Kemenangan kaum musyrik dan kekalahan kaum muslim di perang Uhud mendorong kaum munafik mencemoo umat Islam saat itu dg mengatakan, “Seandainya Muhammad memang benar seorg Nabi, maka tentunya ia tdk akan kalah perang spt ini. Akan tetapi sebenarnya Muhammad hanyalah seseorg yg menginginkan kekuasaan – yang kadang menang kadang kalah”
Kaum munafik ini dengan cepat membela kaum kafir dan berusaha melemahkan mental umat Islam.

Maka diturunkanlah ayat 176 yang menghibur agar Nabi dan umat Islam saat itu tdk risau dan sedih krn dengan menegaskan bhw sikap org munafik tsb dan org2 yg terpengaruh provokasi mereka tdk akan membawa mudarat apa pun thd Allah (176-177).

Kemudian Allah menerangkan bahwa keadaan org munafik dan kafir yang baik2 saja, aman dari azab (spt bisnis mereka yg langgeng, kesehatan yg baik, usia yg panjang) bukanlah berarti krn Allah baik kpd mereka, melainkan sbg istidraj, sengaja dibiarkan supaya mereka bertambah dosanya di dunia (178).

Allah kemudian menjelaskan bhw kaum muslim pasti akan mengalami bencana, musibah dan cobaan berat (spt peristiwa perang Uhud) agar terlihat jelas mereka yang sebelumnya tampak sama2 mengaku Islam, siapa yang benar beriman teguh kpd Allah dan siapa yang lemah imannya menjadi munafik. Maka sbg penawar (obat) nya, Allah memberikan resep sbg berikut (179)

  • Memurnikan keimanan kita hanya kpd Allah, mengikhlaskan segala perbuatan kita hanya utk mencari ridho Allah
  • Mencontoh sikap Rasulullah dan para rasul terdahulu (dalam menghadapi situasi spt yang sedang kita hadapi)
  • Bertakwa, memperkuat ibadah dan ketakwaan kpd Allah. Persisten, tdk menyerah dg diiringi sikap sabar dan kepala dingin dan berpedoman pada prinsip2 Al Quran dlm menghadapi masalah

Terkait dg takwa di atas, maka Allah kemudian berpesan kpd kita agar tdk pelit, tdk spt org Yahudi yang enggan dalam menafkahkan harta utk kepentingan perjuangan di jalan Allah. Disebutkan, bhw harta yang tdk dinafkahkan tsb nanti akan dikalungkan ke leher pemiliknya pada hari kiamat (180). Dalam satu riwayat, dijelaskan (na’udzubillah min dzalik):

*“Tidaklah pemilik harta simpanan yang tidak melakukan haknya padanya, kecuali **harta simpanannya akan datang pada hari kiamat sebagai seekor ular jantan aqra’***yang akan mengikutinya dengan membuka mulutnya. Jika ular itu mendatanginya, pemilik harta simpanan itu lari darinya. Lalu ular itu memanggilnya, “Ambillah harta simpananmu yang telah engkau sembunyikan! Aku tidak membutuhkannya.” Maka ketika pemilik harta itu melihat, bahwa dia tidak dapat menghindar darinya, dia memasukkan tangannya ke dalam mulut ular tersebut. Maka ular itu memakannya sebagaimana binatang jantan memakan makanannya”. (HR Muslim no. 988)

Kemudian Allah menjelaskan provokasi cemoohan org Yahudi thd menafkahkan harta ini. Mereka mengatakan bhw Allah memerintahkan hambaNya utk menafkahkan harta tdk lain karena Allah itu miskin dan minta bantuan kpd hambaNya yang kaya. Mereka yang mengatakan ini diancam dg azab yg keras oleh Allah krn merendahkan Allah – sama spt ketika mereka merendahkan Allah shg yg dg beraninya membunuh bbrp rasul (Yahya dan Zakaria) (181).

Allah kemudian menegaskan kembali fairness hukumNya, yakni bahwa azab yang mereka (kaum Yahudi) terima adalah krn mereka melanggar apa yang sebelumnya sdh diperingatkan; bukan Allah yg menganiaya mereka dg menghakiminya secara sepihak (182).


Masih dlm rangka menghibur Rasulullah dan kaum muslimin saat itu, Allah menegaskan bhw kematian adalah sesuatu yang pasti bagi setiap makhluk yg bernyawa. Dan kematian bukanlah akhir segalanya krn masih ada hari akhirat dimana segala amal kebaikan dan keburukan akan dibalas dengan sempurna (185).

Di ayat 186, Allah menjelaskan bhw pasti kita – org beriman akan diuji dengan:

  1. Dunia yang keindahannya menghanyutkan: harta dan hawa nafsu (sifat tamak yg tdk pernah puas)
  2. Gangguan terus menerus yang menyakitkan hati dari golongan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) dan kaum musyrik (mereka yg mempersekutukan Allah)

Di akhir ayat 186, Allah memberikan hints, yakni siapa yang bisa menjaga sabar dan takwa maka akan mampu melewati 2 ujian di atas.

NB: ayat 186 ini dan 179 di atas tampaknya sangat relevan dg kondisi umat Islam Indonesia yg sedang mengalami cobaan spt sekarang. Wallahu a’lam…

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Silahkan ditambahkan kekurangannya 🙏🙏🙏