirat berupa pengampunan dosa dan surga, serta di dunia berupa kelapangan rezeki, ketenangan batin dan terhindar dari rasa khawatir dan sedih (65-66, 69).

Dikabarkannya kedatangan Muhammad SAW ini dijelaskan di ayat lain:

Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)“. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. (Ash Shaaf 61:6)

Menegaskan ayat 65-66 di atas, Allah mewajibkan mereka mengikuti Al Quran di samping Taurat dan Injil yg asli sbg syarat dlm beragama di ayat berikutnya (68):

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”…

Sbg informasi, para mufasir belum sepakat mengenai siapa mereka ini sebenarnya dan kenapa mereka dibedakan dari kaum musyrik yg menerima Islam. Wallahu a’lam.

Ingkar Janji Bani Israil

Allah kemudian menjelaskan bhw tugas rasul tdk lain hanya menyampaikan risalahNya sbg penunaian janji mereka kpd Allah (70).

Selanjutnya diceritakan khianat dan ingkarnya Bani Israil thd janji mereka kpd Allah, menolak dan bahkan membunuh sebagian rasul yg diutus kpd mereka.

Sebagai hukuman atas dibunuhnya para rasul tsb, maka Allah membuat mereka sesat spt org yg buta dan tuli, kemudian mereka bertaubat, tetapi balik kembali ingkar dan kembali sesat spt buta dan tuli (71).

Buta dan tuli ini adalah kiasan berpalingnya mereka dari kebenaran, sbgmn dijelaskan di ayat lain:

maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (Al Hajj 22:46)

Kafirnya Kaum Nasrani

Allah menyebutkan bhw kaum Nasrani termasuk dlm kelompok orang kafir krn:

  1. Menuhankan Isa Al Masih. Dijelaskan, bhw ini sebenarnya bertentangan dg Isa as yg mengajak bersama2 dia menyembah Allah dan melarang menyekutukan Tuhan dg apa pun (72).
  2. Menyatakan bhw Allah adalah salah satu dari 3 Tuhan (trinitas) (73)

Kemudian ditegaskan kembali kalau saja mereka ini mau bertaubat maka Allah yg Maha Pengampun dan Maha Penyayang pasti akan menerima taubatnya mereka (74).

Di ayat 75 Allah menegaskan, bhw Isa Al Masih bukanlah Tuhan:

  • Isa as adalah seorang rasul, salah seorang dari rangkaian rasul yg diutus kpd ahli kitab. Menurut riwayat diterangkan bhw Isa as adalah rasul terakhir yg berasal dari Bani Israil.
  • Isa as dan Ibunya memakan makanan spt manusia biasa
  • Ibunya juga manusia biasa, salah satu perempuan yg disucikan dan dimuliakan Allah SWT.

Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu) (Ali Imran 3:42-43)

Terakhir di ayat 76, Allah mengajukan pertanyaan retoris kpd kaum Nasrani yg terjemahan bebasnya sbb:

“Kenapa kalian masih mengada2kan Tuhan lain di samping Allah, mau2nya menghambakan diri kpd sesuatu yg tdk bisa memberi manfaat ataupun mudarat bagi kalian? Padahal cukup saja satu Tuhan, Allah, Dzat yg Maha Mendengar kalian semua dan juga Maha Mengetahui segala apa yg kalian kerjakan.”

Pertanyaan yg mirip juga disebutkan di ayat lain spt:

Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah”. Katakanlah: “Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) dibumi?” Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu). (Yunus 10:18).

Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawabnya: “Allah”. Katakanlah: “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?”. Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dialah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”. (Ar Ra’ad 13:16).

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam