Allah menjelaskan terhapus dan sia-sianya amal org kafir

  • Tidak ada yg dapat menolak azab Allah thd mereka (116)
  • Harta yg mereka infakkan diibaratkan spt angin dingin yang malah merusak tanaman (amal kebaikan) shg yg diharap2kan berbuah (pahala) menjadi rusak, nihil, tdk ada hasilnya (117)

Amal org yg kafir ini pun dibahas di ayat lain:

Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. (Al Furqan 25:23)

Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya. (An Nuur 24:39)

Larangan Mengambil Org Kepercayaan dari Non-Muslim

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (Ali Imran 3:118)

Ayat 118 ini membahas mengenai larangan mengambil org kepercayaan dari non-muslim.

Asbabun nuzul ayat ini mirip dg Ali Imran ayat 28 sebelumnya, yakni adanya bbrp org dari kaum muslimin yg masih menjaga persahabatan dg org Yahudi yang sdh terjalin sejak sebelum Islam datang. Lalu ayat ini turun krn dikhawatirkan kaum muslimin tsb akan terkena fitnah krn kaum Yahudi saat itu spt musuh dalam selimut.

Di sini, Allah melarang kita utk mengambil org kepercayaan, teman dekat dan pemimpin dari org non-muslim yang bersikap memusuhi kita krn:

  • Mereka terus2an berusaha mencelakakan dan merusak urusan kita (118)
  • Mereka menyukai apa yg menyusahkan kita (118)
  • Tampak kebencian dari ucapan mereka; hatinya lebih lagi (118)
  • Mereka menampakkan wajah ramah di depan kita (shg kita menjadi suka dg mereka dan keramahannya); ttp sebenarnya marah dan benci di belakang kita (119)
  • Tidak senang melihat kita mendapat kebaikan, gembira kalau kita mendapat musibah (120)

Perlu diperhatikan di sini, bhw yg dilarang ini adalah spesifik utk sbg org kepercayaan, teman dekat dan pemimpin yg memiliki peran penting dan strategis. Sedangkan utk peran lain yang non-strategis tetap diperbolehkan sbgmn dijelaskan di ayat lain:

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.
Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (Al Mumtahanah 60:8-9)

Dari sini maka di tafsir Al Munir (yang juga mengutip pendapat Syekh Muhammad Abduh di tafsir Al Manar) disebutkan guideline kita dlm berinteraksi dg non-muslim sbb:

  1. Orang non-muslim = tidak boleh dijadikan teman kepercayaan, pengambil keputusan dan pemimpin
  2. Orang non-muslim + tdk memusuhi Islam = boleh diajak kerjasama asal tdk di posisi strategis dan penentu kebijakan
  3. Orang non-muslim + memusuhi Islam = diperangi hingga mereka masuk islam atau mau membayar jizyah (At Taubah 9:29)

Sedangkan yg dikatakan memusuhi Islam menurut ayat di atas adalah kalau:

  • Mereka memerangi org muslim krn agama
  • Mereka mengusir (atau membantu pihak lain mengusir) dari tempat tinggal org muslim

Di dalam tafsir Al Munir, diceritakan contoh bhw dulu, masuknya Islam ke Andalusia Spanyol dibantu oleh kaum Yahudi, dan masuknya islam ke Mesir pun dibantu oleh Nasrani Qibti, tetapi tdk sbg panglima perang atau penentu kebijakan.


Peristiwa perang Badar

Allah memberikan bbrp highlight mengenai peristiwa perang Badar ini:

  • Adanya 2 kelompok yg sempat ingin mundur dari peperangan (Bani Salamah dan Bani Haritsah) krn terpengaruh oleh Abdullah bin Ubay, ttp Allah meneguhkan kembali hati mereka (122)
  • Kondisi pasukan Islam yg sangat lemah, total 313 org, 2 org naik kuda, 70 org naik unta melawan pasukan kafir Mekkah yg terdiri dari 1000 org pasukan berkuda lengkap (123)
  • Allah memberi kabar gembira dan menentramkan hati kaum muslim saat itu dg janji diturunkannya pasukan malaikat (126). Pertolongan malaikat ini bertahap, awalnya 1000 malaikat, kemudian ditambah menjadi 3000 (124) hingga akhirnya 5000 malaikat setelah tampak kesabaran dan ketabahan mereka yg berperang (125).

(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut“. (Al Anfaal 8:9)

Menurut bbrp riwayat, dikatakan bhw pasukan malaikat ini memakai tanda bulu warna putih di jambul dan ekor kudanya, dan kudanya berwarna putih-hitam; dan hanya di perang Badar inilah mereka turun langsung ke lapangan membantu pasukan Rasulullah.

Terakhir Allah mengingatkan larangan dan perintah kpd orang beriman:

  • Jangan lakukan riba. Larangan fase 3, dilarang riba faahisy (yg berlipat) (130). Fase 4 adalah larangan segala bentuk riba.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. (2:278)

  • Peliharalah diri dari api neraka. Tinggalkan segala amal dan perbuatan yang membawa kita kpd neraka (131)
  • Taati Allah dan RasulNya agar mendapat rahmat (132)

Maha benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam