Penolakan atas Dakwah Rasulullah SAW

Pengingkaran terhadap Kerasulan Nabi SAW

Melanjutkan kisah para Rasul dalam menghadapi kaumnya pada ayat-ayat sebelumnya, ayat-ayat selanjutnya menggambarkan perlawanan atas dakwah Rasulullah - sebagai Nabi SAW yang diutus Allah SWT:

  • Mereka diminta untuk mentadabburi kesudahan umat-umat terdahulu yang mendustakan para Rasul yang diutus kepada mereka bisa dilihat pada situs-situs peninggalannya di daerah sekitar Mekkah-Madinah (69). Di ayat lain, dijelaskan salah satunya adalah kota Sodom peninggalan kaum Luth, yang selalu mereka lewati dalam perjalanan niaga menuju Syam sbb:

    Dan sesungguhnya mereka (kaum musyrik Mekah) telah melalui sebuah negeri (Sodom) yang (dulu) dihujani dengan hujan yang sejelek-jeleknya (hujan batu). Maka apakah mereka tidak menyaksikan runtuhan itu; bahkan adalah mereka itu tidak mengharapkan akan kebangkitan. (Al-Furqan 25:40)

    Sesungguhnya Luth benar-benar salah seorang rasul. (Ingatlah) ketika Kami selamatkan dia dan keluarganya (pengikut-pengikutnya) semua, kecuali seorang perempuan tua (isterinya yang berada) bersama-sama orang yang tinggal. Kemudian Kami binasakan orang-orang yang lain. Dan sesungguhnya kamu (hai penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka di waktu pagi, dan di waktu malam. Maka apakah kamu tidak memikirkan? (As-Saffat 37:133-138)

  • Allah SWT kemudian menasehati Rasulullah SAW untuk berlapang dada atas sikap ingkar mereka kepada risalah Allah (70)

  • Diceritakan kemudian, salah satu bentuk sikap ingkar mereka adalah meminta disegerakan turun azab Allah sebagai bukti kebenaran kerasulan Nabi SAW (71-73). Hal ini kemudian dijawab, bahwa karunia dan kasih sayang Allah sangat besar kepada manusia. Allah lebih mengetahui mereka yang benar-benar ingkar dan yang benar-benar beriman (74). Pengetahuan Allah meliputi yang tampak dan yang ghaib, di langit dan di bumi (75), yang ditegaskan di ayat berikut:

    Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (Al An'aam 6:59)

    Adalah hak prerogatif Allah SWT kapan dan bagaimana azab itu akan diturunkan, sebagaimana ditegaskan di ayat lain:

    Tak ada sedikitpun campur tanganmu (wahai Rasul) dalam urusan mereka itu; Allah menerima taubat mereka atau mengazab mereka; karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim. Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki; Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Ali Imran 3:128-129)

Pengingkaran terhadap Al-Qur'an

Ayat selanjutnya menggambarkan jawaban Allah atas penentangan mereka atas Al-Qur'an yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi SAW:

  • Al-Qur'an berisi penjelasan mengenai berbagai perkara yang sebelumnya diperselisihkan di antara kaum Yahudi dan Nasrani (76), kisah para Rasul terdahulu, seperti perselisihan mengenai Isa as dan kisah Zubair yang dianggap anak Tuhan oleh kaum Yahudi.

  • Al-Qur'an akan menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang yang beriman. Mereka memanfaatkan Al Quran sebagai pedoman yang menyelamatkan mereka dari kegelapan kesesatan kepada cahaya keimanan, dan menyelamatkan mereka dari api neraka serta mengangkat mereka ke derajat surga yang paling tinggi (77), sebagaimana ditegaskan pula di ayat berikut:

    Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (Al Israa’ 17:82)

Allah akan Menghitung Setiap Amal Perbuatan

Allah kemudian menegaskan bahwa Dialah yang Maha Perkasa dan Maha Mengetahui, yang pasti akan menghitung amal baik dan buruk dan memberi balasan atas setiap perbuatan manusia - termasuk mereka yang ingkar terhadap Rasulullah SAW (78). Maka bertakwalah kepada Allah karena hanya amal baik yang diiringi dengan ketakwaan kepada Allah sajalah yang diperhitungkan sebagai kebaikan di Akhirat kelak (79), sebagaimana disebutkan di ayat lain:

Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya. (An Nur 24:39)

Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. (Al Furqan 25:23)

Tertutup dan Terbukanya Pintu Hidayah

Allah kemudian menyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat membuat seseorang menjadi beriman kalau orang tersebut sudah menutup rapat-rapat hatinya dari setiap bentuk dakwah yang sampai kepadanya (80). Allah mengibaratkan mereka yang tersesat ini (karena mengingkari dakwah Nabi SAW) sebagai orang yang buta dan tuli, yang tidak akan dapat melihat dan mendengar - seberapa pun dekat dan kerasnya kita berbicara dengan mereka - karena organ mata dan telinga mereka sudah tidak berfungsi (81).

Pintu hidayah ini akan terbuka dengan dua syarat (81):

  1. Hati mereka beriman kepada ayat-ayat Allah. Mereka membuka hati dan pikiran untuk merenungkan ayat-ayat Allah - di Al-Qur'an dan yang tersebar di seluruh penjuru semesta, sebagaimana pada ayat berikut:

    (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Ali Imran 3:191)

  2. Mereka berserah diri kepada Allah, bertawakkal menaati perintah Allah dan RasulNya.

Kedua syarat di atas juga disebutkan di banyak ayat lain, di antaranya:

Katakanlah, "Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah, 'Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa. maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya).'" (Al Anbiyaa' 21:108)

(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri. (Az Zukhruf 43:69)

Hari Kiamat: Azab Allah pada Umat Akhir Zaman

Ayat selanjutnya menerangkan, pada saat kemungkaran pada kaum Nabi SAW semakin meluas dan hebat, maka akan muncul binatang melata dari dalam bumi yang bisa berbicara - sebagai pertanda sudah sangat dekatnya azab Allah yakni hari Kiamat (82). Di dalam satu hadits dikisahkan Nabi SAW ditanya mengenai asal binatang ini, beliau menjawab,

"Binatang ini keluar dari masjid yang paling agung dan mulia di sisi Allah. Ketika Isa as sedang melaksanakan thawaf di Baitullah bersama kaum muslim, tiba-tiba tanah di bawah mereka berguncang, lampu-lampu bergerak dan bukit Shafa terbelah hingga ke tempat Sa'i. Binatang itu keluar dari bukit Shafa. Yang pertama terlihat adalah kepalanya yang berkilau dan berbulu. Orang yang menginginkannya tidak dapat menangkapnya, dan orang yang lari tidak dapat luput darinya. Ia memberikan tanda kepada manusia; yang beriman dan yang kafir. Adapun orang yang beriman, wajah mereka menjadi seperti bintang bercahaya dan tertulis di antara kedua matanya "Mukmin". Sedangkan orang yang yang kafir diberi tanda hitam di antara kedua matanya tulisan "Kafir." (Tafsir Thabari, dikutip dari Ma'alim at-Tanzil oleh Al-Baghawi, Zad al-Masir oleh Ibnu al-Jauzi dan ad-Durr al-Mantsur oleh Asy-Syuyuthi)

Pemimpin yang Menyesatkan Umat / Rakyatnya

Kemudian dikisahkan pada hari Akhir, Allah akan mengumpulkan para pemimpin/pembesar yang menyesatkan rakyat/umatnya. Mereka akan digiring di depan pengikut mereka menuju pintu gerbang perhitungan dan pembalasan (83). Mereka kemudian ditanya atas dasar apa mereka menyesatkan umat pengikutnya dari risalah tauhid yang dibawa oleh Rasul:

"Apakah kamu telah mendustakan ayat-ayat-Ku, padahal ilmu kamu tidak meliputinya, atau apakah yang telah kamu kerjakan?" (84)

Para pemimpin/pembesar ini akhirnya dimasukkan ke dalam neraka bersama pengikutnya (85). Di ayat lain, diceritakan juga dialog perdebatan dan pertengkaran mereka di dalam neraka berikut:

(Dikatakan kepada mereka), "Ini adalah suatu rombongan (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desak bersama kamu (ke neraka)." (Berkata pemimpin-pemimpin mereka yang durhaka), "Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka." Pengikut-pengikut mereka menjawab, "Sebenarnya kamulah. Tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka amat buruklah Jahannam itu sebagai tempat menetap." Mereka berkata (lagi), "Ya Tuhan kami, barang siapa yang menjerumuskan kami ke dalam azab ini maka tambahkanlah azab kepadanya dengan berlipat ganda di dalam neraka." (Shaad 38:59-61)

Dan (ingatlah), ketika mereka berbantah-bantah dalam neraka, maka orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: "Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari kami sebahagian azab api neraka?" Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab, "Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena sesungguhnya Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba-(Nya)." (Al Mu'min 40:47-48)

Teguran Allah kepada Umat yang Ingkar

Allah SWT kemudian menegur kaum pengikut yang ingkar pada ayat sebelumnya di atas. Walaupun pemimpinnya sesat tetapi sebenarnya mereka tetap bisa beriman dan selamat dari Neraka kalau saja ketika di dunia merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah berikut :

  • Pergantian malam dan siang. Allah sudah mengatur sedemikian rupa, malam adalah waktu beristirahat dan siang untuk bekerja (86), sebagaimana disebut di ayat lain:

    Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha. (Furqaan 25:47)

    Pergantian siang dan malam ini juga dibahas pada tulisan ini.

  • Peristiwa hari Kiamat yang tiba-tiba sehingga mengejutkan seluruh makhluk di langit dan bumi. Mereka semuanya kemudian akan dibangkitkan dan menghadap Allah dengan merendahkan diri (87)

  • Gunung-gunung yang tampak diam dan kokoh, padahal sebenarnya mereka bergerak seperti awan karena mengikuti bumi yang berotasi (88)

Balasan yang Adil atas Amal di Akhirat

Allah SWT kemudian menegaskan bahwa setiap amal akan ditimbang dan diberi balasan dengan seadil-adilnya di akhirat. Balasan surga bagi yang amal kebaikannya lebih berat dan neraka bagi yang keburukannya lebih berat (89-91). Ini sejalan dengan ayat lain:

Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan. (Al Anbiya’ 21:47)

Penutup: Muhammad SAW Utusan Allah yang Membawa Al-Qur'an

Rangkaian ayat mengenai penolakan yang dialami oleh Rasulullah SAW di atas ditutup dengan penegasan misi kerasulan Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT sebagai berikut:

  1. Muhammad SAW tidak lain adalah Rasul utusan Allah, sebagaimana rasul-rasul terdahulu, yang mengajak umatnya beriman dan berserah diri kepada Tuhan yang Maha Esa - Allah SWT (91)
  2. Muhammad SAW pun membawa kitab berisi wahyu Allah sebagaimana juga sebagian rasul sebelumnya, sebagai pedoman hidup bagi umatnya (92)
  3. Diutusnya Rasul kepada manusia tidak lain sebagai salah satu tanda kebesaranNya, Dia tidak meninggalkan hambaNya dan pun Dia mengetahui segala yang dikerjakan hambaNya untuk diperhitungkan kelak di Akhirat (93)

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, teramat besar belas kasih dan penyayangnya terhadap orang-orang yang beriman. (At Taubah 9:128)

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Al Ahzab 33:21)

Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah kamu berbalik ke belakang (kembali murtad) jika dia wafat atau dibunuh? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan keburukan bagi Allah sedikit pun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (Ali Imran 3:144)

Allahumma shalli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad.
Semoga rahmat dan kemuliaan selalu tercurah kepada Nabi kita hingga akhir zaman, Muhammad Rasulullah SAW. Aamiin.

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Referensi tafsir klik di sini.