Pelajaran dari Perang Uhud (2)

Di dalam perang Uhud Allah mengingatkan agar kaum muslim waspada, tdk menjadi goyah dan mengikuti pendapat orang kafir dan munafik walaupun dalam keadaan terdesak atau kekalahan tampak di depan mata; dan tetap taat kpd Allah dan RasulNya (149-150).

Kemudian Allah menerangkan, sebenarnya org kafir yg berperang itu pun merasa takut krn mereka takut mati dan tdk tahu apa yg terjadi dg mereka setelah mati (151).

Ketika Rasulullah kembali ke Madinah dari perang Uhud, bbrp sahabat berkata, “Apa yang menyebabkan kita bisa mengalami hal spt ini, padahal Allah telah menjanjikan pertolongan kpd kita?” Lalu Allah menurunkan ayat 152 sbg teguran bhw bukanlah Allah yg ingkar janji, melainkan Allah sebenarnya sdh memenuhi janjiNya di awal peperangan hingga mereka mulai tergoda dg harta rampasan perang shg meninggalkan pos2 penjagaan dan akhirnya diserang dari belakang oleh pasukan kafir pimpinan Khalid bin Walid dan Ikrimah bin Abu Jahal.

Kemudian disebutkan bhw mereka diberikan balasan berupa kesedihan di atas kesedihan. Kesedihan pertama, krn mengalami kekalahan perang, dan banyaknya korban yg jatuh. Kesedihan kedua, krn mereka sdh terang2an melanggar perintah Nabi SAW shg menyebabkan kekalahan perang, termasuk luka2 pada diri Nabi SAW (153).

Saat itu pasukan Islam terpecah dua:

  1. Mereka yg tetap taat dan yakin kpd pertolongan Allah. Mereka ini ditolong Allah dg dibuat rasa aman dan mengantuk shg tertidur (dan memulihkan stamina mereka) (154)
  2. Mereka yg melanggar perintah Nabi meninggalkan pos2 penjagaan. Mereka merasa khawatir dan mulai ragu akan janji dan takdir Allah (154). Akan tetapi akhirnya Allah memaafkan kesalahan mereka (155)

Takdir Kematian

Masih terkait dg mereka yg syahid di perang Uhud, Allah menerangkan bhw peperangan hanyalah salah satu sebab kematian. Kematian adalah takdir yang akan tetap berlaku regardless mereka berangkat perang atau tidak (156).

Mengenai takdir kematian ini, waktunya sdh ditentukan, tidak akan bergeser sedikit pun sebagaimana diterangkan di ayat berikut:

Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah. (Fatir 35:11)

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan. (Al Munafiqun 63:11)

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam.