Kaum Yahudi dan Nasrani

Allah melarang kpd kaum ahli kitab utk tdk berlebih2an, melampaui batas dlm beragama, yakni menyandingkan makhluk (Isa, malaikat Jibril dan Uzair) sbg tuhan di samping Allah. Disebutkan juga agar mereka jgn mengikuti generasinya dahulu yg ingkar dan sesat. Hal ini disebutkan juga di ayat lain sbb:

Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik. (Al Hadiid 57:27)

Kemudian Allah mengingatkan peristiwa dihukumnya Bani Israil krn durhaka yg sudah melewati batas (78):

  • Ashabus Sabt. Mereka berubah menjadi kera melalui doa Nabi Daud krn melanggar mencari ikan di hari Sabtu
  • Ashabul Maidah. Mereka berubah menjadi babi melalui doa Nabi Isa krn tetap ingkar walaupun sdh diturunkan makanan sbg bukti mukjizat Isa as

Allah kemudian menjelaskan bbrp perilaku buruk Bani Israil, yakni mereka enggan melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar. Disebutkan bhw perilaku mereka ini sangat buruk, yg akan membuat mereka semakin terpuruk ke dalam ingkar thd Allah (79)

Di ayat lain disebutkan bhw amar ma’ruf nahi mungkar ini adalah ciri khas bagi org beriman sbg umat terbaik:

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah… (Ali Imran 3:110)

Lengah tdk melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar ini diancam hukuman/siksa di dunia dan tdk dikabulkannya doa kita, sbgmana hadits nabi SAW berikut:

Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, hendaknya kalian benar-benar mengajak kepada yang ma’ruf dan benar-benar mencegah dari yang munkar atau jika tidak, niscaya Allah akan mengirimkan hukuman/siksa kepada kalian sebab keengganan kalian tersebut, kemudian kalian berdo’a kepada-Nya namun do’a kalian tidak lagi dikabulkan. (HR. Tirmidzi No.  2095)

Selanjutnya di ayat 80, disebutkan bhw kebanyakan Bani Israil tsb bersekutu dg org musyrik. Menjadikan org musyrik sbg penolong, saling bantu dlm memerangi Islam. Mereka ini dikatakan dimurkai Allah.

Sikap Yahudi dan Nasrani thd Org Beriman

Masih mengenai ahli kitab, Allah menerangkan bhw:

  • Orang Yahudi dan Musyrik adalah yg paling membenci dan memusuhi org beriman
  • Orang Nasrani adalah yang lebih dekat persahabatannya dg org beriman (82). Disebutkan pula, di antara pendeta2 Nasrani mudah menerima Islam krn ketaatan mereka dan sikap rendah hati mereka (83-84).

Dalam tafsir Al Munir, dikaitkan sifat kaum Nasrani yg rendah hati ini dengan ajaran agama Isa as yg bersifat lemah lembut dan santun spt yang disebut dlm surat Al Hadiid 57:27 yg sebelumnya dikutip:

Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang (Al Hadiid 57:27)

Terhadap kaum Nasrani yg menerima Islam ini, Allah menjanjikan surga bagi mereka (85), dan neraka bagi yg tetap ingkar dan tdk mau mengakui kebenaran Injil yg menerangkan akan datangnya Rasulullah SAW (86).

Tidak Boleh Mengharamkan yg Dihalalkan Allah

Ayat 87 menjelaskan larangan Allah kpd org beriman membuat2 hukum sendiri dg mengharamkan yg sdh jelas2 halal dg tujuan agar lebih dekat kpd Allah. Mereka ini dikatakan sbg orang yang melampaui batas (dlm beragama).

Hal ini juga pernah terjadi pada bbrp sahabat Nabi yg ingin puasa terus, beribadah terus krn semangatnya shg Nabi SAW bersabda,

…demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan orang yang paling bertakwa kepada-Nya. Tetapi, aku tetap berpuasa dan berbuka, aku mengerjakan shalat dan tidur, dan aku pun menikahi wanita. Maka, siapa pun yang tidak suka mengikuti sunnahku, berarti ia bukan dari golonganku (HR. Bukhari dan Muslim).

Jiwa kalian mempunyai hak yang harus dipenuhi, mata kalian mempunyai hak yg harus dipenuhi, keluarga kalian mempunyai hak yg harus dipenuhi. Maka dirikanlah sholat, ttp jangan lupa utk tidur. Berpuasalah ttp jgn lupa utk makan (berbuka puasa). Barangsiapa yg tdk mengikuti sunnahku tidak termasuk golonganku (HR Ibnu Jarir)

Kemudian dicontohkan soal makanan, kita diperbolehkan menikmati selama halal dan baik (88).

Hukum Bersumpah

Di ayat 89, Allah menjelaskan bbrp kewajiban dan larangan terkait sumpah, spt:

  • Sumpah akan batal kalau dilakukan dg terpaksa atau tdk disadari
  • Selain sumpah di atas, maka bila dilanggar akan dikenakan kafarat spt memberi makan 10 fakir miskin, memberi pakaian, memerdekakan budak dan berpuasa 3 hari.
  • Kita diperintahkan menjaga sumpah, yakni tdk mudah bersumpah dan menaati semua sumpah yg sdh diucapkan dg sadar.

Ayat 89 ini ditutup dg penegasan bhw disebutkannya hukum2 mengenai sumpah secara detail di dalam Al Quran adalah nikmat yg harus disyukuri oleh org beriman krn menghilangkan keraguan, terutama bagi para sahabat Nabi yg terlanjur bersumpah sebelum mereka menerima Islam.

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a’lam.