Kisah keluarga Imran dilanjutkan dg ketaatan Maryam shg membuat Zakaria berdoa agar dikaruniakan keturunan yang sama baiknya dg Maryam (38).

Permohonan Zakaria ini dikabulkan dg lahirnya Yahya yg dikatakan sbg penerus risalah Allah (yang membenarkan kalimat dari Allah), menjadi teladan, dan org yg menjaga kesucian (wara’) (39).

Zakaria pun diberi tanda kalau istrinya sdh mengandung (tdk bisa bicara – sebagai jawaban Allah atas keraguannya krn istrinya sdh tua), dan diperintahkan utk banyak berdzikir dan bertasbihlah di pagi dan sore (40-41).

Kemudian diceritakan Maryam mendapat berita melalui Jibril, bhw dia telah dipilih Allah, disucikan dan diangkat kedudukannya lebih utama daripada wanita lain serta diperintahkan taat dan ruku’ bersama2 dg yg lain (42-43)

Sampai di sini, tampaknya Maryam satu2nya perempuan yang disebut eksplisit bisa mendengar Jibril, ditinggikan kedudukannya oleh Allah spt Nabi dan Rasul ttp tdk diperintahkan menyampaikan risalah kpd org lain.

Kemudian Maryam diberitahu bahwa dia akan melahirkan seorang putra yang diciptakan dg kalimat Allah, dan anak itu akan menjadi org yg terkenal dan orang yang didekatkan kpd Allah (muqarrabin) (45). Allah akan mengajarkannya Al Kitab (Injil), Hikmah, Taurat dan Injil (48) serta diangkat sbg rasul bagi Bani Israil (49).

Di ayat 49 dijelaskan juga bbrp mukjizat Nabi Isa as ini:

  • membuat burung hidup dari tanah
  • menyembuhkan org yg buta sejak lahir
  • menyembuhkan penyakit lepra
  • menghidupkan org mati
  • mengetahui apa yg dimakan dan apa yg disimpan di rumah

Kemudian dijelaskan bgmn misi Nabi Isa as dlm mengajak kaumnya (50-51):

  1. membenarkan Taurat
  2. menegaskan bbrp hukum syariat
  3. bertakwa kpd Allah
  4. menuhankan Tuhan yang satu, Allah, Tuhannya Nabi Isa dan juga Tuhan kaumnya.

Menarik diperhatikan bagaimana redaksi Nabi Isa memperkenalkan Allah kpd kaumnya di ayat 51 ini.

Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus”

Misi Nabi Isa ini (dan juga redaksi yg mirip mengenai Isa memperkenalkan Tuhan kpd kaumnya) disebutkan juga di ayat lain:

Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: “Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmah dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada)ku”.
Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus. (Az Zukhruf 43:63-64).

Cara Nabi Isa memperkenalkan Allah ini sangat penting dan ini pula tampaknya menjadi argumen beliau di akhirat ketika dia ditanya oleh Allah apakah dia mensyiarkan dirinya sbg Tuhan, sbg mana disebut di ayat berikut:

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?”. Isa menjawab: ” Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”. (Al Maaidah 5:116)

Maha Benar Allah dg segala firmannya.

Wallahu a’lam