Ayat 187 menerangkan mengenai ancaman kpd ahli kitab yang telah diambil sumpah atau janji oleh Allah melalui lisan para nabi mereka bhw mereka akan beriman kpd Nabi Muhammad SAW dan menjelaskan kpd umat manusia ttp kedatangan beliau. Tetapi yang terjadi adalah mereka menyembunyikannya dan mengingkari isi kitab sucinya.

Para pendeta di kalangan mereka banyak berkhotbah mengenai hal yg mereka sendiri belum mengerjakannya. Dikatakan, bhw mereka ini akan mendapat siksa yg pedih (188).

Di dalam hadits, perilaku spt ini digambarkan lebih detail sbb:

Seseorang didatangkan pada hari kiamat kemudian dilemparkan ke neraka hingga ususnya terburai keluar dan berputar-putar di neraka seperti keledai mengitari alat penumbuk gandumnya, kemudian penduduk neraka bertanya: “Hai fulan! Apa yang menimpamu, bukankah dulu kau memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran?” Ia menjawab, “Benar, dulu saya memerintahkan kebaikan tapi saya tidak melakukannya dan saya melarang kemungkaran tapi saya melakukannya.” (HR Muslim, No. 2989)

Di ayat lain disebutkan perilaku mereka sbb:

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah… (At Taubah 9:34)

Kaum Ulil Albab

Diawali dg penegasan bhw Allah lah Pemilik Tunggal dari segenap apa yang ada di langit dan bumi (189), Allah menjelaskan bhw sebenarnya ada banyak bertebaran tanda2 keberadaan Sang Pencipta yg Maha Esa dan Maha Sempurna di balik proses terjadinya langit dan bumi dan pergantian siang dan malam, yang hanya bisa ditangkap oleh mereka yang disebut Allah sbg “Ulil Albab” (orang yang menggunakan akalnya). (190).

Di sini Allah menjelaskan bbrp ciri2 Ulil Albab yang mengedepankan keimanan di atas pengetahuan Iptek di ayat selanjutnya (191):

  • Mereka selalu mengingat Allah, berdzikir, setiap saat dimana saja
  • Mereka memiliki semangat eksplorasi sains, memikirkan proses penciptaan dan fenomena alam semesta
  • Mereka merendahkan diri kpd Allah, seraya bersujud mengakui adanya Dzat yang Maha Suci, yg tdk pernah salah perhitungan dalam menciptakan segala sesuatu di balik segala fenomena alam di sekeliling mereka (191)

Kemudian mereka Ulil Albab ini berdoa:

  • Dijauhkan dari api neraka yang menghinakan (192)
  • Tetap, istiqamah dalam beriman dan melaksanakan risalah Allah (193)
  • Mohon ampun atas dosa dan kesalahan mereka (193)
  • Husnul khotimah, akhir hidup yang baik (193)
  • Mendapat segala kebaikan yg dijanjikan Allah (spt pertolongan Allah, hidayah dll) (194)
  • Amal saleh dan ditutupnya aib (amal buruk) di akhirat (194)

Allah kemudian mengabulkan doa mereka ini dg menjelaskan bhw Dia tdk menyia-nyiakan pahala org yg berbuat baik, baik laki2 maupun perempuan; termasuk di dalamnya hijrah/mengungsi yg terpaksa dilakukan krn alasan keimanan (diusir krn agama) dan keamanan (krn disakiti) (195).

Tidak Silau terhadap Keberhasilan Duniawi

Di ayat berikutnya Allah juga mengingatkan agar kita jangan silau terhadap kelapangan, keberhasilan org kafir di dunia, krn sebenarnya semua itu hanya sementara (tdk kekal) sampai di akhirat mereka masuk neraka (196-197). Sedangkan balasan bagi org yg beriman dan beramal saleh adalah kebaikan (kenikmatan) yang kekal di surga (198).

Di ayat lain, juga dijelaskan:

Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal. (Thahaa 20:131)

Allah kemudian menjelaskan kembali mengenai Ahli Kitab. Kontras dg ayat 187-188, diterangkan bahwa ada segolongan dari Ahli Kitab yang taat kpd risalah Allah. Mereka ini memiliki ciri sbb:

  • Mereka beriman kpd Allah yang Esa dan risalah yang diturunkan melalui rasulNya
  • Mereka merendahkan diri kpd Allah, khusyu’, bertasbih, berdzikir, membesarkan nama Allah dg rendah hati
  • Mereka taat berpegang pada kebenaran ayat2 Allah, tdk menutupinya, mengingkarinya atau pun memilih2 hanya sebagian yang mau diikuti

Di akhir surat Ali Imran, sbg penutup, Allah memerintahkan orang beriman utk bersabar, menguatkan kesabaran (tawakal), waspada dan menjaga ketakwaan kpd Allah dlm menghadapi gangguan kaum kafir dan Ahli Kitab (200).

NB: Banyak ulama yang menafsirkan Ulil Albab sbg kaum cendekiawan / intelektual. Mereka memiliki spesialisasi di banyak bidang, spt Iptek (di ayat ini), hukum, ilmu agama, dll. Ini bisa dilihat dari konteks ayat2 yang menyebutkan Ulil Albab ini, yakni di: 2:179, 39:9, 13:19, 14:52, 38:29, 39:18.

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam.