Masih melanjutkan ayat2 sebelumnya, di sini Allah menyindir kaum Yahudi dan Nasrani (kaum yg diturunkan kitab suci kpd mereka) dimana sebagian mereka memilih berpaling ingkar dari isi kitab suci mereka (23).

Disebutkan salah satu penyebabnya adalah mereka merasa aman dari api neraka, merasa istimewa utk ikut masuk neraka bersama umat2 lain, terlepas dari apa pun yg mereka amalkan (24). Padahal masuk neraka / surga tergantung (salah satunya) dari timbangan amal di akhirat.

Allah Raja yang Maha Kuasa

Ayat 26-27 merupakan salah satu ayat istimewa krn menerangkan dg lugas dan eksplisit mengenai kebesaran Allah.

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu (26)

تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَن تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas) (27)

Asbabun nuzul ayat ini adalah ketika selesai penaklukkan Mekkah Rasulullah menjanjikan bhw suatu saat nanti Romawi dan Persia pun akan masuk ke dlm kekuasaan Islam, yg ternyata dicemooh oleh org Yahudi dan munafik di Madinah, shg diturunkanlah ayat ini.

Menarik melihat struktur ayat 26-27 ini:

  1. Allah punya kekuasaan absolut thd naik turunnya kerajaan (kekuasaan atas sekelompok org / bangsa) (26)
  2. Allah punya kekuasaan absolut thd kemuliaan / kehinaan seseorang (personal per individu) (26)
  3. Allah punya kekuasaan absolut thd alam semesta di level makro, disimbolkan dg mempergelarkan malam dan siang (27).
  4. Allah punya kekuasaan absolut thd makhluk hidup dlm bentuk paling kecilnya (alam semesta di level mikro, atom), disimbolkan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan mengeluarkan yang hidup dari yang mati. Bahwa mati dan hidup adalah hal kecil bagiNya yang Dia bisa atur sekehendakNya (27).

Terakhir sekali, di ujung ayat 27 ditegaskan bhw Allah tdk merasa kesulitan atau kerepotan sama sekali dlm mengatur segenap ciptaanNya itu bahkan utk memberi rezeki kpd mereka 1-1 pun tdk dibatasi oleh apa pun – “Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (limitless)”

Di dalam satu hadits disebutkan, “Asma Allah yang paling agung yang jika digunakan untuk berdoa, maka doa tsb dikabulkan, yaitu terdapat di dalam ayat 26 surah Ali Imran” (HR Ath Thabrani).

Bergaul dg selain Orang Beriman

Catatan: mohon maaf sebelumnya kalau mungkin ada yg tidak sependapat, tetapi insya Allah tulisan ini berusaha seobyektif mungkin melihat maksud pesan Al Quran yang sebenarnya.

Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu). (Ali Imran 3:28)

Ayat 28 ini membahas larangan bagi kita – org beriman utk memilih org kafir sbg wali/wakil atas urusan kita padahal masih ada org beriman lain yg juga mampu, kecuali krn alasan keamanan. Disebutkan pula, mereka yang melanggarnya maka dia lepas atau jauh dari pertolongan Allah.

Ayat ini termasuk ayat muhkamat, yang jelas sekali maknanya dan di support oleh banyak ayat lain. Asbabun nuzulnya pun terkait dg sekelompok kaum muslim dari Anshar di Madinah yang berusaha utk tetap dekat, loyal dan bersahabat dg org Yahudi. Mereka awalnya menolak hingga akhirnya turun ayat 28 ini.

Ayat lain dg tema yang sama (dan bbrp bahkan lebih tegas) sbb:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (Ali Imran 3:118)

Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya (Al Mujadilah 58:22)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu) (Al Maidah 5:51)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)? (An Nisaa 4:144)

Sementara Allah meminta kita orang beriman utk saling tolong menolong, dan berjamaah dlm amar ma’ruf nahi mungkar, dan dlm menjalankan ketaatan kpd Allah dan rasulNya.

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (At Taubah 9:71)

Jadi dari ayat2 di atas tampak sekali bahwa:

  • Keimanan kpd Allah adalah dasar yang kita pakai dlm memilih teman dekat, org kepercayaan dan pemimpin. Bahkan di 58:22 di atas disebutkan status keimanan ini lebih tinggi dan diutamakan daripada status hubungan darah (orangtua, anak dan saudara)
  • Kita harus menghindari memilih mereka sbg teman dekat, org kepercayaan dan pemimpin, kecuali dlm keadaan darurat (krn faktor keselamatan atau tdk ada muslim lain yg capable)
  • Terhadap org di luar org beriman kita diperintahkan bergaul dg baik di dunia dg tetap tdk setuju thd keadaan mereka yg kafir

Ayat berikutnya merupakan kontras setelah tegasnya Allah di ayat2 sebelumnya. Dikatakan, “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Rasulullah), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (31). “Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir” (32).

Teladan keluarga Imran dlm Menerima Ketentuan Allah

Allah menjelaskan bhw Adam, Nuh dan keluarga Imran adalah umat yg dipilih, dilebihkan derajatnya dari umat lain saat itu (33-34).

Salah satunya (keluarga Imran) yang dikisahkan berawal dari janji istrinya utk menadzarkan anak yg masih dikandungnya utk berkhidmat di Baitul Maqdis (35). Awalnya mereka kecewa ketika tahu anaknya perempuan, walaupun akhirnya mereka menerima ketentuan Allah ini.

Di sini kita ditunjukkan teladan bagaimana sikap istri Imran menerima ketentuan Allah ini dlm doanya:

Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan. (Padahal Allah lebih tahu apa yg dia lahirkan). Dan laki2 tdk sama dg perempuan. Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohon perlindunganMu untuknya dan anak cucunya dari setan yang terkutuk.

Di sini mengharukan sekali membayangkan bagaimana istri Imran ini awalnya kecewa, kemudian menerima ketentuan Allah hingga akhirnya mendoakan. Mendoakannya pun bukan hanya utk anaknya, ttp juga perlindungan utk keturunan dan cucu-cicit dari anaknya itu 😭😭😭

Maha Benar Allah dg segala firman-Nya.

Wallahu a’lam.