Masih melanjutkan cerita mengenai Nabi SAW yg hampir salah memberi putusan thd kasus Thu’mah sebelumnya yg menjadi bisik-bisik saat itu. Allah berpesan di ayat 114 bhw pada dasarnya bisik2 bisa positif mendorong org utk bersedekah, berbuat baik kpd sesama dan juga utk rekonsiliasi. Tetapi kita perlu awas juga krn bisa jatuh ke menggunjing, membicarakan kesalahan org lain dan permusuhan.

Lebih detailnya bisik-bisik atau pembicaraan rahasia ini dijelaskan di ayat berikut:

Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dialah keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.

Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan dan berbuat durhaka kepada Rasul. Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan. (Al Mujadilah 58:7,9)

Dosa Musyrik

Allah menjelaskan dg eksplisit bhw Dia tdk akan mengampuni dosa syirik, mempersekutukan Allah, mengadakan tuhan tandingan selai dari Allah yg Maha Esa (116-117). Redaksi yg hampir sama disebutkan di ayat lain di ODOP sebelumnya:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (An Nisaa 4:48)

Godaan Syetan, Surga dan Neraka

Ayat 118-120 dijelaskan jalan2 syetan menggoda manusia:

  • Disesatkan (dlm logika berpikir, dari melihat kebenaran dg jelas)
  • Membangkitkan angan2 kosong
  • Bertaklid buta thd sesuatu dengan tdk mengkaji mendalam ayat Al Quran, hadits
  • Mengubah ciptaan Allah tanpa alasan yg dibenarkan (spt kesehatan dan darurat lainnya)

Allah kemudian menjelaskan bhw balasan bagi mereka yg mengikuti syaithan ini adalah neraka Jahanam (121).

Selanjutnya di ayat 122 Allah menjanjikan balasan surga yg kekal bagi mereka yang:

  1. Beriman kpd Allah dg benar
  2. Mengerjakan amal saleh

Masuk surga melalui iman dan amal saleh, timbangan kebaikan dan keburukan ini kemudian dikontraskan dg bayangan (angan-angan kosong) para ahli kitab yg mengklaim diri mereka suci dan pasti masuk surga tanpa perhitungan amal (123-124). Sikap menganggap diri suci ini juga dibahas sebelumnya di ODOP 4:36-52 lalu.

Ayat selanjutnya Allah menerangkan amalan terbaik (125) yakni:

  1. Mereka ikhlas berserah diri kpd Allah
  2. Mereka terus mengusahakan berbuat kebajikan
  3. Mereka mengikuti agama Ibrahim, yakni syariat agama Islam sbg risalah terakhir

Ayat 127 dst mengulang penjelasan mengenai hak dan adab yg terkait dg perempuan dan anak yatim.

Di ayat 127 Allah mengulang pesan yg juga diterangkan di An Nisaa ayat 3, mengenai larangan menikahi perempuan yatim (yg di bawah tanggung jawab kita) dan pengurusan anak yatim secara dg mengutamakan keadilan dan memenuhi hak bagi mereka.

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam