Sikap Ingkar Kaum Yahudi

Ayat 153-155 menjelaskan bbrp sikap ingkar kaum Yahudi kpd Allah dan para rasulNya:

  • Meminta diperlihatkan Allah kpd mereka, shg akhirnya diturunkan halilintar yang membuat mereka mati kemudian Allah menghidupkan mereka kembali. Peristiwa ini disebutkan juga di ayat lain sbb:

    Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya”. Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur. (Al Baqarah 2:55-56)

  • Mereka tdk mau taat shg diancam dg diangkatnya bukit Thursina ke atas mereka:

    Dan (ingatlah), ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka): “Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa”. (Al A’raaf 7:171)

Spt dijelaskan ayat di atas, akhirnya mereka kaum Yahudi ini mau berjanji akan masuk ke kota Baitul Maqdis dg merendahkan diri dan tdk melakukan aktivitas keduniawian pada hari Sabtu. Allah menyebut perjanjian ini sbg perjanjian yg kokoh (mitsaqan gholizo). Perjanjian ini pun akhirnya mereka langgar juga.

Allah SWT menyebutkan beberapa kezaliman mereka (155):

  • Ingkarnya mereka thd ayat2 Allah di dalam Taurat
  • Membunuh nabi2 tanpa salah (spt Nabi Zakaria dan Yahya)
  • Yakin, tidak ragu2 utk secara sadar, sengaja menolak kebenaran dlm bentuk apa pun (hati kami sudah tertutup)

Sikap kaum Yahudi ini menggambarkan sikap org kafir yg menutup semua akses kebenaran utk masuk ke dalam hati & pikirannya.

Mereka berkata: “Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan telinga kami ada sumbatan dan antara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja (pula)”. (Fushilat 41:5)

Akhirnya dijelaskan di akhir ayat 155, bhw hanya sedikit dari kaum Yahudi ini yg benar2 beriman, walaupun mereka diberi banyak kelebihan dan menyaksikan mukjizat di atas (155).

Sikap Ingkar Kaum Nasrani

Selanjutnya Allah SWT menjelaskan bbrp sikap ingkar kaum Nasrani:

  • Mendustakan Isa, menolak risalah Allah melalui Isa as (156)
  • Menuduh Maryam sbg perempuan berzina krn melahirkan tanpa diketahui bapaknya (156)
  • Mereka berusaha membunuh Nabi Isa walaupun akhirnya beliau diselamatkan. Dijelaskan juga, bhw sesama mereka yg membunuh Isa pun saling berbantah2an dan tdk yakin bhw benar Isa yg disalib (157)

Kemudian dijelaskan pula bhw Isa as akan menjadi saksi di hari kiamat atas umatnya (159), sebagaimana juga semua nabi akan menjadi saksi atas umatnya.

Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu). (An Nisaa 4:41)

Hukuman Allah thd Kaum Yahudi

Ayat 160-161 menjelaskan hukuman Allah kpd kaum Yahudi dlm bentuk diharamkannya bbrp makanan yang sebelumnya halal dan baik bagi mereka:

Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku dan dari sapi dan domba, Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang di perut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka; dan sesungguhnya Kami adalah Maha Benar. (Al An’aam 6:146)

Dijelaskan kemudian bhw hukuman ini disebabkan oleh kezaliman mereka, yakni:

  1. Menyembunyikan dan mengubah kitab suci (menghalangi manusia dari jalan Allah) (160)
  2. Kebiasaan mereka memakan harta riba (161)
  3. Kebiasaan mereka memakan harta dg cara batil (161)

Allah kemudian menjelaskan bhw org Yahudi pun dapat menerima pahala yg besar (surga) (162) selama:

  • Mendalami, mempelajari kitab yg diwahyukan kpd rasul2 mereka
  • Memperbaiki keimanan mereka hanya kepada Allah yang Maha Esa (tdk meyakini bhw Uzair adalah anak Tuhan)
  • Beriman kpd Al Quran dan kitab2 sebelumnya
  • Mendirikan sholat
  • Menunaikan zakat
  • Beriman kpd hari akhir

Misi Utama Kerasulan

Semua rasul – termasuk yg tdk diceritakan di dlm Al Quran (164) dan juga Muhammad SAW membawa pesan yang sama, yakni ketauhidan (163).

Tiap-tiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikitpun) tidak dianiaya. (Yunus 10:47)

Dlm satu hadits yg diriwayatkan Ibnu Murdawih dari Abu Dzar dijelaskan bhw jumlah Nabi ada 124.000, dan 313 di antaranya adalah rasul.

Misi utama para rasul ini dijelaskan sebagai berikut (165):

  1. Menyampaikan berita gembira bagi mereka yg mencari kebenaran, menunjukkan jalan bagaimana melaksanakan ketaatan kpd Allah.
  2. Menyampaikan peringatan akan ancaman Allah kpd mereka yg ingkar, menolak dan bahkan memusuhi risalah para rasul.

Dengan sdh disampaikannya 2 hal di atas, maka manusia tdk bisa membantah nanti di hari akhir, yang mana ini menunjukkan fairness nya pengadilan di hari akhir nanti (165).

Ayat 166, Allah implisit berpesan kpd kita agar tdk ragu dan bimbang thd kebenaran isi Al Quran walaupun isinya dipertanyakan dan ditentang oleh org kafir (munafik, ahli kitab dan musyrikin). Dijelaskan juga, Al Quran diturunkan melalui ilmu Allah dg disaksikan oleh para malaikat. Cukuplah kebenaran Al Quran diakui oleh Allah SWT.

Ayat 170 menegaskan perintah kepada manusia keseluruhan utk beriman kpd risalah Allah yg dibawa oleh rasulNya, dan penegasan bhw iman/kafirnya manusia tdk mengurangi/merugikan Allah sedikit pun.

Dalam satu hadits Qudsi Allah berfirman:

“Wahai hamba-Ku, andai seluruh manusia dan jin dari yang paling awal sampai yang paling akhir, seluruhnya menjadi orang yang paling bertakwa, hal itu sedikitpun tidak menambah kekuasaan-Ku. Wahai hamba-Ku, andai seluruh manusia dan jin dari yang paling awal sampai yang paling akhir, seluruhnya menjadi orang yang paling bermaksiat, hal itu sedikitpun juga tidak mengurangi kekuasaan-Ku (HR. Muslim, no.2577)

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam