Melanjutkan kemarin, setelah kita diperintahkan utk berhati2 dlm bergaul dg Ahli Kitab (100), Allah memerintahkan kita berpegang teguh pada 2 hal berikut agar tdk terpengaruh (101):

  1. Al Quran – “ayat2 Allah yang dibacakan kpd kamu”
  2. Contoh (hadits) rasul dan ulama pewaris para Nabi – “Rasul-Nya berada di tengah2 kamu”

Di akhir ayat 101 ditegaskan bhw siapa yg berpegang teguh pada 2 hal di atas maka dia sudah menempuh jalan yg lurus – “sirothol mustaqim”.

Kalau kita perhatikan, “sirothol mustaqim” ini yg persis sama dg doa kita minta ditunjukin jalan yg lurus di Al Fatihah ayat 6. Maka di sini Allah menunjukkan caranya agar kita berjalan di jalan yg lurus.

Kemudian Allah memerintahkan utk menetapi ketakwaan dg mengusahakannya sesempurna mungkin dg sungguh2, dg kriteria minimum, at least, jangan sampai kita meninggal dlm keadaan tdk beragama Islam (102).

Di ayat lain, Allah menjelaskan bhw takwa pun harus seimbang, tdk boleh memaksakan diri, sesuai kesanggupan shg tdk menelantarkan hak diri (kesehatan, istirahat, kesenangan yg sewajarnya) dan juga hak org lain (spt keluarga dan lingkungan):

Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. (At Taghabun 64:16)

Kemudian setelah perintah bertakwa secara pribadi (individual), Allah memerintahkan kita juga utk bertakwa secara berjamaah“berpeganglah kamu semuanya kpd tali Allah” dan menjaga persatuan. Allah juga mengingatkan bgmn suku2 Arab waktu itu yg saling perang shg akhirnya dipersatukan melalui Islam (103).

Kewajiban Menyampaikan Kebaikan dan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

Setelah perintah takwa berjamaah, Allah menjelaskan lebih detail mengenai masyarakat Islam, dimana harus ada sebagian dari mereka yang mengingatkan kebaikan dan mengingatkan kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar (104).

Amar ma’ruf nahi mungkar ini adalah kewajiban sesuai hadits nabi:

Barangsiapa di antara kalian yg melihat kemungkaran, ia harus mengubahnya dg tangannya, namun jika tdk mampu dg tangannya, maka dg lisannya, namun jika tdk mampu dg lisannya, maka dg hatinya; dan ini adalah selemah2nya (amal) keimanan. Dan tdk ada setelah itu, sebiji sawi pun dari keimanan (Riwayat Muslim).

Di hadits lain, dijelaskan juga:

Demi Dzat yang jiwaku berada di dalam genggamanNya, sungguh kalian harus memerintahkan kpd yg ma’ruf dan mencegah kemungkaran, atau (jika tidak) maka sungguh Allah akan segera menurunkan siksaan dariNya kpd kalian, kemudian sungguh kalian akan memanjatkan dia kepadaNya, namun Dia tdk memperkenankan doa kalian tersebut (HR Ahmad, Tarmidzi dan Ibnu Majah)

Di ayat berikutnya (105-106) Allah mencontohkan ahli kitab yang terpecah menjadi kelompok2 krn mereka mengabaikan perlunya ada org yg menyeru kebaikan dan pentingnya amar ma’ruf nahi mungkar di dlm umatnya di atas, sbgmn disebutkan di ayat lain:

Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. (Al Maaidah 5:79)

Allah kemudian menegaskan bhw kesemua yg di atas itu bukanlah untuk menganiaya hambaNya. Rule of the game nya sdh diberitahu. Jalan cara mencapainya juga sdh diberitahu, dan ada Allah yg Maha Mengetahui segala urusan (108-109).

Di ayat lain, dikatakan juga:

Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. (Huud 11:117)

Di ayat selanjutnya bahkan Allah menjanjikan, umat Islam akan menjadi umat terbaik yg pernah ada kalau mereka melaksanakan (110):

  1. Amar ma’ruf nahi mungkar
  2. Beriman kpd Allah

Kalau kita sudah melaksanakan 2 hal di atas maka dikatakan, kaum ahli kitab (yg diberi banyak kelebihan) pun tdk bisa mencelakakan kita. Dan kalau pun kita harus berperang, mereka akan lari sebelum mulai perang (111); dan mereka akan mendapat kehinaan dimana pun mereka berada (112).

Sbg tambahan, Allah menjelaskan mereka yg lari ini bisa selamat kalau mereka:

  • Beriman kpd Allah, menerima Islam (tali Allah)
  • Amanah dlm menjaga perjanjian dg semua pihak

Segelintir Ahli Kitab yang Saleh

Ahli Kitab disebutkan tdk semuanya buruk, masih ada segelintir minoritas yang berlaku lurus dan soleh (113-114) dg ciri2 sbb:

  • taat membaca firman Allah dan sujud, berdoa di malam hari
  • beriman kpd Allah; berpegang pada ajaran Taurat dan Injil yg asli yg tdk menganggap Nabi Isa sbg anak Tuhan

Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. Diantara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka. (Al Maaidah 5:66)

  • Mempercayai kepastian datangnya hari kiamat
  • Melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar
  • Senang dan segera dlm mengerjakan berbagai kebaikan

Mereka ini diterima amalnya oleh Allah. Kemudian disebutkan bhw Allah Maha Mengetahui hambaNya yang bertakwa; mgkn maksudnya mereka ini sedikit sekali jumlahnya shg sulit ditemukan keberadaannya.

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam.


Tambahan mengenai umat Islam spt kita2 ini yg hidup di akhir zaman, Nabi SAW bersabda dlm salah satu hadits yg membuat kita optimis:

“Sesungguhnya di hadapan kalian ada hari2, dimana org yang sabar dlm menetapi agamanya di hari2 itu bagaikan org yg menggenggam bara api (nyaris lepas kesabarannya krn tdk kuat). Orang yang melakukan sebuah amal pada hari2 itu, pahalanya sama dg pahala amal yg sama yg dilakukan oleh 50 orang.” Dikatakan kpd beliau, “50 orang dari mereka?” Beliau berkata, “Bukan, akan tetapi 50 orang dari kalian (50 orang sahabat Nabi)”.

Semoga kita menjadi org yg bisa melakukan amal tsb. Aamiin…