Tanda-Tanda Kebesaran Allah di Langit dan Bumi

Allah menerangkan tanda2 kebesaranNya sbb:

  1. Diciptakannya 7 lapis langit yang kesemuanya itu selalu di dalam pengaturanNya, sbgmn dijelaskan di ayat berikut:

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? (Nuh 71:15)

Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. (Ath Thalaaq 65:12)

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur… (Al Baqarah 2:255)
2. Siklus peredaran air (18-20)

  • Air diturunkan (dlm bentuk hujan) dengan ukuran tertentu
  • Air tinggal menetap di bumi dan juga habis menguap
  • Air menyuburkan kebun2 yang menghasilkan buah dan sebagiannya bisa dimakan
  • Air juga menyuburkan pohon spt zaitun yang menghasilkan minyak. Dicontohkan pohon zaitun mgkn krn umurnya yang mencapai ratusan tahun, padahal bisa panen setiap tahun, juga krn bentuknya yang indah, hijau serta kandungan buahnya yang menyehatkan (protein kadar tinggi, garam, besi, fosfor, vitamin A dan B dll)
  1. Diciptakannya hewan ternak yang memberi manfaat kpd manusia, berupa susu, daging dan tenaganya (21-22)

Highlight Kisah Beberapa Rasul (1)

Ayat selanjutnya, Allah menjelaskan secara singkat kisah bbrp rasul sbb:

1. Nabi Nuh as

  • Beliau diperintahkan mendakwahkan tauhid kpd kaumnya (23)
  • Dakwah beliau ditolak oleh kaumnya (24) dan dianggap sbg org gila (25)
  • Nuh as berdoa memohon pertolongan krn kaumnya yg sangat ingkar (sebagian riwayat menyebutkan, hanya 13-40 org yang mengikuti Nuh as selama 900 tahun beliau berdakwah) (26)
  • Nuh as diperintahkan utk membuat kapal atas bimbingan Allah
  • Allah memerintahkan Nuh as utk memuat ke dalam kapal tsb sepasang dari setiap jenis binatang dan juga pengikut Nuh as , dan melarang Nuh memohonkan ampunan atas umatnya yg masih kafir (27)
  • Setelah semua muatan masuk ke dalam kapal, Allah mengajarkan Nuh as doa syukur selamat dari orang zalim dan keselamatan perjalanan (28-29):

‎ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي نَجَّانَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

‎ رَّبِّ أَنزِلْنِي مُنزَلًا مُّبَارَكًا وَأَنتَ خَيْرُ الْمُنزِلِينَ

Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari kaum yang zalim

Ya Tuhanku, tempatkanlah aku di tempat yang penuh berkah, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat

  • Allah kemudian menurunkan azab berupa banjir yang memusnahkan kaum Nuh as semuanya. Di ayat lain disebutkan:

Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak dan Kami jadikan mereka (sebagai) sampah banjir maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu. (Al Mu’minuun 23:41).

2. Nabi Hud as

  • Beliau diperintahkan mendakwahkan tauhid kpd kaumnya (32)
  • Kaum Ad menolak dakwah Hud as krn 1) merasa cukup dg kemewahan yang mereka miliki, 2) tdk percaya Hud as benar2 utusan Allah krn dia tdk berbeda dg orang lain, yg makan dan minumnya pun sama (33-34), 3) tdk percaya kepastian datangnya hari kebangkitan (35-37), dan 4) menganggap Hud as menyebarkan kebohongan semata (38)
  • Hud as berdoa memohon pertolongan krn kaumnya yg sangat ingkar (39)
  • Allah memperkenankan doa Hud as dan menurunkan siksa kpd kaumnya berupa suara guntur yang keras dan mereka bergelimpangan spt sampah setelah banjir (40-41). Di ayat lain digambarkan keadaan kaum Ad ini sbb:

Adapun kaum ‘Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum ‘Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka. (Al Haaqqah 69:6-8)

Allah kemudian menjelaskan bhw Dia mempergilirkan umat yang satu dg umat yang lain, membinasakan umat yang mengingkari rasul yg diutus kpd mereka (42-44) sbgmn diterangkan di banyak ayat lain, diantaranya:

Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). Dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian. (An Nisaa’ 4:133)

…Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan umat yang baru, dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah.” (Ibrahim 14:19–20).

Secara mendetail ancaman Allah ini diterangkan di ayat berikut:

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. (Al Maaidah 5:54)

Na’udzubillah min dzaalik.

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bish-shawab