Mundur sedikit ke ayat kemarin.

Allah bertanya kpd org yg menolak ajakan Rasul (disebut sbg orang fasik), “Agama apa lagi yg mereka cari selain agama Muhammad – yang juga agama seluruh Nabi, padahal apa yg ada di bumi dan langit semuanya berserah diri kpd Allah baik dg terpaksa (tdk ada pilihan – spt hewan dan tumbuhan) ataupun dg sukarela (ada pilihan – spt jin dan manusia)” (83).

Maka Rasulullah diperintahkan utk mengajak mereka yg beriman kpd beliau utk juga beriman dan membenarkan apa yg dibawa oleh rasul2 sebelumnya. Ini adalah pelaksanaan dari janji beliau dan juga para rasul yang disebutkan di ayat 81 kemarin (84).

Ditegaskan juga, siapa pun yang setelah diutusnya Rasulullah mengikuti agama yg lain selain Islam maka amal mereka tdk akan diterima (85).

Kemudian Allah menyindir Ahli Kitab yang sebenarnya mereka mengakui kebenaran risalah Nabi, keyakinan mereka bhw Nabi SAW adalah utusan yg mereka tunggu2 selama ini (dg ciri yg sangat mereka kenal) ttp krn kedengkian mereka menolak mengikuti beliau. Dalam bhs Al Quran mereka ini dikatakan sbg kaum yg kafir setelah mereka beriman. Dikatakan juga petunjuk Allah tdk mungkin bisa sampai selama mereka memilih tetap zalim kpd diri sendiri, menutup pintu hati dari hidayah dg ego mereka (86).

Tetapi… Kalau saja mereka (1) bertaubat dan (2) mengubah diri, maka disebutkan sesungguhnya ampunan Allah dan kasih sayang Nya masih jauh lebih besar daripada dosa mereka (89).

Di ayat selanjutnya, Allah menggambarkan betapa besar penyesalan org kafir ini di akhirat. Disebutkan, mereka rela menebus diri agar tdk terkena siksa yg pedih di neraka dg emas (dan segala bentuk kenikmatan yg bisa dibeli dg emas) yang banyaknya sepenuh/sebesar bumi.


Kebajikan (Al Birr)

Makna Al Birr menurut ulama ada 3 pendapat:

  1. Surga
  2. Amal soleh
  3. Ketaatan (yang bersifat umum)

Ayat 92 menegaskan apa yg disebut sebelumnya di Al Baqarah 2:177 mengenai kebajikan – Al Birr (surga/amal soleh/ketaatan), dimana ibadah sosial menempati urutan kedua setelah keimanan.

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya (Al Baqarah 2:177)

Di Ali Imran 92 ini, seseorg belum dikatakan sempurna amal kebajikannya kalau dia belum beribadah sosial (menafkahkan sebagian harta yg dicintai).

Bahkan di Al Maa’un dikaitkan langsung antara mereka yg menjalankan ibadah ritual dg ibadah sosial ini:

Tahukan kamu orang yang mendustakan agama? Yakni mereka yang menghardik anak yatim (Al Maa’un 107:1-2)

Ayat 93-95 menceritakan bgmn perilaku Bani Israil yang mengada2 membuat larangan yg sebenarnya tdk ada.

Ayat 96-97 membahas mengenai kota Mekkah yang dijamin selalu diberkahi (hingga akhir zaman?) dan kewajiban mengerjakan haji bagi yang mampu.

Ayat 98 dst membahas kembali Ahli Kitab. Mereka dikatakan, bukan hanya mengingkari kebenaran ttp juga menghalangi org dari kebenaran, dlm bentuk membuat ragu mereka yg sudah beriman dan memutarbalikkan pemahaman ayat mengikuti hawa nafsu mereka. Ini adalah profil yang sama dg kelompok 1 dan 4 yang dibahas kemarin. Kita diperintahkan utk hati2 dlm bergaul dg mereka (98-100).

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam.