Perumpamaan Mereka yang Mempersekutukan Allah

Ayat 16 menceritakan orang2 yang mengambil tuhan2 lain selain Allah dg harapan tuhan2 tsb akan melindungi mereka dari musibah dan bencana alam (kalau di Indonesia, contohnya spt praktek memberi sesajen agar panen berhasil dll). Allah menegaskan betapa tdk pantasnya mereka menuhankan sesuatu yang sama sekali tdk berkuasa dan tdk dapat mendatangkan manfaat melainkan hanya setelah ada izin Allah.

Mereka ini dijelaskan dlm 2 perumpamaan sbb (16):

  1. Orang yg buta, yakni mereka yang hatinya buta, dibutakan dari menerima kebenaran, sbgmn digambarkan di ayat berikut:

Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (Al Hajj 22:46)

Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan kamu tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan) melainkan kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami). (Ar Ruum 30:53)
2. Orang yg berjalan dlm kegelapan, yakni mereka yang panca-indera dan kemampuan berpikirnya sdh tertutup shg tdk mampu berpikir jernih menerima kebenaran (risalah Tauhid).

Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun. (An Nuur 24:40)

Kemudian Allah menerangkan amal2 mereka yang musyrik ini juga dg perumpamaan sbb (17):

  1. Buih yang muncul dari air yang mengalir. Yakni amal yang seharusnya membawa kebaikan bagi mereka yang mengerjakannya (air yang mengalir) ttp krn sikap musyrik mereka, akhirnya amal tsb sia2 menjadi hanya buih yang tdk berarti dan tdk bermanfaat apa pun kelak di akhirat.
  2. Buih yang muncul dari logam yang dicairkan. Amal yang seharusnya membawa manfaat bagi yang mengerjakan (logam yang bermanfaat utk perhiasan dan alat2) ttp menjadi spt buih yang tdk ada manfaatnya krn tdk didasari oleh ketauhidan kpd Allah

Allah pun menggambarkan perasaan menyesal mereka ini di akhirat, shg disebutkan kalau saja mereka memiliki kekayaan sepenuh isi bumi dan ditambahkan lagi sebesar isi bumi itu, mereka rela menukarnya agar bisa selamat dari siksa neraka Jahanam (18).

Allah kemudian menegaskan bhw mereka yang buta thd kebenaran ini sebenarnya krn mereka tdk (mau) menggunakan akal mereka utk benar2 mempelajari kebenaran yang disampaikan kpd mereka (19).

Ciri Orang yang Berakal (Ulul Albab)

Allah menjelaskan mereka yang tdk buta dan berakal ini memiliki ciri sbb:

  1. Mereka memenuhi janji Allah, mengikuti fitrah mereka, janji tauhid mereka ketika di alam ruh (20), yakni:

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan:,“Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)” (Al A’raaf 7:172)
2. Mereka tdk cedera janji, melanggar perjanjian dan kesepakatan dg org lain, spt dlm jual beli dan bentuk muamalah lainnya
3. Mereka mencintai sesama manusia, menjalin silaturrahmi dg sesama
4. Mereka menjauhkan diri dari perbuatan dosa krn takutnya kpd Allah dan balasan di hari akhir kelak (21)
5. Mereka sabar dan tabah dlm menghadapi cobaan dg berharap ridho Allah SWT
6. Mereka mendirikan sholat, melaksanaknnya pada waktunya dan menyempurnakan rukun2nya
7. Mereka menginfakkan sebagian rezeki yang dikaruniakan Allah kpd mereka – baik terang2an maupun diam2 tanpa riya’
8. Mereka menolak kejahatan dg kebaikan, membalas perbuatan tdk baik org lain kpd dirinya dg perbuatan baik (22), sbgmn diterangkan di ayat2 berikut:

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. (Al Furqaan 25:63)

Allah menjelaskan di ayat berikutnya, bhw mereka ini dijanjikan surga ‘Adn. Selain itu mereka diberi nikmat tambahan berupa dimasukkan ke dalam surga bersama2 dg orang2 terdekat yang salih spt orangtua, istri/suami dan anak cucu mereka sambil disambut salam dan doa dari para malaikat (23-24).

Selanjutnya, Allah menerangkan nasib kesudahan mereka yang menyekutukan Allah, melanggar janji tauhid mereka dg Allah dan memutuskan silaturrahmi serta membuat kerusakan di dunia, yakni berupa nasib buruk di dunia dan siksa neraka di akhirat (25).

Kemudian kita diterangkan agar tdk silau dg kelapangan rezeki orang lain, termasuk kpd mereka yang kaya tetapi kafir serta membuat kerusakan, krn Allah sdh menetapkan rezeki bagi setiap manusia. Ditegaskan pula, bhw sebaik2nya kesenangan di dunia sangat sedikit bandingannya dg kesenangan nikmat di akhirat (26).

Ciri Orang yang Bertaubat

Allah menerangkan jalan2 hidayah bagi hambaNya yang ingin bertaubat sbb (27):

  1. Mereka beriman kpd Allah dg iman yang benar
  2. Mereka membiasakan mengingat Allah. Setiap saat dzikrullah shg menenangkan jiwa mereka (28). Disebutkan di ayat lain,

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpin pun. (Az Zumar 39:23)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (Al Anfaal 8:2)
3. Mereka melakukan amal saleh krn keimanan mereka kpd Allah SWT (29)

Maha Benar Allah dg segala firmanNya.

Wallahu a’lam bishawab