Adab mereka yg ingin kembali ke jalan Allah

Di ayat 133-136 ini membahas apa yang harus dilakukan hamba yang ingin bertaubat, kembali ke jalan Allah:

  1. Bersegera, tdk menunda2 memohon ampun (taubat) (133)
  2. Tidak menunda2 dlm berbuat kebaikan (133)
  3. Ringan tangan dlm berinfak, berinfak kapan saja, di waktu lapang dan sempit (134)
  4. Mampu menahan marah dan mudah memaafkan (134)
  5. Segera ingat kpd Allah dan bertaubat ketika khilaf berbuat zalim dan aniaya (dan meninggalkan perbuatan tsb) (135)

Selama kita tdk musyrik maka sebesar apa pun dosa kita tdk akan melampaui besarnya ampunan Allah SWT. Dalam satu hadits dijelaskan:

“Allah yang Mahatinggi berfirman, “Wahai anak Adam, selagi kamu minta dan berharap kepadaKu, maka Aku akan mengampuni bagimu segala yang telah berlalu dari dosamu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, walaupun dosamu sampai setinggi langit, kemudian kamu meminta ampun kepadaKu, niscaya Aku ampuni kamu, dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika kamu datang kepadaKu dengan kesalahan (dosa) sepenuh bumi, kemudian kamu mendatangiKu dengan tidak menyekutukanKu dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi pula. (HR At Tarmidzi).

Mereka yang mampu mengerjakan di atas dikatakan sbg org yg bertakwa (133) dan akan dibalas dg ampunan Allah (atas kesalahan2 kecil mereka) serta surga yg kekal (136)

Utk menguatkan tekad kita kembali ke jalan Allah, di ayat berikutnya (137) Allah memerintahkan kita untuk traveling mengunjungi tempat2 yang di sana pernah tinggal umat2 yang diceritakan di dalam Al Quran. Dikatakan agar ini menjadi tafakur kita atas bagaimana nasib kaum yang menolak kebenaran, betapa kerasnya azab Allah dan besarnya kekuasaan Allah melampaui segala kelebihan dan ketinggian budaya yg dimiliki oleh umat2 tsb. Azab Allah thd kaum2 tsb krn mereka ingkar thd rasul yg diutus kpd mereka dan mengabaikan kitab Allah yg berisi penerangan, petunjuk dan pelajaran (138).


Pelajaran dari Perang Uhud (1)

Perang Uhud adalah perang setelah kemenangan besar kaum muslim di perang Badar (yang di ayat sebelumnya dikatakan bahkan dibantu oleh pasukan malaikat yg mengenakan tanda khusus). Ttp ternyata kaum muslim mengalami kerugian besar dg banyaknya pasukan muslim yg terbunuh, termasuk Nabi pun luka2.

Allah menghibur kaum muslim utk tetap pede, tdk patah semangat dan tdk larut dalam kesedihan krn sebenarnya dg mereka beriman, mereka sdh ditinggikan derajatnya dibandingkan musuh mereka yg kafir (139). Juga diterangkan, tdk usah terlalu merasa nelangsa, krn kehilangan jiwa atau luka yg dialami kaum muslim pun sama juga dialami oleh musuh (140)

Kemudian Allah menjelaskan bhw sudah sunnatullah yang namanya segala sesuatu itu dibuat bergilir; termasuk menang-kalah dlm peperangan, dg tujuan:

  1. Menguji siapa dari hambaNya yang keimanannya benar2 kpd Allah (140)
  2. Memberikan gift, voucher mati sbg syuhada, kpd mereka yg terpilih, langsung masuk ke surga paling tinggi, surga Firdaus (140)
  3. Membersihkan org beriman dari dosa melalui sakit luka dan penderitaan yg mereka alami (141)
  4. Menjadi salah satu jalan Allah utk menghancurkan org kafir (141)
  5. Menguji siapa hambaNya yg ikhlas dan sanggup bersabar dlm berjihad (142)

Ketika kekalahan dan kejatuhan mental melanda pasukan Islam di perang Uhud tersiar kabar bhw Rasulullah pun terbunuh. Allah kemudian menegaskan dan bertanya kpd kaum muslim saat itu, bahwa Rasulullah hanyalah seorang rasul yg pasti suatu saat akan wafat dan meninggalkan umat Islam. Apakah dengan mudahnya mereka lupa dan mengingkari nikmat besar yg turun bersama kedatangan Islam melalui Nabi SAW? Apakah kalau Nabi sdh tdk ada, maka mereka akan kembali menjadi kafir? (145)

Di ayat berikutnya Allah memperkuat mental umat Islam:

  • Kematian adalah urusan Allah. Setiap yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah. Bahwasanya Nabi SAW dan juga org beriman yg ikut bertempur di dalam perang Uhud juga tdk akan mati tanpa izin dari Allah (145).
  • Mereka yg mati (syahid) di peperangan ataupun survive (hidup) sama2 mendapatkan pahala di sisi Allah. Kesemuanya harus disyukuri. Mati syahid disyukuri. Diberi hidup (survive) pun disyukuri. Ayat ini adalah jawaban Allah krn waktu itu ada bbrp kaum muslim yg kecewa krn tdk mati syahid di perang Uhud (145)

Di ayat 147 Allah mengajarkan kita doa yang dibaca di dalam perang:

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”

Di dalam doa ini, kita bermohon kpd Allah:

  1. Diampuni dosa kita krn khilaf, sikap dan perbuatan yg tdk kita sadari krn crowded dan kerasnya situasi peperangan.
  2. Mohon perlindungan dari sikap berlebih2an, spt menyerang musuh krn dendam dan kebencian dan bukan krn Allah
  3. Teguh dlm pendirian, tdk goyah, hati tdk menjadi lemah krn melihat banyaknya org yg kita kenal sdh mati. Juga menjaga kelurusan niat hanya kpd Allah, tdk tergoda dg harta rampasan perang krn kemenangan yg mgkn tampak sdh dekat (spt kejadian di perang Uhud)
  4. Memohon akan pertolongan Allah dari musuh

Kalau melihat dari struktur doa di dalam perang di atas ternyata no. 1-3 semua terkait dg adab hati kita dlm menghadapi peperangan. Baru no. 4 eksplisit memohon pertolongan melawan musuh. Di sini Allah seakan implisit berpesan kpd kita, bhw dlm peperangan – menang kalah bukanlah perhatian utama kita. Melainkan menjaga adab hati lah yang justru harus kita utamakan. Bahkan di ayat 145 sebelumnya ditegaskan juga, hidup dan mati pun bukanlah indikator berhasil/gagal krn sama2 mendapat pahala dari Allah (pahala di dunia dan pahala di akhirat) selama kita menjaga keikhlasan berperang demi menegakkan agama Allah.

Sebagai penutup, Allah menjelaskan dg indah dan mengharukan mengenai orang2 yang berjihad di jalanNya ini di ayat lain:

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (At Taubah 9:111)

Maha benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a’lam