Kisah Nabi Musa as (2)

Dialog Musa dengan Allah SWT - Musa diangkat Menjadi Rasul

Setelah Musa menyelesaikan masa kerjanya pada Nabi Syu'aib as sebagai mas kawin pernikahannya dengan putri Nabi Syu'aib as, Musa sekeluarga meninggalkan kota Madyan. Ketika sampai di lembah Thuwa, Musa melihat cahaya api dan meminta keluarganya berhenti sebentar sementara dia akan mengambil api tersebut untuk menerangi perjalanan mereka dan menghangatkan badan (29).

Ketika Musa sampai di dekat cahaya api tersebut, terjadilah dialog Allah SWT dengan Musa sebagai manusia yang dipilih untuk menjadi RasulNya. Inilah dialog pertama kalinya Musa dengan Allah SWT. Musa disebut sebagai Kalimullah karena Allah SWT dalam banyak kesempatan berbicara langsung dengan Musa as.

Allah SWT memperkenalkan diriNya sebagai Tuhan semesta alam dan memperlihatkan 2 mukjizat (tongkat berubah menjadi ular, dan tangan menjadi terang putih bersih) untuk ditunjukkan kepada Fir'aun dan pembesar-pembesarnya (31-32). Allah SWT memerintahkan Musa as menemui Fir'aun.

Musa as kemudian mengemukakan kekhawatirannya (34):

  1. Dirinya dahulu pernah membunuh keluarga Fir'aun tanpa sengaja. Musa as takut mereka akan membunuhnya sebagai balasan perbuatannya.
  2. Dirinya bukanlah orang yang fasih dalam berbicara. Musa as meminta saudaranya, Harun menemaninya agar tidak terjadi salah salah ucap / mis-communication

Allah SWT menjawab sbb (35):

  1. Harun akan menemani Musa as - sebagaimana permintaan Musa as
  2. Allah SWT akan menurunkan banyak mukjizat yang besar yang tidak mungkin dikalahkan oleh Fir'aun dan tentaranya. Allah SWT menjamin Musa as dan Harun as beserta pengikut mereka akan menang melawan Fir'aun.

Musa as Menemui Fir'aun

Melaksanakan tugas kerasulannya, Musa as kemudian menemui Fir'aun. Musa as memperlihatkan mukjizat tongkat dan tangan menjadi putih kepada Fir'aun. Namun Fir'aun menganggap mukjizat tersebut hanyalah sihir biasa dan Musa as tidak lebih hanyalah seorang pendusta (36).

Musa as kemudian mengajak Fir'aun menyembah Tuhan semesta alam; Musa memperkenalkan Tuhan yang telah mengutusnya (37). Di dalam ayat lain dijelaslan dialog Musa ketika menjelaskan Tuhan semesta alam ini kepada Fir'aun:

Fir'aun bertanya, "Siapa Tuhan semesta alam itu?"
Musa menjawab, "Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya (Itulah Tuhanmu), jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayai-Nya."
Musa berkata (pula), "Tuhan kamu dan Tuhan nenek-nenek moyang kamu yang dahulu."
Musa berkata, "Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya. (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal."
(Asy Syu'araa' 26:23,24,26,28)

Fir'aun dengan sombong kemudian menjawab, "Wahai masyarakat sekalian, aku tidak mengetahui adanya Tuhan bagi kalian selain diriku" (38).

Fir'aun memerintahkan menterinya, Haman, agar membuatkan bangunan yang tinggi agar dapat dinaiki untuk melihat Tuhan yang diserukan Musa as. Secara tidak langsung Fir'aun menyindir bahwa kalau pun dibuat bangunan setinggi-tingginya, Tuhan yang diserukan Musa as tetap saja tidak akan tampak terlihat; demi membuktikan apa yang disampaikan Musa adalah bohong belaka (38):

Dan berkata Fir'aun, "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta." (38)

Di ayat lain pun disebutkan,

Dan berkatalah Fir'aun, "Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, (yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta." Demikianlah dijadikan Fir'aun memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan dia dihalangi dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir'aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian. (Al Mu'min 40:36-37)

Tambahan:

  • Terdapat beberapa penelitian sejarah terkait ayat 38 di atas. Salah satunya mengenai bisa dibaca di sini.
  • Di ayat lain dijelaskan bahwa sebenarnya Fir'aun pun telah diingatkan oleh salah seorang dari keluarga besarnya yang beriman. Namun peringatan tersebut tetap ditolak oleh Fir'aun. Bahasannya dapat dilihat di sini.

Fir'aun Mendapat Azab Allah SWT

Fir'aun pun terus berlaku zalim terhadap rakyatnya, dengan kesombongan yang semakin memuncak dan melampaui batas (39). Sikap sombong sangat tercela di hadapan Allah. Di dalam satu hadits qudsi Allah berfirman,

"Kesombongan adalah selendangKu, keagungan adalah sarungKu. Barangsiapa yang menentangKu dalam satu dari dua hal itu maka Aku lemparkan dia ke dalam api neraka dan Aku tidak akan mendengar doanya" (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

Allah kemudian menurunkan azab kepada Fir'aun, dengan menenggelamkannya bersama bala tentaranya di laut Merah (40).

Allah SWT menyatakan Fir'aun di hari Akhir akan bertugas menjadi pemimpin yang menyeru manusia masuk ke dalam neraka (41). Fir'aun dan pengikutnya dikatakan mendapat laknat di dunia dan di akhirat (42). Hal yang sama juga disebutkan pada ayat berikut:

Ia (Fir'aun) berjalan di muka kaumnya di hari kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi. Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan di hari kiamat. Laknat itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan. (Huud 11:98)

Maka Allah mengazabnya (Fir'aun) dengan azab di akhirat dan azab di dunia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya). (An Naazi'aat 79:25-26)

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Referensi tafsir klik di sini.