Di ayat 69-77, Allah menjelaskan kpd kita adanya bbrp ciri/kelompok dari kaum Yahudi dan Nasrani ini.

  1. Mereka yg bersikap memusuhi org beriman:
  • Berusaha menyesatkan org beriman (69)
  • Membenarkan yg salah dan menyalahkan yg benar; tdk mengakui kebenaran (dari prinsip2 Islam) walaupun mereka tahu prinsip tsb adalah benar (71)
  • Pura2 setuju dg org beriman dan tertarik berbicara mengenai Islam ttp sebenarnya tujuan mereka adalah membuat org beriman ragu akan keislamannya (72)

Di ayat lain, disebutkan mereka ini jumlahnya mayoritas dan tdk henti2nya ingin mengembalikan org beriman kembali kafir.

Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al Baqarah 2:109)
2. Mereka yang bisa dipercaya dlm berbisnis (menjaga amanah bila dititipkan harta dan menepati janji) (75)
3. Mereka yang tdk bisa dipercaya (khianat) dlm berbisnis. Diterangkan juga bhw mereka ini beranggapan orang di luar Ahli Kitab adalah halal hartanya (akhir ayat 75)
4. Mereka yang punya kebiasaan membolak-balik dan menambah-mengurangi firman Allah shg berbeda dg makna aslinya (78).

Kebiasaan menambah-mengurangi kitab suci ini dijelaskan juga di ayat lain:

Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? (Al Baqarah 2:75)

Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (Al Maaidah 5:13)

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan. (Al Maaidah 5:15)

Ayat berikutnya Allah menjelaskan betapa sangat tdk pantasnya bagi seseorg yang diwahyukan kitab Allah, hikmah dan diangkat sbg nabi mengajak untuk menyembah dirinya sendiri atau menjadikan malaikat dan nabi sbg Tuhan. Di banyak tafsir, disebutkan ayat ini mengacu kpd Nabi Isa dan Uzair yg dipertuhankan oleh kaum Nasrani dan Yahudi (79-80).

Di ayat 81-82 Allah menjelaskan bhw para nabi dan rasul sdh terikat janji dg Allah utk menyampaikan wahyu yg sampai kpd mereka dan membenarkan ajaran rasul sebelumnya. Implisit di sini maksudnya adalah bhw risalah yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul itu adalah sama (yang berbeda hanya syariatnya); sbgmana disebut juga di ayat lain:

Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”. (Al Anbiyaa 21:25)

Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (An Nahl 16:36)

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam.


Mau nanya yg Almaidah ayat 13. Bgm kl kita kaitkan dg apa yg terjadi skrg. Ahok menistakan ayat Allah. Maka sikap kita harus memaafkan dan membiarkan? Mksdnya tdk perlu sampai dibawa ke jalur hukum spt skrg atau gmn ya?

Ada bbrp pendapat mufasir soal Al Maidah ayat 13 ini. Ttp saya cenderung sepakat dg pendapat Qatadah yg dikutip di tafsir Ibnu Katsir. Menurut dia, Al Maidah 13 ini sdh dimansukh (diganti) dg Surat At Taubah ayat 29.

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (At Taubah 9:29)

Pendapat lainnya (menurut Thabari) adalah ini berlaku bagi ahli kitab yang sdh membayar jizyah, shg mereka dlm perlindungan Pemerintah Islam, shg kaum muslim diperintahkan utk memaafkan kesalahan2 mereka yg lalu.