Allah menegaskan bahwa tidak ada yg bisa menyelamatkan seseorg dari siksa Allah, walaupun punya banyak keturunan dan harta melimpah (10-12).

Terkait dg atribut dunia ini, di ayat lain dijelaskan bhw ‘harga’ yang harus dibayar utk mendekatkan diri kpd Allah tdk lain adalah iman dan amal saleh.

Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal (saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga). (Saba’ 34:37)

Ayat 13 menerangkan bgmn Allah membantu org beriman dalam peperangan shg tampak pasukan mu’min lebih besar daripada yg sebenarnya di mata musuh.

Menarik di sini, dikatakan bhw fenomena ini menjadi pelajaran bagi mereka yg memiliki mata hati (yang hatinya tdk buta). Maksudnya, pertolongan Allah yg tidak biasa dan tiba2 ini menjadi pengukuh keyakinan bagi mereka yg hatinya tdk buta.

Mengenai hati yg buta ini disebutkan juga di ayat lain:

maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (Al Hajj 22:46)

Kemudian Allah menjelaskan fitrah manusia yang mencintai keindahan dunia yg berasal dari 6 sumber utama dari (14):

  • wanita
  • anak-keturunan
  • emas perak (uang berlimpah)
  • kuda pilihan (kendaraan)
  • binatang ternak (unit2 usaha yg dimiliki)
  • sawah ladang (berbagai bentuk investasi)

Di akhir ayat, dikatakan bhw semua kesenangan di atas ada waktu pakainya dan pasti akan dikembalikan kpd Allah yg Maha Memiliki.

Maka Allah menawarkan yg lebih baik dan lebih kekal daripada kesenangan dunia yg temporer di atas, yakni bagi orang bertakwa berupa surga yg kekal berikut dg segala keindahan di dalamnya (yang disimbolkan dg istri yg suci) serta ketenangan batin (krn tercurahnya ridho Allah) (15).

Kemudian diterangkan (beberapa) sifat orang bertakwa ini:

  • beriman (16)
  • berharap2 akan ampunan Allah
  • meyakini adanya neraka dan tdk merasa aman dari siksanya
  • mengutamakan kesabaran (17)
  • melakukan ketaatan dg konsisten
  • menafkahkan harta di jalan Allah
  • bangun di waktu sahur utk bermunajat dan mohon ampunan

Di ayat 18 dijelaskan bhw keberadaan Dzat yg Maha Esa, Maha Adil, Maha Perkasa dan Maha Bijaksana itu disaksikan oleh para malaikat dan juga oleh orang yang memiliki ilmu (Ulul ‘Ilmi)

Menarik cerita asbabun nuzul ayat 18 ini:

Ketika Rasulullah telah berada di Madinah, ada 2 uskup dari Syam datang menemui beliau. Ketika melihat keadaan Madinah, salah satunya berkata kpd sahabatnya, “Kota ini sangat mirip dg kota seorg nabi yang akan muncul di akhir zaman.” Setelah bertemu dg Rasulullah mereka mengenali beliau dari sifat2nya, lalu mereka bertanya, “Kamu Muhammad?” Beliau menjawab, “Benar” Mereka bertanya lagi, “Dan kamu juga Ahmad?” Beliau menjawab, “Benar”. Mereka berkata, “Kami ingin bertanya kpdmu ttg sebuah asy-syahadah (persaksian atau pernyataan), jika kamu bisa menjelaskan maka kami beriman dan membenarkanmu. Lalu Rasulullah berkata, “Bertanyalah kpdku” Mereka berkata, “Beritahukanlah kpd kami ttg asy-Syahadah yg paling Agung yang ada di dalam kitab Allah. Lalu Allah menurunkan ayat 18 ini:

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ

Lalu mereka berdua pun masuk Islam dan membenarkan Rasulullah SAW.

Spt yg dibahas sebelumnya, sebenarnya kaum Yahudi dan Nasrani – mereka sangat mengenali tanda kenabian Rasulullah – bahkan lebih jelas daripada mereka mengenal anak2 mereka.

Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. (Al Baqarah 2:146)

Maka kemudian ditegaskan bhw agama yang diterima di sisiNya adalah Islam yg dibawa Rasulullah dan alasan sebenarnya kaum Yahudi dan Nasrani menolak Islam adalah krn kedengkian mereka (19).

Kemudian diceritakan adanya kaum yang bukan hanya kafir ttp sampai membunuh orang yg menyeru kpd keadilan (banyak ulama menafsirkan mereka ini adalah kaum Yahudi). Dan mereka dikatakan akan dihapus amal kebaikannya nanti di akhirat (21-22).

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a’lam.