Ikhlas menjadi syarat agar kita immune atau kebal terhadap godaan Iblis.

Ikhlas ini maknanya adalah ketulusan, sungguh-sungguh meluruskan niat tujuan melaksanakan ibadah dengan harapan agar Allah senang (ridho) melihat perbuatan kita, atau pamer riya' beribadah ingin dilihat dan dinilai oleh Allah SWT, sebagaimana disebutkan di ayat-ayat berikut:

Katakanlah, “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama.

(Az Zumar 39:11)

Maka sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ibadah kepadaNya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).

(Al Mu'min 40:14)

Dialah Yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah kepadaNya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam

(Al Mu'min 40:65)

Kalaulah semua yang kita kerjakan sehari-hari diniatkan untuk beribadah, maka syarat agar pekerjaan kita diterima sebagai pahala di sisi Allah adalah dengan meniatkannya untuk dinilai oleh Allah dan untuk menyenangkan Dia, menjadikan Dia ridho kepada kita semata.

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a'lam